Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Baru Bertemu


__ADS_3

"Saat ini belum ada karena saat ini aku ingin terbebas dari kutukan menjadi boneka dengan melakukan seribu kebaikan." Jawab Dewi Arumi.


"Apakah pernah ada seorang Dewi menikah dengan manusia?" Tanya Mikael.


"Dulu pernah ada tapi syaratnya sangat berat." Jawab Dewi Arumi.


"Kenapa berat?" Tanya Mikael penasaran begitu pula dengan yang lainnya kecuali Alex.


"Puluhan tahun yang lalu ada salah satu Dewi yang bernama Dewi Arumba. Dewi Arumba diberikan tugas ke bumi tapi ternyata jatuh cinta dengan manusia. Hingga Pemimpin kami menyuruh Dewi Arumba untuk memilih kembali ke negri awan atau tinggal di bumi. Jika tinggal di bumi maka pemimpin kami akan mengambil ilmu sihirnya dan umurnya tidak akan abadi." Ucap Dewi Arumi.


"Dewi Arumba yang sangat mencintai kekasihnya bersedia melepaskan semuanya dan memilih tinggal di bumi dan setiap bulan purnama Dewi Arumba berubah menjadi peri kecil dan melakukan lima ribu kebaikan jika tidak maka Dewi Arumba akan musnah selamanya." sambung Dewi Arumi.


"Sangat berat ya, terus apakah mereka hidup bahagia?" tanya Mikael penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


"Dua tahun pernikahan mereka sangat bahagia namun setelah di tahun ke dua hubungan mereka renggang karena suaminya selingkuh dengan wanita lain dengan alasan bosan." Jawab Dewi Arumi sambil menahan rasa kecewa dengan pria itu karena temannya sudah banyak mengorbankan untuk suaminya.


"Dewi Arumba sangat sedih dan terpukul dan tidak melanjutkan lagi lima ribu kebaikan hingga akhirnya Dewi Arumba musnah." Ucap Dewi Arumi mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


"Kasihan Dewi Arumba, sudah mengorbankan dirinya untuk melepaskan semuanya tapi suaminya seperti itu." Ucap Katarina dengan nada kesal.


"Itulah Mom, Dewi Arumi sekarang lebih fokus melakukan seribu kebaikan." Ucap Dewi Arumi.


"Benar kata Dewi Arumi fokus melakukan seribu kebaikan." Ucap Marcel.


Alex menatap Marcel seakan ingin menerkamnya sedangkan Marcel hanya tersenyum menyeringai.


'Awas saja nanti akan aku balas.' ancam Alex dalam hati.


"Kak Alex ngancam siapa?" tanya Dewi Arumi polos.


"Aku juga." Jawab mereka bersamaan kecuali Alex dan Dewi Arumi.


"Oh ya Dewi Arumi, bisakah jangan berbentuk boneka? Masalahnya Kakak kan laki-laki masa kalau pergi selalu bawa boneka." Usul Alex mengalihkan pembicaraan.


"Memang Kak Alex, aku berubah jadi apa?" Tanya Dewi Arumi.

__ADS_1


"Bagaimana kalau pena?'' Tanya Alex.


"Kalau pena, enak di Alex." Jawab Marcel.


"Paman Marcel, aku kan tanya sama Dewi Arumi tapi kenapa Paman Marcel yang jawab?" Tanya Alex dengan kesal.


"Memang tidak boleh kalau aku yang jawab?" Tanya Marcel.


"Sudah-sudah, bagaimana kalau gantungan ponsel atau gantungan kunci atau headset?" tanya Katarina yang melihat Alex bicara.


"Lebih baik yang tersembunyi karena ada beberapa orang yang bisa merasakan kehadiranku." Ucap Dewi Arumi yang ingat dengan pria yang bernama Vino.


"Memang ada yang bisa merasakan kehadiran mu?" Tanya Alex penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


"Ada namanya Tuan Vino, dulu aku pernah menyamar menjadi Alena di perusahaan milik Tuan Marcellino Alionso Taylor." Ucap Dewi Arumi.


"Itu namaku." Ucap Marcel dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Berarti kamu sudah mengenal pamanku?" Tanya Alex dengan nada cemburu.


"Baru bertemu sekali itu saja di kasih tahu sama teman kantor." Jawab Dewi Arumi.


__ADS_2