Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi

Cinta Sejati Mafia Dan Dewi Arumi
Negri Awan


__ADS_3

"Kakak seorang laki-laki dan seharusnya sebagai seorang laki-laki melindungi seorang wanita bukan wanita melindungi pria." Jawab Alex dengan tegas.


Dewi Arumi terdiam dan bingung mau bicara apa sedangkan Alex mengusap perlahan rambut Putri Jelita.


"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, Kakak akan menunggu dengan sabar." Ucap Alex.


"Terima kasih." Jawab Putri Jelita.


"Terima kasih untuk apa?" Tanya Alex.


"Kak Alex mau menunggu dengan sabar." Jawab Putri Jelita.


Alex hanya tersenyum kemudian mengecup bibir Putri Jelita singkat.


"Kakak mau makan dulu, kamu di sini dan jangan menghilang." Pinta Alex.


"Ok." Jawab Putri Jelita singkat.


Alex meletakkan Putri Jelita di meja kemudian berjalan ke arah pintu meninggalkan kamar pribadinya.


'Putri Jelita.' Panggil Pemimpin Boneka.


'Ya Tuan.' Jawab Putri Jelita.

__ADS_1


'Apakah kamu ada perasaan untuk Alex?' Tanya Pemimpin Boneka.


'Saat ini aku tidak tahu Tuan.' Jawab Putri Jelita.


'Ingat hukuman jika kamu mencintai dan menikah dengan manusia.' Ucap Pemimpin Boneka mengingatkan Putri Jelita.


'Aku tahu karena itulah aku tidak mencintai manusia.' Jawab Putri Jelita.


'Baguslah, kecuali kita menikah tidak ada hukuman.' Ucap Pemimpin Boneka.


'Maaf Tuan, mengenai hal itu aku belum ada perasaan suka.' Jawab Putri Jelita.


'Apa yang membuatmu tidak suka sama Aku?' Tanya pemimpin Boneka.


'Padahal aku sangat tampan jika sihir kita dijadikan satu maka bisa memperkuat negri kita dari serangan musuh.' sambung Pemimpin Boneka.


'Aku nyebelin, kenapa?' Tanya Pemimpin Boneka penasaran sekaligus menahan kesal terhadap Putri Jelita karena selama ini tidak ada yang berani dengan dirinya.


'Pertama Tuan menghukumnya terlalu lama seribu kebaikan, yang ke dua aku tidak bisa seenak hati berubah menjadi Dewi Arumi dan yang ke tiga aku tidak bisa seenaknya menggunakan sihirmu.' Jawab Dewi Arumi jujur.


'Mengenai hukuman itu karena sudah peraturannya seperti itu dan untuk yang lainnya agar kamu tidak seenaknya menggunakan ilmu sihir itu dikarenakan keberadaan mu akan secepatnya diketahui oleh orang yang bisa menggunakan ilmu sihir dan bisa saja mencelakai orang yang kamu tolong." Jawab Pemimpin Boneka.


"Kenapa kita tidak menangkapnya dan menghukumnya di negri awan atau negri Boneka?" Tanya Putri Jelita.

__ADS_1


"Kita tidak bisa menghukum nya karena yang memutuskan semuanya adalah kehendak langit." Jawab Pemimpin Boneka.


Putri Jelita hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Apakah aku bisa berubah wujudku menjadi Dewi Arumi selama melakukan kebaikan? Aku malas kalau sering berubah wujud." Ucap Putri Jelita.


'Maaf itu sudah menjadi ketentuan dan tidak bisa di ganggu gugat.' Jawab Pemimpin Boneka.


'Aish inilah yang membuatku kesal dengan Tuan.' Ucap Putri Jelita sambil menahan kesal.


'Kamu mau aku tambahkan hukuman?' Tanya Pemimpin Boneka setengah mengancam.


'Tidak, terima kasih.' Jawab Putri Jelita sambil memutar bola matanya dengan malas.


'Putri Jelita, wajahmu sangat jelek jika seperti itu.' Ucap Pemimpin Boneka.


Putri Jelita hanya tersenyum kemudian menutup matanya tanda dirinya tidak ingin berbicara lagi sedangkan Pemimpin Boneka yang mengerti ikut diam dan tidak bicara lagi.


Ceklek


Alex membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arah meja di mana Putri Jelita duduk menunggu dirinya.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Alex sambil duduk di kursi.

__ADS_1


"Tidak melakukan apa-apa." Jawab Putri Jelita.


"Apakah kamu bisa mengajakku ke negeri awan?" tanya Alex penasaran.


__ADS_2