
adya memberanikan diri dan menepis tangan Rina yang sudah menari-nari dirambut aditya, mana Rin biar saya saja yang membersihkan. Karena saya istrinya, maaf mas yaa? ucap adya, sambil merapikan rambut suaminya yang sudah diacak-acak oleh rina.
aditya merasa lega karena adya sudah mulai paham dan melakukan tugasnya sebagai istri. Aditya memang bukan tipikal suami yang mengajarkan istrinya pada keburukan. Ia hanya memberi kesempatan untuk istrinya agar belajar mandiri dan bisa menangkal hal-hal yang tidak diinginkan dalam berumah tangga.
Rina duduk kembali pada tempat semula dan mulai mengenggam tangan, dengan wajah marah. Api cemburu yang ia rasakan sekarang makin memuncak.
Aditya melihat kearah rina dan ia tau kalau rina sedang marah. Disatu sisi aditya menjadi lega karena disela diamnya adya tapi batasan seorang istri dalam menjaga suami. Aditya masih dengan hati yang senang memegang tangan adya, sayang mungkin mas pulang telat hari ini yaa? kamu tidur duluan saja jangan menunggu mas, lagian kamu juga coas pagi ini kan? tanya aditya dengan suara pelan.
iyaa mas,saya juga pulang agak telat malam ini, karena hari ini ada pasien tiga orang yang harus di endoskopy, dan kebetulan saya yang piket diruang endos, ucap adya.
__ADS_1
Bagaimana kalau mas jemput saja ?
gak usah mas,lagian kita juga pulangnya beda-beda jam,bisa jadi duluan saya pulang dari mas aditya. Jawab adya dengan nada lembut.
Rina masih diblang padang sibuk bolak balik di wc umum, kini iapun kewalahan dengan sakit perut dan BAB yang bertubi-tubi.
awas kamu yaa nenek lampir, ucap mita sambil menyumpahin rina.
kalau adya tidak hadir ditengah-tengah kami pasti aditya sudah menjadi milikku, ucap rina dalam hati. Tapi tidak lama lagi aditya akan menjadi milikku secara diakui oleh negara. Karena sampai detik ini adya masih istri sah secara agama tapi tidak sebagai ibu negara, bahkan aditya sampai sekarang belum menghadap pada atasanya untuk menikah secara anggota. Rina tersenyum -senyum sendiri karena merasa peluang untuk mendapatakan aditya tidak susah dan sangat gampang.
__ADS_1
adya sedari tadi mengamati Rina hanya terdiam dan lebih melanjutkan aktifitasnya dan langsung meninggalkan rumah untuk kerumah sakit.
Dalam perjalanan adya berdoa dalam hati, ya Allah jika Rina berniat tidak baik semoga engkau mengaggalkan niat yang tidak baik jagalah keluarga kami dari gangguan apapun.Aamiin
Setalah sampai kerumah sakit adya dengan sigap dan langsung menghampiri Dokter senior untuk memastikan jadwal endoscopy.
Aditya sampai dikantor dan melihat file-file baru yang menunpuk diatas meja kerjanya. Dengan semangat empat lima iapun mulai membaca satu persatu,sesakali ada file yang harus ia tanda tangani.
Rina, masih dirumah dan ia memilih tidur-tiduran. Padahal hpnya berdering sedari tadi, puluhan job tawaran tidak ia gubris dan lebih memilih menjadi pengangguran. Karena
__ADS_1
obsesinya untuk mendapatkan aditya melupakan kehidupan karilnya. Hanya orang bodoh yang mau mengurung diri demi satu orang. Hanya kata-kata itu yang pantas untuk disandang rina