
setelah selesai menyuapi bubur pada aditya,adyapun membuka lemari untuk mengambil bad cover sebagai selimut untuk dirinya.
iapun melihat disemua sudut lemari teryata barang yang dicarinya tidak ditemukan. setelah diingatnya teryata bad cover tertinggal ketika ia mengunci pintu kamar.
kenapa ?tanya aditya
bad covernya lupa kebawa kesini mas, ucap adya.
yasudah untuk malam ini kita tidur berdua saja.
tidak mas, mas lebih butuh dari saya, karena kondisi tubuh mas masih belum stabil.
kamu juga perlu istirahat yang lama,karena besok kamu masuk coas lagi kan?
adyapun menuruti apa kata suaminya merekapun tidur sekasur berdua.
keduanya saling membelakangi, adya masih dengan rasa gugup mencoba memejamkan mata.
begitu juga dengan aditya suasana hatinya makin tidak karuan.adit dia istrimu bukan pacar mu,jangan grogi santai saja.bisiknya dalam hati.
ya Allah aditya suamiku tapi kenapa kami begitu cangguh padahal sebelumnya kami juga....iapun memejamkan mata menunggu pagi.
keduanya terlelap tidur
suara azab subuh dari balik mushala terdengar begitu merdua. seperti biasa adya memulai tugas rutinya untuk mandi terlebih dahulu.
__ADS_1
setelah membantu aditya mengambir wudhuk adya melangkahkan kakinya menuju mushola.
lima menit berlalu.
adya melihat yang berceramah kali ini ada sosok laki-laki yang tak asing di depannya.
yaitu pak arif dosennya.
banyak hikmah yang dipetik apa yang disampaikan pak arif pada seluruh jamaah.bahkan terdengar suara ibu-ibu memuji pak arif.
beruntungnya kalau punya suami seperti anak muda itu, sudah tampan alim.
adyapun mendengarnya dengan tersenyum dan melipat kembali mukena yang ia kenakan.
assalamualaikum ucap arif,
waalaikumssalam mas ucap adya dengan kaget.
mas arif, kenapa bisa di aceh,
arif tersenyum dan menjawab .
mas ditugaskan sebagai konsulen dimedan, mas pikir aceh dengan medan tidak terlalu jauh jadi mas berkunjung kesini.jelas arif pada adya.
oh ya, saya turut prihatin atas menimpa andra dan suamimu ya.semoga keduanya segera sembuh.
__ADS_1
iya mas, sebenarnya saya juga bersalah andai dari dulu saya tidak merahasiakan semuanya pasti tidak akan terjadi.insya Allah kedepan saya akan terbuka pada siapapun kalau saya sudah menikah.
menurut mas tidak usah saja,karena kalau sekarang bukan waktu yang tepat untuk kalian jelaskan pada publik.apalagi kamu belum mengadakan pesta pernikahan secara istri anggota.status aditya saja dimata hukum masih bujangan.jadi urusannya makin ribet dapat menyita waktu coas kamu.jelas arif padanya.
oya, boleh saya jumpa dengan aditya tanya arif menawarkan diri sendiri.
oh boleh mas, yuk ikuti saya.
keduannyapun berjalan menuju ruang aditya dirawat.
adya membuka pintu, arif melihat baju tidur adya ditempat tidur aditya, wajahnya yang ceria tanpak memerah.
pak arif terimakasih sudah jauh-jauh kesini ucap aditya sambil bersalaman dengan arif.
iyaa sama-sama ucapnya datar.
adya menyedu teh untuk diberikan pada arif.
diminum dulu tehnya mas arif ucap adya pada arif.
adya sudah menjelaskan pada aditya kalau arif adalah tetangganya dulu dan mereka cukup dekat.
pak arif, kalau sudah keaceh jangan sia-siakan momennya ,kalau sempat jelajahi dulu tempat-tempat bersejarah.ucap aditya dengan penuh perhatian.
ia saya sih mau kemana saja,tapi saya masih tidak tau jalannya.ucap arif dengan nada masih cemburu melihat baju adya di kasurnya aditya.
__ADS_1