
adya keluar dari kamar mandi dengan wajah fresh karena baru saja mandi.
sayang, semua keperluan kita malam ini tidak ada yang lupakan.ucap aditya pada adya
seingat saya tidak mas,
ya sudah mas isitirahat saja dulu yaa,tadi saya lihat mas begitu semangat dalam menerima tamu.bahkan sudah melewati waktu istirahatnya.
adityapun memejamkan matanya
adya membersihkan ruangan karena sebagian isi ruangan penuh dengan kulit kuaci dan kacang-kacangan.
ia juga melipat baju aditya dan merapikan dalam lemari yang disedia khusus pasien.
kamar yang sangat luas dengan fasilitas mewah, tv LED tiga puluh lima inci, kulkas dua pintu dan ac dua Pk, membuat suasana semakin nyaman dan sejuk.
adya duduk di sofa dan perlahan iapun memejam kan matanya.
aditya, berjalan kearahnya dan satu persatu luka jahitan dibagian dadanya putus dengan mengeluarkan darah begitu banyak,bahkan ruangan yang tadinya bersih berlumuri dengan darah segar dari badan aditya.
__ADS_1
ia memaksakan diri untuk berjalan hanya ingin memberi kecupan dikening adya.
adya hanya bisa melihat tapi tidak bisa mengeluargakan sepatah katapun.aditya dengan memaksa kehendak dan terus berjalan tertatih-tatih padanya.
mas,jangan mas, mas jangan kesini ucap adya dengan tangisan dipipinya.
aditya terbangun dan melihat adya sedang meronta.
adya,ucapnya kaget,adya adya bangung.
adyapun terbangun dari mimpinya, dan ia melihat aditya masih duduk dikasurnya sambil melihat kearahnya
kamu mimpi apa? kok panggilin mas berkali-kali.ucap aditya
saya mimpi mas memaksa berjalan kearah saya dengan darah yang mengalir deras didada mas.
kamu ada-ada saja mimpi disiang bolong ,sini biar mas peluk mungkin kamu masih butuh pelukan hangat dari suamimu.ucap aditya menganggu adya.
adyapun berjalan menghampiri aditya,
__ADS_1
aditya tampak kaget karena adya nekat mendekatinya,dan langsung memeluk aditya.
adityapun bingung kenapa biasanya istrinya sama-sama pemalu tapi kali ini adya dengan wajah yang serius memeluknya dengan penuh kekhawatiran.
sayang mimpi itu seperti apa sampai kamu begitu takut.ucap aditya sambil melepaskan pelukannya.
tidak tau mas, yang jelas untuk saat ini saya tidak mau jauh-jauh dari mas.ucap adya dengan serius.
iyaa sayang, saya juga tidak mau jauh-jauh darimu.ucap aditya
keduanyapun berpelukan kembali, dokter annisa membuka pintu kamar aditya untuk jadwal ****** ulang iapun melihat kedua sejoli sedang berpelukan mestra.
hmmm,,,maaf pak aditya apa boleh saya minta waktu sesaat ucap sang dokter dan diikuti dua perawat.
keduanyapun kaget, adya dengan wajah terntunduk malu membuat suasana ruangan jadi rame.dokter annisa sangat dekat dengan aditya.
pak aditya hebat yaa, walau dalam keadaan sekarat masih menyisihkan keromantisan untuk istrinya, dan hebatnya lagi istri bapak amak buah saya.kalau adya anak buah saya itu sudah diakui dunia lo pak.ucap dokter annisa dengan pede.
adityapun menjawab guyonan dokter annisa, iya dokter kalau istri secantik adya siapa sih yang tidak tergoda.
__ADS_1
walau keduanya aditya dan dokter annisa sangat care dalam bercanda, tapi adya masih menjaga batasan senior dan junior.ia memilih diam dan menunggu hasil pemeriksaat dokter annisa.
setelah semua selesai dan hasilnya sudah lebih baik dari sebelumnya.merekapun berpamita untuk melihat kondisi pasien yang lain.