Cinta tertaut pada sang Kapten

Cinta tertaut pada sang Kapten
Tahlilan


__ADS_3

maksud kamu? ucap mamah Ayda


Iyaa mah, Ayda meniggal dunia.jawab Aditya dengan tegar. tidak ada suara yang terdengar lagi, hanya suara senyap dari arah sana.


Aditya masih belum bisa menerima kalau istrinya telah tiada. Setelah semua pengurusan selesai Aditya dan Mita naik mobil Ambulance.


Sedangkan mamahnya diruang ICU menemani suaminya yang baru saja siuman.


Dalam perjalanan menuju rumah ,Mita dan Aditya hanya terdiam memandangi jenazah istrinya terbujurkaku didepan mata.


Kalimah thaibah mulai terucap oleh Aditya, dan diikuti oleh Mita. Ya Allah, Lailahailallah,,


Tiba dirumah garis polisi sudah menghiasi rumahnya. Banyak warga dan tetangga berdatangan untuk menyambut jenazah istrinya.


Adityapun melepaskan garis kuning dan membantu penganggatakan jenazah istrinya. Sebagian sahabat dekat Aditya sudah berdatangan dan juga ikut membantu.


Pembacaan yasinpun dimulai, sangat banyak masyarakat yang berdatangan dan untuk membaca yasin untuk terakhir kali.

__ADS_1


Ibu-ibu sudah sudah siap memandikan jenazah istrinya.Mita juga ikut memandikan sahabatnya. Ia melihat luka jahitan tepat di ulu hati sahabatnya. Tanggisnyapun pecah dan hampir tidak sanggup melihatnya. Ibu-ibu disanapun ikut memangku Mita dengan tubuh yang lemas.


Setelah semua rukun sudah terselesai satu persatu. Tiba-tiba mamah dan Papa Ayda tiba didepan rumah. Mereka lebih tegar dari pada keluarga Aditya.


Mereka memeluk dan mencium jenazah anaknya. Nak,,, syurga telah menunggumu disana. Insya Allah anak mamah dan papah sholeha dan anak yang berbakti kepada kedua orang tua.Pergilah dengan damai sayang.


Isak tanggis Aditya dan Mitapun tidak dapat dibendung. Masyarakat yang menyaksikanpun ikut menangis melihat ketegaran hati orang tuanya.


Selang beberapa menit papa dan mamanya Aditya tiba dirumah dengan dibantu oleh masyarakat untuk masuk kedalam.


Setelah dikebumikan dipemakaman Banda Aceh. warga satu persatu meninggalkan liang lahat, Aditya masih duduk sambil mulutnya berkomat kamit membaca al fatihah untuk istrinya.


Polisi telah menemukan jejak Rina dan Rina sedang disekap dipenjara, dia juga mengaku tidak sengaja membunuh Ayda, dia membunuh dengan spontanitas bukan pembunuhan berencana. Dan itu tidak memberatkan hukumannya.


Setelah mendengar telfon dari pak polisi Adityapun menuju penjara yang didalamnya ada Rina.


Aditya dikawal oleh dua anggota polisi lainya,untuk menghindari dari balas dendam.

__ADS_1


Aditya bertemu dengan Rina dengan mata begitu merah dan sembab.


Rin, sekarang kamu puaskan karena istri saya telah tiada? itu mau kamu dari dulu kan? kenapa Rin? kenapa harus Ayda korbannya.


Seharusnya yang kamu bunuh itu adalah saya, bukan istri saya. Dia tidak bersalah apapun, yang menolak cinta kamu adalah saya, kenapa istri saya korbannya. Kenapa Rin? kenapa? Aditya menguncang-guncang sel yang didalamnya ada Rina.


Maafkan saya Dit, saya telah silap mata melakukan hal sebodoh itu. Rinapun menangis sejadi-jadinya.


Keduanyapun menangis


Rin, kamu kenapa setega itu? kamu bukan Rina yang aku kenal dulu. Kamu adalah penjahat yang berhati iblis. Tangan Aditya ingin mencekek laher Rina tapi kedua polisi dengan sigap mencegahnya dan mengeluarkan Aditya dari penjara.


Iapun pergi meninggalkan penjara dan kemabali kerumah.


Banyak tamu yang berdatangan hingga melakukan aktifitas tahlilah sampai malam ketuju.


Setiap hari rumah dipenuhi dengan para tamu, semuanya sibuk mengurus tamu-tamu.

__ADS_1


__ADS_2