
postur tubuh kak salamah dengan adya sama.kak salamah adalah pemilik kantin dikesdam, walau adya masih terhitung baru tapi adya sering kekantin untuk sarapan disana.
dek,baju kakak tapi tidak sebagus adek, kata kak salah dengan mendok aceh.
iyaa tidak apa-apa kak, adya mengambil baju kak salamah dan menuju ruang ganti khusus dokter coas.
setelah mengantikan baju adya menuju ruang isolasi, aditya sudah siuman sedang berbicara dengan dika.
mas,jangan banyak gerak dulu karena kalau sudah habis obat bius akan terasa nyeri,ucap adya dari kejauhan.
aditya melihat kearah adya, terimakasih buk dokter sudah menyelamatkan saya dari maut,ucap aditya sambil tersenyum padanya.
mita dan dika berpamitan untuk keluar ruangan,dan memberi kesempatan adya dan aditya berdua.
kalian mau kemana ucap adya,,,
kami mau cari makan dulu ay,,,bentar lagi juga kesini kok.ucap mita
adya memegang tangan aditya, mas maafin saya,karena sudah membuat mas terbaring lemas dirumah sakit.andai saja kami tidak tinggal dirumah mas mungkin....
__ADS_1
ssssttt,,,,jangan lanjutin lagi.ucap aditya dengan jari telunjuk dibibirnya sandiri.
adyapun terdiam,
ya sudah mas istirahat saja dulu, oa lima menit lagi saya masuk coas, dalam dua hari kedepan datang konsulen dari kampus.jelas adya pada suaminya.
iya adya, kamu juga istirahat dulu sebelum kerja ? kamu tidak makan dari tadi pagi kan?tanya aditya
ya sudah kamu kekantin dulu untuk makan nasi uduk,tawar aditya pada adya.
adya pun mengangguk dan menunju kekantin untuk mengisi perutnya yang kosong.
mita dan dika tiba dikediaman aditya, dia melihat rumah aditya sudah bagus lagi, bahkan rumahnya dicat putih dan pink, bahkan didepanny ada taman kecil dengan kolam ikan koi,,,
ia melihat sepucuk surat yang bertulisan mohon maafkan kami ibu dan bapak aditya,seharusnya kami tidak main hakim sediri dan batul kata bapak harus cek ricek dulu.
kami telah memperbaiki benda yang rusak
semoga ibu dan bapak menerimannya.
__ADS_1
kami tidak bisa memberi banyak, hanya sedikit cendera mata dari kami,semoga ibu dan bapak menyukainya.
dika dan mita membaca surat tersebut.
saya salut dengan masyarakat aceh, berani berbuat dan berani bertanggung jawab. ucap dika pada mita.
iyaaa mas, sejak mita coas disini ibu-ibu dan pasien dirumah sakit juga ramah. bahkan ada ibu- ibu selalu tawarin saya makan dengan mereka.jelas mita pada dika,
mita mengambil koper aditya dan dika membawa masuk kedalam. iapun merapikan bajunya kembali pada lemari.
begitu juga dengan dika, ia merapikan baju aditya untuk dirapikan kembali dilemari aditya.
setelah semua rapi, mita menghampiri dika, mas semua sudah rapi, saya mau kerumah sakit karena sudah mulai masuk jam kerja.
iyaa mas juga mau jagaian aditya dirumah sakit.barengan saja yaa, ucap dika pada mita.
adya bertanyan pada salah satu perawat, doni kemana ya?
katanya lagi tukar jadwal dengan temannya,jawab perawat tersebut.
__ADS_1
adyapun mengeryitkan alisnya, doni tipe cowok pendiam tapi punya banyak teman di aceh, ucap adya dalam hati.
dalam perjalan, mas kenapa yaa kelompok coas kami begitu banyak cobaan,mulai dari alex, adya dengan andra.kini orang yang menolong kami lagi aditya.