
Tiba dibandara
Setelah bersama cipika cipiki ayda dan mita terpisah karena mita kosanya Mita sangat dekat dari bandara, tanpa harus naik taxi,atau go car,dan gojek.
walau mereka bersahabat tapi Ayda sangat jarang tidur dikosan Mita,,,mau semalaman apapun sampai dari bandara, ayda tetap memilih tidur dikontrakan sendiri.
,,,,, taxi,,,, taxi,,,,
satu jam penungguan,
Malampun semakin larut, bahkan di App aplikasi gojek / grab tidak ada tanda - tanda hijau.
Dengan putus asa Ayda berjalan sendirian dengan kopelnya ,dipinggil jalan dijam rawan.
" Mau kemana neng ? "
" Depok pak " jawabnya
Mari naik sama bapak saja, tawar sang bapak yang umurnya hampir separuh baya.
Ayda membuka pintu dan langsung naik dalam mobil, dengan hati senang karena sedari tadi menunggu tumpangan tidak ada yang nongol.
Oh ya neng, tapi nanti kalian berdua ya? ucap laki-laki tua tersebut sambil terus membawa mobil
Ayda : kok berdua pak? memang siapa penumpang satu lagi?
__ADS_1
Ini bukan mobil Taxi neng, ini mobil pribadi majikan saya, pak Aditya.jelasnya pada Ayda.
Sebenarnya, saya kasihan saja sama si eneng,udah semalaman sendirian, lagi nyari mobil tumpangan, "Anak saya juga cewek loe neng".
Neng kalau boleh saya kasih saran?
besok - besok kalau udah jam segini eneng jangan cari tumpangan lagi.
Karena tidak baik bagi keselamatan eneng. Apalagi eneng cantik,,,, naudzubillah yaa neng semoga selamat bapak doain.
Adya : Iyaaa pak, terimakasih atas nasehatnya. Kedepan saya akan nginap dirumah teman saya saja kalau sudah larut malam begitu. Ucap ayda dengan sopan pada sang bapak tua.
titi titttt,,, tiitttt
pak adit? Pak,panggil pak jam pada majikannya.
"pak jam adalah sopir pribadinya aditya,,,, pak jam sebenarnya bukan seorang sopir taxi melainkan sopir pribadinya aditya,beliau membantu ayda karena dijalanan sudah sepi.
Aditya membuka pintu, dia melihat perempuan yang ada didalam pesawat beberapa menit yang lalu.
Sontak dia terkejut, pak jam mulai curiga melihat kearah Aditya dan pak jam bisa melihat kalau Aditya seperti ingin menayakan siapa wanita itu.
Dengan sigap ia mengatakan maaf pak adit, ini keponakan saya dari kampung. Dia kuliah disini dia tinggal di depok. Karena satu arah dengan kita, malampun semakin larut. saya lupa minta izin bapak untuk memberi tumpangan dengan kita. Maaf sebelumnya pak Adit, jelas pak jam dengan berbohong pada Aditya. Padahal Ayda dengan pak Jam tidak ada ikatan hubungan darah apapun. Pak jam sosial memang tinggi dan iapun melihat gerak gerik gadis yang ia tumpangi bukan perempuan jahat. Filling orang tua memang kuat dan hampir semua benar.
Adyapun sontak terkejut ,karena laki-laki didepan itu adalah laki-laki yang ia somprot dengan muntahnya.
__ADS_1
Aditya menutup pintu mobil belakang dan duduk di kursi depan.
Dalam perjalanan semua terdiam, Aditya mengatakan pada pak Jam untuk melajut dengan cepat, karena keadaanya sekarang lagi kurang mood.
Ini mamat sombongnya kebangetan ya, tau deh saya memang salah.Tapiii dimana- mana niat tulus meminta maaf semua orang pasti akan memaklumin dan memaafkan.
Wajah adya yang berbentuk oval memang sosok perempuan yang cantik, belum lagi lesung pipinya bak prety zhinta, dengan hidung mancungnya, membuat semua orang mudah jatuh hati padanya,tinggi adya 165 membuat ia terasa imut diantara teman- temanya, yang rata- rata 175,,,
Bahkan ayda adalah salah satu bintang kampus yang banyak disukai dari kakak leting sampai adik leting,sempat beredar berita. Dosennya sendiri sudah pernah mengukap cinta dan lamaran padanya.
Bukan dia tidak mau berpacaran, tapi belum cocok dengan kriteria yang ia inginkan bahkan sampai usia sekarang dia belum memikirkan yang namanya pacaran.
Pak jam : kenapa den? Kok wajahnya kelihatan marah sekali, seperti mau makan orang saja? Canda pak jam memecag keheningan
Aditya :"iyaaa ni pak," gak tau kenapa hari ini sial banget, kenak muntahan ibu - ibu didalam dipesawat,,,,
" dua kali malahan pak " Ucap Aditya dengan kesal.
Pak jam : ",wuhaaa haaa,
bisa saja kamu den, membuat saya ketawa,,,, itu namanya sudah jatuh , tertimpa tangga lagi den,,, wuhaa haaa hahaa,,,, pak jam tidak bisa menahan tawa. Untung ibu itu udah ibu - ibu,coba kalau gadis remaja pasti itu tandanya jodoh den.Seperti dalam cerita novel saja.
Aditya : amit- amit jabang bayi pak berjodohan seperti ibu - ibu itu, dengan mulut sewot kearah Ayda.
Ayda :ini mamat bener - bener udah membuat saya geram, dia tau yang diceritakan itu adalah sindiran halus padanya.
__ADS_1
Ayda : maaf sedikit memberi saran pada kalian berdua, mungkin ibu - ibu itu sudah minta maaf,dan anda sendiri saja yang egois tidak memaafkan orang lain. Ucap ayda dengan merasa menang.
Pak jam : bener itu kata kamu neng, pak aditya sebenarnya baik orangnya, hanya saja dia kurang dalam pergaulan,jadi masih kaku kalau masalah maaf memaafkan.