Cinta tertaut pada sang Kapten

Cinta tertaut pada sang Kapten
peluru mengenai tepat sasaran


__ADS_3

setelah mendengar suara tembakan, aditya melepaskan genggamannya dan dengan sergap berlari menuju kesuara tembakan tersebut.


dika tersungkur kebelakanh dan mencoba untuk banggun,,,


jangang bangun,kalau tidak mau saya tarik pelatuknya ,dikapun mengangkat kedua tanganya.


semua warga terdiam dan suasan semakin mencekam.aditya berlari kearahnya,


semuanya jangan mendekat, siapapun yang mendekati saya, maka taruhannya adalah nyawa. andra mengertak selurut warga dengan sesekali mengayunkan pistor kearah warga dan dika.


aditya memang perwira yang sangat berbakat dalam hal apapun, selain pintar managemen strategi.bahkan ia juga pernah dulu menjinakan mobil,hitungan waktu permenit bom akan meledak, tapi ia tetap santai,semua rekannya memilih untuk lari,tapi dengan waktu permenit juga dia bisa menjinakkan bomnya, aditau tidak pernah takut pada siapapun dan pada apapun.


ia berjalan kearah andra dengan langkah seolah- olah sedang berlari, tolong jangan mendekat pak aditya, karena saya tidak main-main.


nak,tolong simpan pistornya ucap warga dengan ribut dan merasa khawatir.


aditya terus berjalan,


pak tolong jangan mendekat, jawab andra


dika yang sudah lama mengenal watak adityapun berteriak,menjauh dit, dit ..

__ADS_1


tuuuuum,,,,,


andra menarik pelatuk dan pelurunya mengenai didada aditya.


dika sambil memejamkan mata dengan seribu penyesalan menarik kaki andra hingga andra terjatuh dilantai.wargapun membantu menangkap andra.beberapa orang memukuli kepala andra.


adya berlari masuk kerumah dan melihat warga sedang menggotong aditya dengan darah disekujur tubuhnya .


sambil menangis adya membatu membuka jalan untuk beberapa orang yang mengotong aditya keluar.


mitapun berlari untuk membawa aditya kerumah sakit dengan meniki mobil aditya.


adya dan mita sangat paham apabila peluru masuk melalui dadanya yang ditakuti adalah menebus jantung dan bisa berakibat fatal.


dikapun menyerahkan andra pada warga dan berlari menuju mobil,mita yang menyetir mobil.


tunggu mita,saya juga mau ikut karena nanti kalian tidak bisa mengangakat aditya.


adya dengan wajah tenang, selalu membangunkan aditya, dit saya mohon jangan tidur, kamu harus kuat,kamu pasti kuat ucap adya pada aditya,


mita sambil menyetir mobil menangis melihat aditya terpaku lemas,dia melihat kecil harapan untuk aditya bertahan.

__ADS_1


mita,tolong sipecepat kecepatannya, ucap adya dengan tenang.


dika dengan rasa peyesalan juga ikut menangis,mungkin seandainya dia tidak bersikap kasar pada andra pasti itu tidak terjdi.dia meraba tangan aditya sudah mulai dingin.


aditya, tolong buka matamu, ucap adya mulai goyah dengan melihat kondisi aditya makin tidak berdaya.


tiba dirumah sakit aditya langsung dilarikan ke ICU dan ditangani oleh dokter khusus.


dok,siapa yang anastesi tanya adya pada dokter annisa,


saya boleh ikut bantu dokter? saya mohon.


oke silahkan,


pasien sudah sangat kritis,kita tidak banyak waktu untuk berbincang.ucap dokter annisa dengan tegas


adyapun segera menganti pakaian dengan pakain operasi yang sudah stereal,


setelah semua alat terpasang ditubuh mulai dari monitor ,Ventilator ,selang infus lada tubuh aditya, dokter mengecek sekali lagi, mereka hampir lupa memasang katetel,biasanya tugas pemasangan katetel dipasang langsung oleh dokter annisa,


adya tanpa menunggu arahan langsung mengambil alih dan segera memasang katetel kepada suaminya.

__ADS_1


dokter annisa sempat keheranan,tapi ia lebih vkus pada kondisi pasien, dan melanjutkan operasi.


dika dan mita mengurus semua persyaratan beserta administrasi.


__ADS_2