Cinta tertaut pada sang Kapten

Cinta tertaut pada sang Kapten
aditya mulai kasar


__ADS_3

aditya mendengar pembicaraan kedua ibu dan anak memilih terdiam.


adya melihat wajah aditya yang biasanya selalu ramah padanya,kini berubah menjadi datar.


mas mau makan? saya suapin?


tidak usah saya tidak lapar,ucap aditya sambil menepis tangan adya yang sedang memberi suapan pada suaminya.


adya binggung atas sikap suaminya,


mas apa yang terjadi, kok tiba-tiba wajahnya berubah jadi marah.ucap adya dengan wajah penasaran.


azan magribpun mulai terdengar, kini adya tidak menghiraukan suasana hati aditya.ia memilih untuk kekamar mandi dan membersihkan diri dari kepenatan hari ini.


aditya sedang dirasuki api cemburu, mengingat perkataan arif, dan yang membuat fatal besok istrinya akan menemani cinta pertama istrinya ketempat wisata aceh.


sebelum adya kemushola seperti biasa adya ingin membantu aditya untuk mengambil air wudhuk.


mas yuk kita wudhuk?


tidak usah saya sudah bisa jalan sendiri,kamu kemesjid saja.


ya sudah saya kemushola dulu ya, adya mencium tangan aditya.

__ADS_1


dalam perjalanan adya merasa makin aneh atas sikap aditya, karena iqamah sudah terdengar iapun melanjutkan untuk beribadah dan mengesampingkan perasaanya.


setelah selesai menunaikan shalat wajib adyapun meninggalkan mushola dan menuju kekantin.


adya, mas arif ada bawa nasi ayam penyet wong solo untuk kamu.kamu kan suka daging ayam ucap arif dengan tersenyum.


adya mengambil nasi yang diberikan oleh mas arif, terimakasih mas, kenapa repot-repot bawa nasi segala ? saya kan bisa beli didekat sini.


iyaa kebutulan mas lewat, jadi apasalahnya saya beli satu untuk kamu.ucap arif sambil tersenyum padanya.


merekapun berjalan menuju kamar aditya,oh ya besok jam berapa kita jalan-jalan,tanya arif padanya.


doni jam sepuluh baru siap tugas,sedangkan mita jam tiga mas.jadi kita perginya jam empat ya? jelas adya padanya


iyaa mas, diaceh tidak boleh berduaan karena disini berlaku syariah islam.


arif kebingungan wajahnya girang sedari tadi menghilang setelah mendengar penjelasan dari adya.


oh ya sudah kalau begitu mas ikut arahan kalian saja, karena mas belum tau dan hafal daerah sini.


adya membuka pintu dan melihat aditya berjalan tertatih-tatih,adyapun berlari untuk memegang tangan aditya.


tidak usah saya bisa jalan sendiri,aditya menepis tangan adya,lantai yang begitu licin karena air yang membasahi keramik dengan air wudhuk aditya, hingga adya tergelincir.

__ADS_1


dbuaaarrrrr,,,,,,adya terjatuh


arif memagang adya untuk membangunkan adya ,


dit, gila kamu ya? istrimu mau membantu kamu malah mendorongnya. bentak arif


maaf, maaf saya tidak berniat untuk mendorongnya ucap aditya merasa bersalah atas perlakuannya.


adyapun bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


suasana ruangan terasa sepi, aditya merasa bersalah karena telah kasar pada istrinya.


adya keluar dan mengakatakan,


mas malam ini saya tidur dirumah saja yaa, karena mas arif juga katanya mau nginap disini! ucap adya dengan nada tegas.


ia pun mengambil tas kecil yang berisi handphone dan berjalan kepintu keluar.


aditya terdiam dengan seribu penyesalan, arif melihat situasi ini penuh dengan keteganggan.


adya dengan mata yang dipenuhi air mata yang akan mengalir deras,menutup pintu dan berjalan ke arah pintu keluar rumah sakit


iapun meraba ponsel yang didalam tas untuk memesan go car, setelah menunggu beberapa menit iapun menaiki mobil.

__ADS_1


__ADS_2