
diantara tugas yang lain baru kali ini dia bisa bersantai di ruang Ac, tugasnya hanya ACC dan tanda tangannya saja. Ia lebih banyak memaparkan materi beserta seminar-seminar yang berhubungan tentang NKRI. Selebihnya ia lebih banyak bersantai dari pada terjun lapangan. Sebagai laki-laki yang perfeksionis ia bisa menyatu dimanapun posisi yang ditempatkan. Karena sebelum mereka memilih jalan sebagai Abdi Negeri mereka sudah bersumpah akan mematuhi dimanapun dan kapanpun ditugaskan, hidup dan mati NKRI harga mati.
karena tidak bisa tidur lagi akhirnya Ayda keluar kamar untuk menyapu semua ruangan.
Dia melihat Rina sedang duduk sendirian diruang tamu. Ya Allah Rin, saya pikir siapa tadi, hampir saja jantung saya copot ucap Adya dengan tersenyum padanya.
Ayda, ada rencana kemana besok pagi? tanya Rina dengan santai.
hmm,,, kata mas Aditya besok kami mau meghadap untuk resepsi pernikahan. Tapi saya juga kurang tau, kalau pengurusannya secepat kilat yaa secepat itu juga kami membuat planing acarannya.
ooo begitu yaa, selamat yaa sudah resmi menjadi ibu persit. Seharusnya gelar itu cocoknya disandang untuk saya! tapi apa boleh buat, kamu hadir disaat hubungan kami hampir jadiaan. jelas Rina dengan nada bersedih.
Maaf Rin, namanya juga jodoh jadi tidak ada yang bisa tebak, langkah, rezeki, pertemuan dan maut itu hanya Allah yang bisa mengatur bukan kita manusia.
__ADS_1
Sebenarnya saya juga sudah muak mendengar ceramah kamu. Tapi apa boleh buat hanya kita saja berdua sekarang. Oh iyaa sepertinya saya tidak sanggup menyaksikan pernikahan kalian nanti. Saya minta tolong boleh?
minta tolong apa Rin ? tanya Adya
Saya titipkan Aditya yaa? jaga Aditya seperti saya menjaganya dulu. Satu lagi kalau hubungan kalian tidak baik, kabarin saya yaa? saya akan mengambil Aditya walaupun statusnya duda. Ucap Rina dengan sinis.
Ya Allah Rin, saya pikir niat kamu berbicara serius, kamu sudah taubat . Tapi dugaan saya salah, kamu masih seperti Rina yang saya kenal dulu.
Rina menuju kedapur dan iapun mengambil pisau masak yang tersimpan rapi didalam laci. Tanpa berfikir panjang dan silap mata, Rina pergi keruang tamu.
Aydapun kedapur dan melihat darah ditangan Rina. Maaf Ayda, dengan segaja Rina menusuk pisau di ulu hati Ayda hingga darah bercucuran di baju Ayda iapun menutup mulut Ayda hingga susah bernafas. Ayda mencoba untuk melepaskan tangan Rina yang sudah menutup mulutnya.
Papahnya Aditya terbangun dan tidak sengaja mendengar suara gelas jatuh. Beliau menuju ruang dapur dan melihat Rina denga pisau ditangan tangan kirinya menutup mulut Ayda.
__ADS_1
papahnya pun jantungan apa yang disaksikan didepan mata hingga terjatuh tersungkur dilantai.
Rinapun tersadar atas apa yang dia perbuat, hingga dia berlari ketakutan dan meninggalkan rumah Aditya dengan darah bercucuran ditanganya.
Aditya tersadar dengan suaran jatuh. Iapun keluar dan melihat papahnya jatuh.
Ya Allah pah? ucapnya dengan keras.
Iapun melihat banyak darah dilantai, dan matanya tertuju pada istrinya yang tengah berbaring lemas dengan sekujur tubuhnya darah.
Aditya berlari kerah istrinya dengan meminta tolong. mah, mamah. Rina ini semua pasti Rina? ucapnya panik sambil menangis.
mamahnya Adityapun keluar kamar dan menyaksikan kejadian trasgis tersebut. Ya Allah apa yang terjadi.
__ADS_1
Aditya segera ke garasi mobil dan membawa Adya dengan bercucuran darah segar yang mengalir deras.