
Oh itu, kebetulan papanya Dika sahabat om kamu, jadi dia cerita kalau Dika tidak lama lagi akan nikah.
ohh,,, gitu ya tan.
Ayda dan Aditya berpamitan untuk masuk kamar, Mita,papa dan mamanya Aditya duduk diruang tamu untuk bercengkrama. Mita memang tipikal perempuan yang bisa mencairkan suasana.
Ayda sudah siap dengan jebab khimarnya untuk keluar kamar. Mau kemana sayang? Aditya menarik tangan Ayda untuk melarangnya keluar.
Rina dari bilik pintu mendengar percakapan keduanya. Iapun mengepal tangan dengan mata yang memerah.
Seharusnya kebahagiaan yang Adya dapatkan itu adalah milik saya, awak kamu yaa? saya tidak akan berlama-lama tinggal diam.
Sayang besok sehari lagi kan sisa libur kamu?
__ADS_1
bagaimana kalau besok kita menghadap atasan saya, mengenai pernikahan kita, sebagian syarat sudah saya persiapkan. Kita sudah lama menikah, tapi kamu belum diakui ibu negara. Itu semua juga salah saya seharusnya dari dulu kita menghadap. Saya juga tidak tau konsekuensi apa yang kita dapatkan ketika menghadap nanti.
Iyaa mas,,, dulu mas dimutasi ke Aceh juga gara-gara saya , sekarang mas nikah tanpa pengetahuan instansi juga gara-gara saya yaa? maafin Adya yaa mas. Ucapnya dengan rasa bersalah.
Tidak apa-apa kok, sebenarnya ini memang tugas saya, tapi namanya juga nasi sudah jadi bubur, tapi kalau buburnya dibumbui sedikit kaldu ayam dan ayam sudah enak nih, ucap Aditya sambil tersenyum.
Mas , ini bukan candaan, siapa tau nanti mas dapat hukuman mutasi lagi, atau dipecat jadi TNI. Ucap Ayda dengan serius
Setelah berbincang-bincang dengan keluarga akhirnya mereka memutuskan akan membuat resepsi pernikahan di gedung Ali Hasyimi di Banda Aceh, karena nanti akan ada upacara penyambutan dan mebutuhkan ruangan yang luas dan terbuka. Itupun plainingnya Jika pengurusannya tidak dipersulit. Jelas Aditya pada kedua orang tuanya.
Iyaa sayang, semoga saja kalian bisa melangsungkan resepsi dibulan ini, karena mama juga tidak bisa lama-lama disini.hmm, hmm papanya Aditya berdehem.
mamahnyapun paham, dan memutar balik dengan mengatakan hal-hal yang lain.
__ADS_1
Iya mah, kalau mama sibuk tidak apa-apa kok, nanti kita lihat tanggal yang kira-kira mama dan papa tidak sibuk, ucapnya Aditya dengan sopan.
Tidak nak, mama dan papa akan selalu ada waktu untuk kalian, Apalagi ini menyangkut momen hari bahagia kalian. Oh iya Adya bagaimana dengan mamah dan papa kamu? apa mereka tau berita baik ini? tanya mamahnya Aditya
Belum mah , saya juga nunggu keputusan dikantor mas Adit dulu. Kalau sudah jelas nanti insya Allah secepatnya adya kabrin mama dan papah.
kalau begitu sudah deal kan? Ucap papa Aditya, Azan insya pun mulai menggema. Semuanyapun sibuk mengambil wudhuk dan seperti biasa Aditya menjadi imam shalat.
Setelah selesai dari shalat, Aditya dan Mita sibuk mempersiapkan makan malam , Rina juga ikut membantu menyiapkan semuanya.
semua terlihat adem, Mita mencari-cari kesalahan Rina tidak dia dapatkan, Mita mulai was-was melihat sikap Rina dua hari ini.Iapun menaruh curiga kalau Rina punya rencana yang kurang baik. Tapi Mita tidak mencium yang mencurigakan.
" Semoga saja kali ini Rina benar-benar sudah berubah " pintanya dalam hati.
__ADS_1