
Dalam perjalanan
Stop pak itu rumah saya,,, yang pagarnya cat kuning, tunjuk ayda pada pak jam,,,
Okeee neng, pak jam memberhentikan mobil tepat didepan pagar yang Ayda tunjuk.
Ayda : berapa pak?
Pak jam : gak usah bayar neng, pak aditya sudah ngiklasin untuk eneng.
Ayda : jadi ini beneran bukan taxi pak ya? tanya Ayda dengan polos.
Pak jam : lhoeee si eneng, mana ada taxi semewah gitu neng, inikan mobil pribadinya pak aditya,pak Jam tertawa.
Ayda : pak, sampaikan terimaksih saya pada yang punya mobil, bilang sama yang punya mobil,memaafkan orang itu sifat yang mulia. Ayda langsung menuju rumahnya.
Pak jam : geleng - geleng kepala dan bingung dengan kata - kata ayda, karena baru kali ini ada perempuan yang berani menegur Aditya terang-terangan, biasanya pak jam menerima orderan kirim salam untuk majikannya.
Ayda meraba - raba kunci kontrakannya didalam tas jinjigan,tiba - tiba hpnya berdering.
" iyaaa mah ayda baru saja sampai dirumah "
Apaaa? Kunci rumah Ayda ketinggalan dirumah sana? Adya sangat terkejut dan sangat sial apa yang tertimpa padanya hari malam ini.
Neng masuk terus,,,, pak jam sengaja tidak bergegas dulu sebelum adya masuk kerumahnya.
Dari bilik kaca mobil pak jam berteriak, kenapa neng? Kok belum masuk? Penuh dengan kekhawatiran,,,,,
Ayda pun menghampiri pak jam, agar tidak berteriak ditengah malam, karena takut terbangun tetangganya yang lain.
Ayda : Pak, kunci rumah saya tertingal di rumah orang tua saya di bandung, ucapnya dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
Aditya : pak,,, karena dia saudara bapak, untuk malam ini suruh saja nginap dirumah kita, jawab Aditya dengan nada coolnya dan mata tertuju kearah depan jalan tanpa melihat kerag siapapun.
Pak jam : iyaaa den, ucapnya ,tapi Pak jam sudah merasa tidak enakan karena sudah berbohong, kalau mereka bukan saudara seperti yang Aditya pikirkan.
Rumah Ayda dengan Aditya tidak jauh hanya selang beberapa rumah saja.
Adya menolak tawaran Pak Jam dan memilih untuk duduk didepan rumah. Tidak usah pak Jam saya tunggu disini saja, beberapa jam lagi juga sudah pagi.Jelasnya sambil tersenyum pada pak Jam.
Jangan neng, daerah disini rawan, lebih baik neng bermalam dirumah pak Aditya saja.sara pak jam
tidak banyak bicara lagi, Ayda ikut saran dari pak Jam
Tiba dirumah,
pak Jam, saudara bapak suruh tidur dikamar sebelah saja yaaa? Jangan dikamar tamu, kata bik na kamar tamu baru siap disapu,jadi masih ada debu.
Ayda beranjak kekamar yang ditujukan oleh pak jam, iapun masuk kekamar dan langsung mengunci pintu.
Setelah beberapa menit beristirahat, Ayda keluar kamar dan ia melihat Aditya dengan balutan baju Kapten diatas bahunya banyak baret-baret berjejaran dikerah kana dan kirinya.
Tanpa disadari pak jam memperhatikan Ayda yang sedang melihat photo sang majikannya.
neng,,,, gak heran semua pada suka dengan den Aditya,selain ganteng, baik dan berhati mulia,, hanya saja orangnya tidak banyak bicara, bahkan beliau tidak mau di kawal oleh siapapun dalam kesehariaanya,padahal pangkat yang beliau sandang sudah ada bodyguard karena beliau Abdi Negara.
Aydapun berpamitan untuk beristirahat karena kelelahan dalam perjalanan.
Karena orang tuanya berada diluar negeri dan kebutulan kamar tamu baru dibersihin terpaksa Aditya memberi kamar itu pada tamunya Pak Jam.
Ayda : rasanya seperti tidur dihotel berbintang lima,rupanya simamat itu baik juga ya walau orangnya seperti batu.
Bik nah, pak jam itu yang dikamar tuan dan nyonya siapa?
__ADS_1
Pak jam : Bercerita dari A sampa z, dan pak Jam juga merasa bertanggung jawab karena telah berbohong pada majikannya.
Biknah, bukannya saya menuduh orang tidak baik, tapi tolong awasi gadis itu dirumah ini. Demi keamanan juga, jelas pak Jam pada bik Inah.
ooooh gitu yaaa kata bik nah,saya pikir itu pacarnya den Aditya,,, cantik dan imut banget yaa, seperti artis india prety zhinta,kata Bik na dengan polos.
tok,,, tok,,,, hpnya adya berbunyi.
iyaa mah,,, iyaaa,,,,
jadi Ayda beberapa hati ini tidur dimana ma? Ini saja saya tidak tau tidur rumah siapa! Untung saja pak Jam yang berbaik hati menlong saya mah,Ayda merengek manja pada orang tuanya.
Aturannya hari ini kunci rumah, dikirim oleh orang tuanya. Tapi pagi - pagi buta mamanya telfon yang intinya mereka tidak sempat mengirim kunci karena buru - buru berangkat keturky urusan kerjaan papanya, untuk satu minggu kedepan.
Ayda menelfon mita,untuk meminta bantuan sahabatnya agar bisa tinggal dikosannya untuk satu minggu, gayungpun tidak bersambut.
Mita kedatangan ayah dan ibunya,dia juga mempunyai adik kembar tiga.Otomatis rumah mita dipenuhi oleh orang tuanya sendiri.
Maaf yaaa ay,,, tidak bisa membatu kamu?
" yaaa dimaklumin kok " jawab Ayda dengan sedih.
Neng,,, saya bik na pembantu rumah sini,,, mari kita sarapan pagi,sebelum eneng berangkat?
Bikna mendengar percakapan antara Ayda dengan Mita.
Bikna mengatakan,maaf neng tadi saya mendengar percakapan eneng di hp, karena pak jam bilang sama den Aditya kalau neng adalah saudara beliau,jadi biar masalah ini diselesaikan oleh pak jam. Bikna kasihan mendengar obrolan Ayda dengan temannya.
Pak jam ? panggil bik na,,,
Pak jam ?
__ADS_1
kaduanyapun berbisik, dan pak Jam mengatakan. Neng untuk sementara tinggal saja dulu disini sebelum kunci rumah eneng dikirim oleh orang tua neng.
oooh,, tidak usah pak bikna, saya sewa apartemen saja untuk satu minggu. ucap Ayda dengan menolak dengan sopan.