
Waktu sempit jika dipergunakan dengan baik akan terasa lebih lama dan bermanfaat.
Setelah pulang dari kelehan wara wiri dalam perjalanan. Ayda dan Aditya memilih jalannya masing-masing. Selasai shalat berjamaah Adya beristirahat dikamar. Sedangkan Aditya memlilih ikut duduk dan bergabung dengan para turis lain, mereka sedang membakar api unggun. Adityapun disambut dengan ramah oleh para turis lainnya.
Tiba - tiba dikejauhan dia melihat sosok istrinya dengan para teman-teman sebayanya sedang berselfi ria antara teman laki-laki dan perempuan. Dan sontak dia kaget karena dia melihat perubahan besar pada sosok Ayda dia memakai celana jins ketat dengan baju kemeja putih beserta jelbab yang tidak menutupi seluruh rambutnya.ia keheranan dan ketika mengucek mata dia sadar kalau itu gadis-gadis remaja yang melakukan pertualangan dilaut nan indah.
iapun terseyum sendiri, gadis lainpun terlihat wajah istrinya. Iapun melanjutkan permainan api unggun bersama turis yang baru ia kenal, mereka juga saling sharing kapan pergi , pulang dan how about sabang ?
Setelah merasa puas dengan menikmati alam, Adityapun menuju kepenginapan istrinya. Terdengar suara minta tolong dari kejauhan, sudah jiwa seorang Abdi negara mendengar suara minta tolong. Aditya dengan sigap mencari arah suara tersebut.
Dari remang-remang malam terlihat ada dua sosok laki-laki yang mencoba menganggu gadis remaja. Tiba-tiba Aditya menghampiri ketiga remaja tersebut. Gadis itu langsung berlari menuju arah Aditya dengan mengenggam tangannya, keduanya tidak mengenali wajah karena suasana malam yang remang-remang. Aditya merakan kalau pegangan sang gadis merupakan permintaan tolong selamatkan dia.
__ADS_1
sayang, kamu lama sekali jemput aku, ucap sang gadis dengan manja. Kamu lihat kedua laki-laki mencoba merayu saya, untug kamu datang tepat waktu.
Adityapun kaget dengan tutur kata sang gadis dan ia lebih memilih untuk mengaj duel kedua remaja yang mencoba menodai anak gadis orang.
setelah mendapatkan beberapa tendangan keduanyapun minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan lagi.
gadis tersebut menyodorkan uang dua rastus ribu rupiah sebagai tanda ,Terimakasih yaa pak, sudah membantu saya. Ucapnya sembil memberi uang.
okee kalau begitu, semoga suatu hari nanti saya juga bisa membantu bapak ucapnya sambil berjalan kearah penginapannya.gadis tersebut memutar arah dan berbalik.
oh yaa pak,,,maaf tadi saya pegang tangan bapak, kerna situasinya lagi rumit. Dan satu lagi bapak jangan pernah kepedean, karena pegang tadi itu bukan beralti aku cewek murahan.ucapnya dengan nada sinis seolah-olah laki-laki yang menolongnya demen atas apa yang terjadi.
__ADS_1
Aditya hanya bisa tersenyum melihat kepolosan sang gadis remaja, ia juga penasaran ingin melihat wajah gadis itu seperti apa, selucu apa?
iapun memandangi gadis itu sampai dipastika kalau gadis tersebut aman.
setelah memastikan ia aman, Aditya kembali lagi kepenginapannya.
ketika membuka pintu, ia melihat Ayda dengan balutan mukena sedang melakukan shalat, Aditya melirik jam ditangannya dan menunjukkan sudah pukul tiga.
Kondisi laut memang menjebak setiap orang, keindahan makin malam makin indah membuat seseorang lalai dengan suana nyamannya.
Ayda mengakhiri salam dan melihat baju suaminya kotor dengan pasir dan dikepalanya ada luka kecil yang mengeluarkan darah.
__ADS_1
Mas,,, kenapa bajunya kotor? dikepa mas kok ada darah? ucap ayda dengan panik.