Cinta tertaut pada sang Kapten

Cinta tertaut pada sang Kapten
siraman rohani dari sang istri


__ADS_3

coba kalau mas bayangkan banyak anak-anak diluar sana orang tuanya sibuk dengan karil dan anaknya terjerumus narkotika?


Aditya pun beristiqfar , dan meredam emosinya. Ya sudah sayang ayuk kita pulang, kalau ada waktu kita akan datang lagi kesabang yaa. Ucapnya pada istrinya sambil memegang pipi istrinya.


Ayda mengemaskan semua barang beserta tas jinjing. Dalam perjalan pulang mereka juga menyempatkan diri untuk memberi beberapa buah tangan yang ada disabang, baju coplel suami istri yang bertulisan I LOVE SABANG dan beberapa buah tangan lainnya.


Aditya membeli tike kapal cepat, hitungan permenit merekapun tiba dipelabuhan. Teryata kapal cepat lebih cepat seperti yang saya bayangkan ucap Aditya sambil memeluk istrinya untuk mengiring menuju daratan.


iyaa mas, tau gini kemarin kita naik kapal ini saja yaa? ucap Ayda sambil tersenyum kearah suaminya.


Yasudah kamu tunggu disini dulu yaa? saya mau cari mobil yang dekat daerah sini. Kalaupun mobilnya tidak ada nanti saya coba telfon taufid aja untuk jemput kita. Ucap Aditya pada istrinya.


Ayda melihat anak-anak yang casanemo dan gadis yang mirip dirinya. Merekapun saling tegur sapa dan berpamitan untuk pulang kejakarta.


Teman-teman Sherli meminta mereka photo bersama. Adyapun ikut gabung dan berswa photo bersama para gadis remaja.


merekapun meninggalkan Adya, Aditya hanya melihat mereka dari kejauhan.

__ADS_1


mas, itu sherli yang mirip dengan saya tunjuk Adya pada suaminya. Tapi Aditya tidak menghiraukannya. Taufid menelpon Aditya untuk segera menjemput Aditya.


mas tadi kami juga sempat photo bersama, hp saya low batt jadi tidak sempat berphoto dengan hp saya. Jelas Ayda pada suaminya.


iyaa sayang, besok - besok kalau mau kenalin mas jangan ketika orang sudah pergi. Jadinya kan tidak nyambung aja kalau tidak jumpa orangnya langsung. Jelas Aditya pada istrinya.


iyaa mas saya juga heran kenapa ketika mas ada mereka tidak ada , ketika mas sudah disini giliran mereka yang pergi. padahal tadi kami lumanyan lama berphoto dan ngombrol-ngobrol.


tiba-tiba mobil taufid sudah didepan mereka.


kok hanymoonnyan secepat kilat pak ucap taufid sambil tersenyum.


oh iyaa pak, kemana saja sudah jelajahi sabang? sudah sampai ke kilo meter Nol? gapang?


planing sih ada, tapi terganggu karena ortu saya ke Aceh. Ucap Aditya sambil melirik istrinya.


seketika wajah Ayda berubah, Aditya melanjutkan pembicraan tadi. Kan orang tua harus diutamakan ucap Aditya sambil berkedip mata pada istrinya.

__ADS_1


kali ini Ayda langsung mencubit pinggang suaminya.


au auh,,, sakit nyonya Aditya ucapnya dengan manja.


tafid sedari tadi dikacangin dengan kemesraan pasangan yang sedang dimabukkan cinta.


beberpaa menit dalam perjalanan dan hampir sampai dirumah Aditya, ia memberi sedikit kado untuk taufid berupa baju I LOVE SABANG dan kue-kue bapia khas sabang untuknya.


kedua orang tua Aditya terlihat duduk manis diteras depan dan Rina duduk diantara mereka bertiga.


papahnya Aditya memeluk Aditya , iapun mebalas peluk papanya.


Ayda juga bersalaman dengan mamahnya Aditya. Maa,, apa kabar? mama dan papa sehat tanya Adya dengan sopan pada kedua mertuanya.


Aditya langsung masuk kekamar dan langsung memilih untuk istirahat.


Adya melihat raut wajah mertuanya seketika berubah kecewa.

__ADS_1


Maaf maa,,, paa sebenarnya Aditya kurang tidur jadi tubuhnya kurang fit. ucap Ayda


.


__ADS_2