
Iyaaa nak,,, kamu apa kabar ? Maafin mama dan papa yaa? baru sekarang kami besuknya. Ucap mama Aditya.
iyaa ma, tidak apa-apa, yang penting mama dan papa sehat. Oa mas Aditya juga bawa ini untuk mama dan papa.
Papa Aditya dengan wajah ceria langsung membuka oleh-oleh yang diberikan oleh menantunya. Baju kaos bewarna putih dengan gambar dua orang tua sedang sibuk dengan kerja dan si anak dititipkan pada pengasuh, hingga anaknya dewasa. Dan itu digambarkan ibarat dirinya.
Wajah ceria mama dan papa Aditya berubah menjadi sedih. Ayda dan Rina saling melirik pada keduanya. Tante sepertinya kue bak pia Sabang enak ya? yuk kita buka. Ucap rina mencairkan suasana.
Ayda juga sibuk mengambil kue-kue yang lain.
Cukup nak, kami bukan anak kecil lagi, papa dan mama memang bukan orang tua yang terbaik untuk Aditya. Bahkan sejak Aditya masih kecil kami hanya mementingkan karil. Ucap mertua Ayda sambil menunduk.
__ADS_1
Iyaaa sayang, Aditya tidak salah, bahkan dari dulu dia tinggal dengan eyangnya. Pernah suatu hari Aditya tidak mengenali kami. Karena umur Aditya masih lima tahun dan kami keparis tiga tahun tidak pulang.
Iyaa ma, walau bagaimanapun mama dan papa juga telah sukses membesarkan Aditya hingga dia menjadi Abdi negara yang baik. Ucap Adya sambil memeluk mama mertuanya.
Rina menyaksikan kearban keduanyapun mulai muak dan memilih masuk dalam rumah. Dasar caper ucapnya dengan pelan.
Terimakasih sayang karena sudah menjadi istri Aditya. Mama dan papa titip Aditya ya? Maafin mama dan papa karena baru sekarang kita bertemu. Mama bersyukur teryata Aditya punya istri terbaik. Puji mamanya
Papa mau lihat-lihat sebentar kalian masuk saja dulu. Ucap papa Aditya sambil berjalan menuju ke arah mesjid.
Ayda kamu pasti kelelahan, kamu istirahat saja dulu, pasti kamu juga pegal kan?
__ADS_1
" ya sudah mama juga istirahat ya " Ayda kekakamar dulu ma yaa? Ucapnya dengan sopan.
Setelah masuk kamar Ayda melihat Aditya sedang memandang photo kedua orang tuanya, didalam photo tersebut Aditya digendong oleh papanya dan mamanya tersenyum bahagia.
Sayang, setiap orang tua pasti ada plus minusnya. Begitu juga mama dan papa, kita sebagai anak bukan mengenang kejelekan masa lalu mereka. Tapi tugas kita sebagai anak membahagiakan orang tua. Karena diusia mereka sekarang hanya kebahagiaan batin yang mereka butuhkan, bukan harta atau benda. Adya menasehati suaminya agar hati suaminya luluh.
Iyaa sebenarnya saya juga kasian pada mereka , tapi hati ini belum bisa. Sejak kita menikah tidak pernah menayakan kabar kita bagaimana? Apa yang terjadi? Apa kamu bahagia atau tidak ? Bahkan nyawa anaknya hampir melayang mereka tidak mau tau. Jelas Aditya dengan wajah yang sedih.
Mas, Ayda menarik tangan suaminya dan membuka pintu kamar. Mas coba lihat kearah depan , Aditya melihat mamanya sedang duduk sendirian sambil menunduk kebawah, sesekali menyeka air matanya.
Mas bisa lihat kan? mungkin dimata mas mama dan papa berhati batu. Tapi mereka kesini bermodal nekat, bahkan mereka membuang rasa ego untuk berjumpa dengan kita. Saya yakin setiap mereka datang mas selalu mengulang luka lama.
__ADS_1