
Beberapa Bulan Kemudian
Suasana menjadi normal kembali,
Mita hampir selesai dengan tugas coasnya, mama dan papa Aditya kembali lagi dengan jobnya yang super padat.
Aditya membawa beberapa ikat bunga mawar berwarna merah dikuburan istrinya. Iapun berpamitan untuk pergi bertugas ditempat yang baru.
hanya doa yang bisa menghubungkan keduanya, Semoga Allah melapangkan kuburmu dan mengampuni dosa-dosa mu, terimakasih karena telah menjadi bidadari syurga dalam hidup mas. Ucap Aditya dan inilah kata-kata terakhir pada istrinya.
Aditya diantar oleh para sahabat barunya dengan salam hormat. Terlebih Taufid dia menangis terisak karena selama ini hanya Aditya yang selalu dekat dengannya dan mebantu keuangannya selama ini.
walau Ayda telah tiada mama dan papa Aditya tetap menunaikan nazarnya ia menitipkan sepuluh tiket umrah untuk pengurus mesjid dibanda Aceh, Aditya juga memberi satu tiket umrah untuk taufid.
taufid hanya seorang pembersih kantor tapi dia dekat dengan Aditya. Taufid bersujud syukur atas tiket yang diberikan oleh orang tua Aditya karena secara materi dia tidak sanggup untuk mengunjungi rumah Allah. jika Allah berkehdak memanggil hambaNya banyak jalan menuju mekkah.
__ADS_1
Setelah tiba dibandara Aditya langsung menemui partner barunya.Ia bertemu agen rahasia berjumlah lima orang. Sebelumnya Aditya juga telah memperlajari keahlian masing-masing menurut laporan yang dia dapatkan.
Setelah saling memperkenalkan diri Aditya langsung ke inti pokok permasalahan dua diantaranya berkecimpung dibagian kampus dan tiga bagian akademik dikampus.
ketiga diantaranya menyamar jadi mahasiswa semester pertama. Sedangkan yang lain bekerja dibidang akademisi, gunanya untuk mengetahui informasi-informasi mahasiwa baru.
Baru-baru ini banyak penyusup berkedok mahasiswa untuk menggunakan IQ mahasiswa asli untuk meracik bom dan obat-obatan terlarang.Mereka memanfaatkan mahasiswa cerdas untuk kepentingan jahatnya.
Aditya , semmi dan jodi sebagai mahasiswa semester ke tiga sedangkan amir, asraf dan dedi bagian akademisi.
Merekapun merubah namanya dengan nama palsu .semmi sebagai amir, asraf sebagai iqbal.
Aditya posisi disini sebagai mahasiswa yang cerdas. Sedangkan semmi atau Asraf sebagai mahasiswa bermata duitan.
Aditya dan kedua temannya kuliah dijurusan kimia. jadwal masuk kuliahpun berbarengan sesuai SKS yang mereka isi.
__ADS_1
Setelah semua rencana tersusun rapi mereka saling berpamitan dan berjumpa kembali besok pagi dikampus.
Aditya menyewa kosan dekat dengan kampus, untuk kekampus ia cukup berjalan kali dan langsung sampai.
sebelum mereka melakukan aksi pihak r
Rektor kampus saling bekerja sama demi kepentingan dan kemaslahatan bersama.
Tak banyak mata kuliah yang harus Aditya pelajari karena dulu Aditya kuliah dengan nilai istimewa.ipknya diatas rata-rata, bahkan ia juga mendapatkan nilai cumlaude ketika wisuda s1 dan s2.
Setelah mempersiapkan buku-buku bacaan sesuai dengan bidang study Adityapun mulai mempelajari materi yang akan disampaikan oleh dosennya besok pagi.
ia membaca sampai ketiduran, bunyi telfon dari mamahnyapun tidak dia dengar. Kedua orang tuanya tau kalau Aditya sedang melakukan visi dan misi dikampus. Walau penuh dengan was-was mereka juga bangga pada Aditya karena Aditya tidak pernah gagal dalam misinya. Merekapun merasa lega karena Aditya sudah bangkit dari keterpurukan.
Sejak kejadian di Aceh, mama dan papa Aditya sudah saling berkomunikasi dan sangatlah dekat.
__ADS_1