Cinta tertaut pada sang Kapten

Cinta tertaut pada sang Kapten
happy ending


__ADS_3

Aditya memakan kaos berwarna putih dengan celana jins biru muda, terlihat begitu gagah dan tampan. Begitupun dengan Adya ia juga mengenakan pakaian yang senada dengan suaminya. gamis putih broken dengan jelbab biru muda , dengan wajah yang anggun terlihat begitu cantik. Aditya terpana melihat istrinya yang cantik, begitu pula dengan Aditya terlihat tampan oleh istrinya.


ketika melewati para pelayan hotel mereka terkagum-kagum melihat kedua pasangan ini terlalu sempurna dimata manusia. Bahkan ada yang memuji kecantikan mereka secara terang-terangan.


adek-adek ini serasi banget yaa? udah yang cewek cantik yang cowok juga cakep. ucap seorang ibu yang bertugas sebagai pencabut rumput di casanemo tempat mereka menginap. Ibu itu mencubit kedua pipih Aditya dan Adya dan mereka pun tersenyum sambil bersikap ramah pada ibu tadi.Pasti pnegantin baru kan? tanya ibu yang lain.


Untuk mempesingkat percakapan Aditya membalas iyaa bu. Oh iya kami permisi dulu ya? mau cari makan diluar.


Aditya langsung menarik tangan istrinya sambil berpamitan pada ibu-ibu yang berdatangan pada mereka. Keduanya merasa risih dipandang oleh orang-orang disekeliling mereka. Padahal turis-turis yang lain berlalu lalang didepan mereka. Tapi hanya kedua pasangan ini yang selalu dipantau.Mungkin karena kecantikan asli indonesia bukan perpaduan negara luar.

__ADS_1


Aditya merental mobil untuk tiga hari disana , Adya mengikuti kemanapun dibawa oleh suaminya, karena dia juga memang tidak pernah kesabang.


Dalam perjalanan mereka melihat pemandangan disekelilingnya begitu indah , bukit perbukit yang sesekali ada cafe-cafe kecil dengan lampu hias disenjang area, benar-benar tempat wisata nan indah.


Teryata sabang dengan bali lebih indah pemandangan sabang yaa? ucap Aditya


Akhirnya tempat yang mereka tuju telah tiba, Aditya langsung memesan sate gurita yang ia lihat diphoto. Satenya cuma satu porsi saja, Adya terlihat sebel dengan hidangan makanan sang suami. Aditya tersenyum melihat Adya manyun.


Sayang makan satu piring berdua lebih romantis dari pada makan satu orang satu. Ucap Aditya sambil memberi satu tusukan sate gurita pada istrinya.

__ADS_1


Adyapun memakanny yang sesekali bertukaran suapin. Keduanya menikmati sate gurita dengan penuh canda dan tawa. Semua sate telah habis keduanyapun sangat menikmati walau hanya satu berdua.


Ya sudah sekarang waktunya menuju mie sedap Sabang, ucap Aditya dan mengambil tangan istrinya untuk berdiri.


Mas, orang-orang pada liatin kita semua loh, malu tau? ucap Adya sambil melepas tangan suaminya.


Malu kenapa? kamu kan istri sah mas, ucap Aditya dengan tersenyum. Aditya melihat pengunjung hanya beberapa meja saja. Perhatian semua, orang-orang yang berada disana pada melihat himbauan dari Aditya,


" karena hati saya sedang berbahagia saya mau kebahagiaan ini menjadi berkah untuk hubungan kami kedepan, maka dari itu semua masakan yang sudah kalian pesan saya bayar semua". sontak semuanya bertepuk tangan dan mengucapkan terimakasih beserta doa-doa terbaik diucapakan pada pasangan yang berbahagia. Adya menunduk malu sesekali melihat kearah semua tamu, hanya bisa tersenyum grogi. Adya melihat kearah suaminya yang sedang sibuk bersalaman dengan para pengunjung dan mengucapkan selamat, terlihat begitu bahagia. Adya meneteskan air mata bahagia. Sebelumnya mereka tidak pernah merasakan kebahagian yang seutuhnya.

__ADS_1


__ADS_2