
Sembari lagi berbaring dikamar tamu, tiba - tiba hpnya Ayda berdering.
Dan tertulis dilayar hp my mother call
Maaaaa, mama kok tega banget yaa? ngebiarin anak gadis mama tinggal dirumah orang yang tak dikenal ? coba kalau mereka bandar sabu atau heroin maaa,,,, Ayda langsung ceplas ceplos tidak mendengar penjelasan mamahnya. Ia sangat kesal pada orang tuanya.
" iyaaa sayang maafin mamah,karena papa kamu buru- buru harus berangkat dalam jam itu juga, jadi mama juga pusing dan sangat menghawatirkan kamu tidur dimana dan sama siapa? kamu baik-baik saja nak kan? tanya mamanya Adya dengan khawatir terjadi sesuatu pada anak gadis semata wayangnya.
" Apapun profesi keluarga itu mamah harus berjumpa dengan mereka untuk berterimakasih padanya, karena telah menjaga anak mamah dengan baik, ucap mama Ayda pada anaknya.
Tolong kirim lokasi rumahnya ke hp mama yaa sayang,pinta mama ayda untuk menuju kesana.
Iyaaa mah, sekarang saya kirim di whattsup yaaa?
Akhirnya bisa pergi dari rumah ini, ucap Ayda dengan senang dan gembira!
Ting tong,,,, ting tong
Bel rumah berbunyi, Ayda pun beranjak untuk membuka pintu.
Om,, tante,bikna, sapa Ayda sambil membuka pintu.
Ayda menarik tangan Mita dengan penuh kebahagian karena orang tuanya telah memberi kabar dan lagi menuju kesini.
Ayda, tunggu nak?
__ADS_1
Kalian kemana saja kenapa pisah dari kami? Padahal kita perginya bareng, Aditya bawa kamu kemana saja?
Ooooh ini tan, ketika dilampu merah kami kehilangan jejak, udah beberapa kali putar arah untuk mencari mobil tante, malah nyasar ketempat lain.
Mita pun melihat hpnya teryata hp mita habis batry.
Oh begitu yaaa,,,, yasudah kalian istirahat saja yaaa ''tante juga sudah capek, mau istiharat juga.
Rina melihat sinis kearah Ayda, dan langsung menuju kamar atas untuk jumpa dengan Aditya.
Tanpa mengetuk pintu,
Dit, cewek kecil itu siapa sih? kok ngekor kamu hari ini? Kalian pergi kemana saja? kok tidak nyusul kami?
Aditya : oooh ini karena hilang jejak dari kalian, perut juga udah keroncongan,jadi kami makan pizza karena itu yang dekat ketika kami mengejar mobil papah.
Dit,,,, ada hal penting yang perlu kita bicarakan. Rina pun menutup pintu kamar Aditya.
Rina memeluk Aditya,
" Bagaimana kalau kita pacaran saja "
Dengan Spontan aditya mendorong rina, hingga membuat rina terkejut terbanting.
Rin kamu kan tau sendiri, kalau kita ini tidak cocok pacaran, hanya kamu satu- satunya sahabat saya yang paling dekat dengan saya,tidak mungkin banget kita pacaran Rin ? karena dihati aku kamu adalah sahabat spesialku, tidak ada yang bisa mengantikan posisi kamu dihatiku,please rin jangan ulangi kata-kata itu terus, selama ini saya selalu menjaga agar tidak emosi ketika kamu mengajak pacaran.
__ADS_1
ini kesepuluh kali Rina menawarkan diri untuk menjadi pacarnya bukan sebagai sahabat.Tapu tidak ada yang tau kalau Adityalah yang menolak untuk hubungan lebih serius.
" bukankah selama ini hubungan kita baik - baik saja dit ?Apa salahnya kalau kita mencoba untuk lebih serius".
Jangan - jangan dihati kamu sudah ada perempuan yang lain? Hingga ini alasan kamu untuk menolak jadian sama saya?
Rin,,, seumur hidupku tidak ada rasia yang kamu tidak tau! Apalagi masalah cinta.
"" Rin,,,, tolong hargai persahabatan kita, dan jalanilah hidup masing - masing seperti dulu.Rina yang saya kenal sebagai sahabat terbaikku.
dit,,, saya juga sudah berusaha apa yang kamu katakan, tapi tetap tidak bisa,,, saya juga bingung harus bagaimana? Sehari tidak mendengar kabar darimu, hati ini terasa gelisah, makanya sengaja saya cuti dari kerja untuk memperjelas hubungan kita.
Bahkan saya sudah membooking tempat untuk makan malam, sebagai penyambutan hari jadian kita?
Karena saya yakin kalau kamu tidak akan menolaknya.
Rin,,, tolong jangan membuat saya merasa bersalah dengan sikap kamu seperti ini terhadap saya.
""Dit,,, saya mohon tidak ada salahnya kan kalau kita coba dulu? Rina memegang tangan Aditya.
maaf rin,,, saya benar- benar tidak bisa, justru kalau saya paksakan ujung-ujungnya kamu akan kecewa dan persahabatan kita akan hancur.
Saya memberimu waktu satu bulan,siapa tau nanti kamu akan berubah fikiran.
Rina pun keluar dari kamar aditnya,dengan wajah setengah kesal dan marah.
__ADS_1
Dibalik pintu, mamanya Aditya mendengar percakapan mereka.