Cinta tertaut pada sang Kapten

Cinta tertaut pada sang Kapten
Tuan dan nyonya


__ADS_3

jangan neng, uangnya lebih baik ditabung saja ucap pak Jam, yang mereka tau Ayda bukan anak orang kaya.


Masalah den Aditya biar kami saja nanti yang minta izin, lagian dirumah ini tidak ada siapa-siapa selain bikna dan saya. Jelas pak Jam.


Sudah menjadi tradisi keluarga ini menganggap pembantu dan sopir seperti keluarga, bahkan tiap makan mereka selalu bersama.


Bik na,dan Pam jam seperti ibu dan ayah bagi Aditya sejak dari kecil mereka sudah bersama,dikarenakan kedua orang tuanya ,sibuk dengan bisnisnya diluar negeri.


Tiba dimeja makan Adya duduk disamping bikna. Kebetulan Aditya turun dari tangga dengan mengenakan seragam ala TNI yang terlihat gagah dengan balutan baju yang penuh dengan tententengan baret sang kapten


Aditya duduk berhadapan dengan Ayda, hingga membuat Ayda makin terasa asing.


belum lagi rasa malu dengan kejadian - kejadian didalam pesawat, dan kini berada dirumah sang kapten,yang tidak ada sangkut paut dengan keluarganya, iaa seorang orang asing yang duduk manis dirumah otk ( orang tak dikenal).


" Pak jam mengatakan sesuatu untuk mencairkan suasana tegang keduanya.


Langsung ke poin inti den, mungkin ini agak merepotkan den Aditya,


Kenapak pak jam?


Seperti ada yang serius? ucap Aditya dengan meminum susu digelas.


,,,


,,,


hmmm,,,


Pak jam bercerita panjang lebar yang intinya aditya memberi izin tinggal Ayda dirumah mewahnya, karena yang Aditya tau, Ayda itu adalah saudara pak jam,dibenaknya inilah waktu membalas jasa sang sopir pribadinya yang selalu setia mengantarnya kemana saja.


fikiran Ayda sudah butuh dan iapun mengikuti sara dari kedua pembantu rumah Aditya.


Ayda juga bersiap-siap untuk kekampus.


Tiba dikampus


ay,,, panggilan Ayda oleh sahabatnya,siapa lagi kalau bukan mita.


,,,

__ADS_1


Tadi malam kamu tidur rumah siapa? Maaf yaaa tidak bisa membantu?


Tapi kamu selamat kan?


" halaaah sok care kamu,,, lebay deh "


Iyaa ay,,, saya serius sebenarnya kamu tidur dimana? Kan kunci rumah kamu tidak ada?


"""


"""


Adya mencerita semua kejadian semalam,,


Wal hasil mita shok dan sangat terkejut mendengar cerita adya,,,,.


Mita adalah tipikal sahabat yang sangat penasaran,visi dan misi mita adalah mengekor Ayda untuk masuk kerumah Aditya.


Ay,,, boleh yaaa? Rengekan Mita pada Ayda untuk bisa ikut kerumahnya barunya.


Adya : enggak ah,,, karena itu bukan rumah saya,


Pleasee,,, pleasee yaaa???


Emang saya anak - anak dibilang nakal,,, sahut Mita,,,


okee deh,,,


Tiba dikediaman Aditya.


Waaah itu sih istana bukan rumah,kata mita


ussst jangan norak bisa enggak? Bisik Ayda pada Mita.


Ini yakin tempat tidur kamu Ay? Tanya mita,,


Tiba - tiba mita melihat poster sang kapten dari luar.


Ay ay,,, yaya,,, kenapa Mit? Tanya Ayda

__ADS_1


Ii ii tu cowok yang kamu cerita? Dididia seseorang kapten? Mita dibuat gagap dengan kegagahan photo yang terpampamg didinding rumah tersebut.


Ayda : iyaaa,,, kenapa Mit? tanya Ayda dengan santai.


Aydaaaaaa,,, mita loncat pada Ayda sampai - sampai keduanya jatuh kelantai.


Kamu kenapa sih seperti orang ayyan saja deh, ucap Ayda sambil bangun dan merapikan jelbabnya yang kusut.


cowok itu ganteng banget, jadi ngiler deh lihatnyaaa,,,ucap Mita.


Kamu normal gak sih ay? Masak cowok seganteng itu kamu sia - siain? Kalau kamu tidak mau tolong dong urus saja saya yaaa? Pleaseee bu deee,,,,,


Ayda : kamu makin kesini makin kurang waras yaaa !!! Kamu tau kan posisi saya dalam rumah ini, gara - gara mamah keturky dan tidak kirim kunci rumah jadinya saya seperti anak yang terlantar yang dipungut oleh orang kaya dan diasuh oleh pembantu ,ucapnya dengan sedih.


Tiba-tiba bik inah datang,,,


Ini pasti temennya neng Ayda kan yaa? Kata bikna sambil menunjuk kearah mita,,,,


Iyaaa,,, buk,,, kenalkan nama saya mita,,,


Calonya yang di photo itu, ucap mita dengan wajah cerianya,,,,


Biknapun tertawa,weleh- welek,,,, neng mita ini lucu juga yaaa, saya bikna pembantu disini,


Den Aditya udah seperti anak saya, karena dari kecil den Aditya sudah dengan saya nen,, jelas bikna pada mereka.


,,,


,,,


Mari duduk dulu neng, biar bikna buat minuman untuk kalian.


jangan bik, gak usah repot kata mita pada bikna,


Iyaaa bik,,, tinggal disini saja sudah alhamdulillah banget bik,,, kata Ayda dengan sopan.


biknapun mempersiapkan minuman untuk mereka berdua.


beberpa menit kemudian,,,

__ADS_1


Ting tong,,, ting tong,,,, kalian minum dulu yaaa? Biar bikna buka pintu.


Waaah tuan dan nyonya sudah pulang yaaa? Sini kopelnya nyonya biar saya yang bawa. Ucap bikna, terimakasih biknah. Ucap perempuan paruh baya, umurnya sekitat empat puluh lima tahun. Tapi karena kulit yang cantik terlihat wajah begitu awet.


__ADS_2