
jam tiga lima belas mereka sudah janjian dengan arif, doni,mita dan adya menunggu arif didepan rumah sakit.
arifpun mulai menampak batang hidungnya, maaf ya lama karena sebelum pergi saya ngurus suami adya dulu.jelasnya pada ketiga muridnya yang sedang menunggu.
iya pak tidak apa-apa, jawab mereka serentak.
pak,terimakasih sudah mewakili saya membantu mas aditya. ucap adya
iyaa tidak apa-apa,walau kami baru jumpa tapi aditya sudah seperti sahabat saya kok.ucap arif dengan memberikan senyuman pada adya.
beberapa menit kemudian tibalah mobil yang mereka pesan.
tujuan utama kita meseum tsunami yaa ucap mita pada semua.
setelah tiba dimeseum tsunami mita memegang tangan adya untuk jalan berbarengan.
mita sebelum kita masuk kedalam bapak boleh minta tolong?
boleh pak arif, mau minta tolong apa?
kalian sama doni carikan minuman disekitar daerah sini yaa? tiba-tiba kerongkongan bapak seperti kering.jelas pak arif pada semunya.
oh boleh pak, don yuk ,ucap mita sambil tersenyum pada doni.
__ADS_1
kita masuk duluan boleh ucap pak aditya pada adya.
kita tunggu mita dan doni dulu mas, jawab adya
tapi saya seperti pusing berdiri kelamaan,ucap arif sambil memegang keningnya.
ya sudah yuk mas,kita masuk duluan saja nanti saya telfon mita dan doni untuk keberadaan kita.
merekapun berjalan melewati terowongan untuk menembus nama-nama yang telah meninggal tsunami tertempel pada dinding.
didalam perjalanan arif memegang tangan adya, adya merasa risih atas perilaku arif padanya.
adya memncoba melepaskan tangan arif,
tempat yang mereka jalan memang termasuk salah satu tempat simulasi, didesain khusus untuk mengenang situasi sebelum gempa.galap dan air rintin
k-rintik membuat suasana seakan-akan itulah detik-detik tsunami dua ribu enam dulu.
adya merasakan sikap arif makin kesini makin aneh, setelah melewati tempat tersebut mereka memasuki area nama.
adya hp saya sudah mau habis batry boleh saya pinjam hp kamu untuk senter.tanya arif pada adya.
adyapun memberikan hpnya pada arif, pengunjung yang begitu padat sangat kesulitan untuk bertemu doni dan mita.
__ADS_1
arif mengaktifkan mode pesawat di layar hpnya adya,dan juga dirinya.
mas,mita dan doni ada menguhubungi saya ? tanya adya pada arif.
tidak, apa jauh sekali yaa tempat pembelian air, seharusnya mereka sudah sampai kesini? ucap arif dengan cemas.
iyaa mas, ya sudah mas mau photo -photo tanya ada untuk memecah suasana agar tidak canggung.
oh boleh, arif mengambil hpnya dan mengambil camera depan untuk selfi dengan adya.
adya makin risih dibuat dengan tingkah laku arif, tiba-tiba petugas meseum mengamati mereka sedari tadi sambil berjalan arif memegang tangan adya dengan alasan pusing.
maaf pak, apakah kalian suami istri atau pacar? kalau pacar tolong jangan berpegangan tangan disini.
oh maaf pak, saya pusing jadi harus berpegangan.jelas arif pada salah satu petugas meseum.
sudah lima belas menit didalam meseum doni dan mita tidak kunjung tiba.
saya sudah bosan jalan-jalan disini gimana kalau kita ketempat lain saja,ucap arif pada adya.
kita tunggu doni dengan mita dulu mas,
tapi mereka sejak dari tadi tidak nongol gimana kalau kita kepintu keluar dulu untuk melihat mereka.ucap arif
__ADS_1