
setelah segar dan wangi Adityapun bergegas menuju kedapur menyusul istrinya.
Hari ini tidak usah masak, saya juga sudah mempersiapkan beberapa baju kamu untuk kita kesabang! ucap Aditya dengan tegas.
Ma maksudnya mas? tanya Adya dengan bingung.
iyaa hari ini kita kesabang, kamu juga lagi liburkan tiga hari? saya mau sebelum kamu balik kekampus kamu bisa bersenang-senang dulu diaceh sebagai kenangan disini. Saya dengar pulau sabang indah sekali, tapi saya juga belum pernah kesana.ucap Aditya.
Adya tidak tau berkata apapun, karena selama ini suaminya memang tidak pernah mengatakan apapun, dan ia selalu membuat planing sendiri.Padahal dia juga planing selama libur coas waktunya tiduran dan istirahat, bukan malah piknik.
Adya menuju kekamar dan ia melihat satu copel besar sudah rapi diatas kasur. Dengan barang lumanyan penuh.
ya Allah mas, bahkan detik ini pun saya tidak tau sifat kamu, ucap adya dengan kesal karena planing yang ia rencanakan gagal dan malah mengikuti planig suaminya.
Sayang jangan lama-lama, teman saya audah dari tadi tungguin kita. Ucap aditya dari belakang dan membuat Adya terkejut.
iyaaa mas, ini jga sudah siap.
__ADS_1
keduanya tiba dikapal lambat di ule lee, penupang yang berdesakkan membuat keduanya kehabisan kursi, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu mengatakan pada keduanya, dek naik paling atas saja disana bisa duduk dilesehan,jangan berdiri disini kasian istrinya.
oh,,, jadi diatas bisa naik lagi bu, ucap keduanya.
bisa, kalau anak saya selalu minta naik keatas, jelas ibu-ibu yang lain.
Aditya dan Adya memilih untuk naik keatas, karena dibawah memeng tidak ada tempat untuk duduk.
tiba diatas mereka melihat banyak turis-turis yang sedang asyik berselfi.ada yang duduk diatas lesehan dan ada yang duduk diatas kursi.
tiba-tiba ada seoarang bule menghampiri mereka.
"no, it's my wife"
"ow sorry" bulenya langsung pergi
Adya tersenyum melihat suaminya dengan wajah marah dan terlihat lucu.karena memeluk Adya didepan banyak orang.
__ADS_1
Apa kita kurang mesra yaa ucap Aditya sambil memeluk istrinya dari belakang.Mas malu diliat orang, lepas,ucap Adya dengan suara pelan.
Tidak mau, nanti ada yang tanya lagi kalau kamu adik saya, jelas Aditya berbisik pada telinga Adya, sontak bulu tangan Adya terasa orang yang sedang sejuk karena seluruh pori-porinya terasa seperti gunung kecil.iyaa ia merasa ngilu atas bisikan dari telinga oleh suaminya.
mas,,,
Adityapun melepaskan pelukannya dan tersenyum melihat istrinya grogi. Sebenarnya Aditya juga masih kaku berpelukan dengan istrinya apalagi ditempat umum,tapi api cemburu membuat Aditya kehilanggan rasa malunya.
tiba di pelabuhan semua penumpang turun satu persatu, begitupun dengan Adya dan Aditnya. Tiba-tiba Aditya melihat kapal cepat menyalip kapal bersar, iapun bertanya pada salah satu masyarakat disana, setelah mendengar penjelasan Aditya mengepal tangan , awas kamu tafid yaa? udah saya kasoh tip yang banyak kejain saya lagi.kapal cepat ada ngapain dia beli tiket kapal lambat.
mobil angkutan tiba didepan mereka, mau kemana pak? ucap sang sopir.
casanemo, ucap Aditya,,,
okee,,,,
keduanya naik mobil angkutan umum dan disitu ada beberapa turis perempuan berparas cantik dan seksi.merekapun mengerdipkan mata pada Aditya.
__ADS_1
Adya melihat reaksi tersebut, langsung terbakar api cemburu.