Cinta tertaut pada sang Kapten

Cinta tertaut pada sang Kapten
berubah demi kebaikan


__ADS_3

walau begitu Aditya juga mengatur waktu antara melayat makam istrinya dan masuk dinas.


setelah tujuh hari berlalu


Mama dan papa Aydapun meninggalkan mereka semua.


Nak Aditya terimakasih karena telah menjaga Adya dengan baik selama ini. Hidupmu masih panjang nak, jangan berlarut dalam kesedihan. Menikahlah dan hiduplah bahagia dengan pasangan yang baru kelak. Itulah nasehat terakhir martuanya.


Aditya mendengar kata-kata itu bagaikan petir disiang bolong. Sakit dan sangat sesak, iapun hanya menunduk dan menghormati kedua mertuanya.


Mita juga berpamitan pada kedua orang tua Aditya dan juga pada Aditya.

__ADS_1


Langkah kaki yang ia lalui terasa berat, iapun tidak tau kemana arah yang dituju, hatinya kosong dan hampa. Puluhan whatssup dan telfon dari Dika tidak satupun dibalas.


Aditya tidak nafsu untuk sarapan bahkan dia juga hampir tidak makan dalam beberapa hari.


kadua orang tua Aditya hanya bisa menangis melihat anaknya tersiksa.


Aditya masuk kekamar dan melihat Map yang berisi persyaratan untuk resepsi pernikahannya dengan almarhum istrinya.


mamahnya berlari menuju kekamar Aditya dan melihat Api yang mulai menjalar kejendela.


Ya Allah dit, kenapa kamu jadi begini nak? kalau apinya makin besar sama saja dengan bunuh diri dan mati dalam keadaan kafir. Ucap mamahnya sambil menyirami api yang ada di jendela.

__ADS_1


Aditya tersadar dari lamunannya dan segera membantu mamahnya.


Dit, mama melihat kamu akhir-akhir ini seperti manyat yang berjalan. kamu menjalani semua tugasmu tapi hati dan fikiran kamu tidak bersama kamu. Kamu masih muda dan umurmu masih panjang. Hiduplah seperti orang-orang lain.


Semua orang juga pernah merasakan kehilangan, tapi mereka bisa bangkit lagi.


mama mau kamu juga seperti orang lain, bisa bangkit dari keterpurukan. Kalau kamu begitu terus sama saja kamu menginginkan kehilangan kami. gertak mamahnya.


Ya Allah mah, kenapa mama berbicara begitu? Adit juga sedang berusaha untuk bangkit dan berusaha untuk hidup tanpa istri adit. Tapi semua itu butuh waktu mah, tidak segampang ini. Jelas Aditya pada orang tuanya.


mama Adityapun keluar kamar dan menyeka air matanya.

__ADS_1


Aditya mulai sadar dia tidak bisa hidup dalam keterpurukan terus menerus.


__ADS_2