Coba Cintaku

Coba Cintaku
Chapter 18


__ADS_3

...Happy Reading 🥰...


...----------------...


Ceklek


Pintu terbuka. Menampakkan seseorang dengan kaos putih dilapisi kemeja kotak-kotak yang sengaja tidak dikancingkan. Ditambah ransel hitam yang digendongnya.


"Assalamualaikum!" salamnya.


"Waallaikumussalam. Elo bang," balas Fiki.


"Iya lah. Emang Lo ngarepnya siapa?" tanya Shandy dengan menyatukan alisnya. Iya yang datang mengetuk pintu tidak lain adalah seorang Shandy.


"Nggak siapa-siapa." acuh Fiki yang langsung membalikkan tubuhnya dan kembali menemani Laras di ruang tamu. Shandy yang memang sudah lelah setelah ngampus juga langsung masuk ke dalam rumah.


"Siapa Fik?" tanya Shandy saat melihat Laras.


"Temen gue," jawab Fiki sambil kembali mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Temen apa demen?" ucap Shandy cengengesan.


Fiki berdecih. "Apaan sih bang. Dibilang temen juga," sewot Fiki.


Shandy tidak menggubris Fiki dan berganti bertanya pada Laras. "Lo pasti si Cantik Cantik itu kan?" tebaknya ngawur.


Fiki menatap Shandy dengan tatapan elang. "Nggak usah sok tau bang!"


"Lho__ emang bukan ya?" tanya Shandy pada Laras.


"Bukan kak. Saya Laras," jawab Laras tersenyum manis.


"Oh sorry-sorry, gue kira Cantik. Habisnya si Fiki ceritanya Cantik doang sih. Kan wawasan gue jadi sempit," ceplos Shandy tanpa dosa.


Fiki yang tidak terima karena Shandy mengumbar privasinya langsung melayangkan bantal sofa pada abang nya itu.


Buggh


"Aduh!" keluh Shandy.


"Udah, mandi sono bang! Badan Lo bau," Fiki mengalihkan pembicaraan.


"Sembarangan Lo pikipaw!" Shandy melempar kembali bantal sofa itu pada Fiki. Untungnya Fiki dengan sigap langsung menangkapnya.


"Emang bener kok!"


"Gue tandain Lo!" sungut Shandy. Fiki hanya menye-menye.


Laras terkekeh melihat kelakuan adik kakak itu.


"Maafin abang gue yang sok tau itu ya Ras. Bang Shan emang gitu orangnya," Fiki menggelengkan kepalanya.


"Iya santai aja," Laras masih tersenyum geli.


'Huft__ Segitu istimewanya ya Tika buat Lo Fik. Sampai Lo ceritain dia ke abang Lo. Andai gue yang di posisi dia,' batin Laras tersenyum miris.


Sementara itu di rumah Cantika. Dia sudah siap untuk pergi dan berpamitan pada sang bunda yang sedang menyiram tanaman di teras.

__ADS_1


"Bund, Cantik izin keluar bentar ya."


"Kemana?" tanya sang bunda dengan tangan kanan yang memegang selang air.


"Mau jenguk teman. Sebentar aja, boleh ya?" pinta Cantika dengan puppy eyes.


"Iya boleh. Tapi sebelum maghrib harus udah pulang ya!"


"Siap bund!" Cantika sumringah.


"Emang mau berangkat sama siapa?"


"Sendiri. Pesen ojol."


"Nggak ada temennya?" bunda khawatir jika membiarkan anak perempuannya keluar seorang diri.


"Nggak ada. Udah nggak pa-pa, in syaa Allah aman kok," Cantika mengangkat jempolnya.


Tiba-tiba terdengar suara deru motor yang memasuki rumah Cantika. Laki-laki yang menaiki motor Ducati warna merah itu langsung mematikan mesin motor dan menstandarkan motornya. Tak lupa ia melepas helm full face miliknya.


"Eh nak Fenly!" seloroh bunda Cantika.


'Ngapain tu bocah ke sini!' batin Cantika sambil melipat kedua tangannya.


"Iya tante. Assalamualaikum!" Fenly menyalimi bunda. Membuat wanita itu memindahkan selang air ke tangan kirinya.


"Waallaikumussalam!" jawab Cantika judes.


"Waallaikumussalam. Eh kebetulan ada nak Fenly," girang bunda.


"Emang ada apa tante? tanya Fenly dengan kening berkerut.


"Ma__


"Nggak jadi!" potong Cantika.


"Kenapa?" Fenly menatap Cantika yang dari tadi membuang muka darinya.


'Ya kali gue ngajak Lo ke rumah Fiki. Entar baku hantam lagi! Lagian gue masih marah ya sama Elo Fenly! ' dumel Cantika dalam hati.


"Lho kenapa? Katanya mau jenguk temen?" tanya bunda.


"Nggak jadi. Kapan-kapan aja bund."


"Kenapa?" bingung bunda.


"Nggak pa-pa," final Cantika.


Menyadari perubahan mood Cantika, Fenly seolah tau apa yang terjadi pada pacarnya itu.


"Kamu masih marah ya sama aku?" melas Fenly.


Tidak ada jawaban dari Cantika. Menyadari kedua remaja itu sedang ada masalah dan butuh waktu untuk bicara empat mata. Bunda memutuskan untuk menyudahi aktifitas menyiram tanamannya dan masuk ke rumah.


"Yaudah kalian ngobrol di dalam saja ya! Bunda mau mandi dulu," bunda mengulum senyum dan mengusap pundak anak perawannya itu.


"Ajak Fenly masuk," bisiknya pada Cantika.

__ADS_1


"Masuk!" sarkas Cantika setelah sang bunda lebih dulu masuk ke dalam rumah. Fenly hanya pasrah dan menuruti ucapan Cantika.


Kedua ABG itu duduk di sofa panjang yang ada di ruang tamu.


"Kamu kok bete gitu sih sayang?" Fenly memanyunkan bibirnya. Cantika tidak menggubris perkataan Fenly dan tetap menatap lurus ke depan.


"Kamu masih marah ya sama aku?" Fenly menatap wajah Cantika.


"Jangan marah dong! Aku bawain seblak kesukaan kamu nih," sebungkus seblak diletakkan di atas meja oleh Fenly.


"Kamu mau bikin aku sakit perut?!" sewot Cantika. "Tadi siang bawain seblak, sekarang bawain seblak lagi!" sungut Cantika.


"Kamu kenapa sih? Lagi PMS ya?" Fenly mengernyit.


"Enggak tuh!" ketus Cantika.


"Terus? Kenapa dari tadi marah-marah mulu?" Fenly benar-benar tidak mengerti.


"Ya udah aku minta maaf kalau ada salah," pasrahnya.


"Ngapain minta maaf? Kamu nggak ada salah sama aku. Minta maaf aja sana sama Fiki!" kini Cantika menolehkan wajahnya pada Fenly.


"Ngapain?!"


"Ya minta maaf lah! Kamu kan udah bikin dia bonyok."


"Salah sendiri. Siapa nyuruh gangguin pacar aku. Kamu itu punya aku! Aku nggak mau ada cowok yang deketin kamu, titik!" posesif Fenly.


"Ihh apaan sih Fen?" Cantika memutar bola matanya. "Aku kan udah bilang, kalau Fiki cuma belajar bareng. Emang nggak boleh ya?" dusta Cantika. Fenly terdiam.


"Pokoknya kalau kamu mau aku nggak marah lagi sama kamu, kamu harus minta maaf sama Fiki!" Cantika menatap Fenly dalam.


"Kok gitu sih?" Fenly tak terima.


"Kalau nggak mau ya terserah!" Cantika melenggang pergi ke kamarnya dan meninggalkan Fenly sendiri di ruang tamu. Tak sopan memang, tapi amarahnya memang tak bisa dibohongi.


"Lho lho lho. Sayang! Kok malah masuk sih?" ingin rasanya Fenly mengejar Cantika. Tapi apa boleh buat, pacarnya itu masuk ke dalam kamar. Ya kali Fenly nyusul.


"Assalamualaikum!" terdengar suara seorang pria yang baru saja masuk ke dalam rumah. Membuat Fenly langsung melihat sumber suara itu.


"Waallaikumussalam. Eh, om baru pulang?" Fenly berdiri dan menyalimi ayah Cantika yang baru saja pulang bekerja.


"Iya. Fenly pasti nyari Tika ya? Bentar om panggilkan," ramah ayah Cantika itu.


"Nggak usah om. Saya sudah ketemu kok sama Tika. Saya langsung pamit saja ya," Fenly menganggukkan kepalanya.


"Oh gitu," ayah Cantika manggut-manggut. "Iya. Kalau gitu, Fenly pamit ya om. Assalamualaikum," Fenly kembali menjabat tangan calon mertuanya itu. Begitulah pikir Fenly.


"Waallaikumussalam." Setelah mengantar Fenly ke depan rumah dan melihat anak itu telah melenggang pergi dengan motornya. Ayah Cantika kembali masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri dan beristirahat.


***


...🥀🥀🥀...


...Makasih buat yang udah baca🥰...


...Kalau kalian suka sama ceritanya...

__ADS_1


...Jangan lupa buat like, vote, dan fav ya.....


...Kritik dan saran ditunggu...


__ADS_2