Coba Cintaku

Coba Cintaku
Chapter 2


__ADS_3

...Happy Reading😍...


...----------------...


Sesampainya di parkiran sekolah SMA PELITA BANGSA, Fiki merasa lega karena dihari pertamanya masuk ia tidak telat.


"Makasih ya bro udah mau nebengin gue!" ucap Fiki sambil menampakkan deretan giginya.


"Sama-sama," ucap pengendara motor itu sambil melepas helmnya.


"O ya, kenalin gue Fiki. Lo?" ucap Fiki sambil mengulurkan tangannya.


"Gue Fajri. Salam kenal!" sembari menjabat uluran tangan Fiki.


"Ya udah yok ke kelas! O ya Lo kelas apa?" tanya Fajri.


"Gue kelas 11 IP...," belum sempat Fiki menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba terdengar riuh segerombolan cewek-cewek datang menghampiri mereka.


"FAJRI!!!"


"FAJRIII!!!"


"FAJRIII!!!"


"Haduh mulai lagi," keluh Fajri malas.


"Wuihhh kenapa tu Jri?" tanya Fiki heran melihat sekumpulan kaum hawa yang tiba-tiba mengerubungi mereka.


Fajri hanya tersenyum getir sambil mengelus tengkuknya.


"Eh siapa tuh sampingnya Fajri?" tanya salah satu cewek dalam kerumunan itu pada temannya.


"Tau deh. Tapi ganteng juga. Kayaknya gue bakal oleng ke dia deh, Avv!!"


"Ih apaan sih, gantengan juga Fajri! Fix no debat!!" ucap fans garis keras si Fajri.


"Seganteng apa pun tuh cowok gue akan meneguhkan hati buat nggak oleng dari Fajri!" ucap yang lain.


"Bias gue tetep Fajri!!"


"Help!! Gue oleng ke cowok sampingnya Fajri!! Siapa sih namanya?? Anak baru ya?" heboh yang lain.


"FAJRII!!!"


"SAMPINGNYA FAJRI!!"


"FAJRII!!!"


"SAMPINGNYA FAJRI! Spill namanya dong!!" teriak salah satu cewek.


Fajri dan Fiki saling memandang dan tertawa getir seolah tak paham dengan cara berpikir cewek-cewek itu.


Terlebih Fiki, menurutnya dia bukan artis apalagi idol yang digemari banyak orang. Nggak tau deh kalau Fajri. Kenapa bisa banyak banget tuh fansnya.


Karena situasi semakin tidak kondusif, akhirnya Fajri memutuskan untuk segera meninggalkan tempat parkir itu dan menuju kelasnya.


"Fik gue duluan!" ucap Fajri sambil menepuk pundak Fiki dan langsung pergi.


Melihat Fajri meninggalkan tempat parkir, cewek-cewek itu ikut berlari mengejarnya diiringi suara jeritan yang semakin memekakkan telinga.


"FAJRI!!! TUNGGU!!"


"FAJRI!!!"


"FAJRI LO MAU NGGAK JADI PACAR GUE?!!"


"FAJRII, ADUH GANTENG BANGET SIH!!"


"FAJRI MY BOY!!"

__ADS_1


Dan masih banyak jeritan kekaguman dari para cewek-cewek kepada teman baru Fiki itu. Entah bagaimana nasib kuping Fajri sekarang, semoga gendang telinganya tidak jebol mendengar teriakan kaum hawa itu.


Sedangkan masih ada beberapa cewek yang tetap bertahan dan tidak ikut mengejar Fajri. Mereka sepertinya penggemar baru Fiki.


Mereka saling berbisik antara satu dengan yang lainnya. Menanyakan tentang siapa sosok cowok didepan mereka.


Tak seagresif para penggemar Fajri, mereka terlihat masih malu-malu. Ouh ternyata masih punya malu ya, Alhamdulillah. Mungkin karena Fiki terlihat asing di tempat itu.


Fiki yang merasa tidak nyaman segera meninggalkan tempat parkir itu diiringi tatapan penuh harap dari cewek-cewek eks fans Fajri. Dia juga harus segera ke ruang kepala sekolah dulu sebelum masuk ke kelas barunya.


***


Fiki benar-benar seperti orang tersesat dan tak tau arah jalan pulang. Sedari tadi ia berkeliling mencari ruang kepsek namun tak kunjung ia temukan.


"Aduhhh mana sih ni ruang kepsek??! Mana luas banget lagi nih sekolah, udah kayak stadion GBK!!" umpat Fiki sambil menggaruk rambutnya frustasi.


"Gue nanya orang aja lah!" kesal si Fiki.


"Kenapa nggak dari tadi?" ucap seseorang yang sontak mengagetkan Fiki.


"Lo siapa? Nguping Lo ya?" tanya Fiki menginterupsi.


"Bukannya nguping, tapi kedengeran. Lagian Lo ngedumel kenceng banget," ledek cewek dengan tinggi semampai dan rambut terikat membuatnya terlihat sangat menawan.


Fiki hanya terdiam malu sambil mengelus tengkuk kepalanya. Ia tidak sadar jika ternyata ia berkata terlalu kencang.


"Ya udah karena gue wakil ketos, yuk gue anterin ke ruang kepsek!" ajak cewek itu.


Cewek itu mulai berjalan, tapi menyadari orang yang tadi kebingungan tidak mengikutinya ia pun kembali menoleh ke belakang.


"Heyy! Ayokk!! malah bengong lagi," tegasnya karena melihat Fiki masih terdiam ditempat.


Fiki mengikuti cewek itu sampai di depan ruang kepsek.


"Makasih ya udah nganterin gue," ucap Fiki tulus.


"Hehe, iya. Sekali lagi makasih ya."


"Iya. Btw Lo anak baru ya?"


"Iya. Makanya gue nggak tau tadi."


"Ou pantesan. Ya udah kalau gitu gue duluan masih ada urusan. Byee!"


"Eits tunggu!" tahan Fiki mencekal tangan cewek itu.


Seketika bola mata mereka saling beradu pandang untuk beberapa saat.


Menyadari ada di tempat umum, Fiki langsung melepaskan tangan cewek tadi.


"Eh sory sory. Gue nggak bermaksud apa-apa kok. Gue cuman mau kenalan aja," ucap Fiki gugup.


"Kenalan?" tanya cewek itu heran.


"Iya. Kan Lo udah bantuin gue. Masa gue nggak tau siapa yang udah bantuin gue."


"Ouh gitu. Kenalin gue Laras," ucapnya sambil tersenyum dan mengulurkan tangan.


"Gue Fiki," sambil menjabat tangan Laras.


"Ya udah kalau gitu gue duluan ya, daa." pamit Laras sambil melambaikan tangan.


Fiki hanya membalas dengan anggukan.


Setelah itu, Fiki langsung mengetuk pintu ruang kepsek dan masuk setelah mendapat izin dari si empunya.


***


Sesampainya di depan kelas 11 IPS 1, Fajri langsung masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


"Lang Lang, urusin tuh! Jangan sampai mereka masuk ke kelas!" pinta Fajri pada Gilang teman sebangkunya.


"Tenang aja Jri, urusan kayak gini mah gampang. Serahin sama ahlinya," bangga Gilang sambil menepuk-nepuk dadanya.


"Serah Lo, udah cepetan!!"


Tepat di ambang pintu, Gilang langsung menyetop segerombolan fans garis keras si Fajri.


"Eitss, mau ngapain? Selain warga kelas ini dilarang keras untuk masuk!" tegas Gilang.


"Ihh ngalangin aja sih Lo!" ucap salah satu dari gerombolan cewek-cewek itu.


"Kalau tetep ngeyel bakalan ada sanksi dan denda!! tukas Gilang.


"FAJRIII KELUAR DONG!!!" teriak mereka lagi.


"Emang kalau ketemu Fajri mau ngapain sih??!!" tanya Gilang frustasi.


"Ya mau minta foto lah!!" saut cewek-cewek itu dengan nada ngegas.


"Fajri tuh nggak suka foto-foto kayak gitu. Sebagai gantinya gimana kalau foto sama gue, gue sahabatnya Fajri. Gimana?" tanya Gilang sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Idihh ogah bangett," balas salah satu dari cewek-cewek itu.


"A elah sama aja kali!"


"Ya beda lah!!!"


"Ya udah kalau nggak mau, Bubar!! Bubar!!! Bikin rusuh aja," usir Gilang sambil menutup pintu kelas.


BROKKK


"Huuuuuu" teriak para makhluk di luar kelas.


Setelah menghilangkan kegaduhan itu, Gilang menuju tempat duduknya.


"Thanks ya Lang!" ucap Fajri sambil tersenyum menepuk pundak kawannya itu.


"Ya sama-sama."


"Fajri.. Fajri... Enak ya jadi Lo direbutin cewek mulu!' ucap Gilang heran.


"Enak pala lu peang!! Pengeng nih kuping gue denger suara mereka!"


"Hahaha sa ae lu."


Tak berapa lama kemudian bel berbunyi dan semua siswa telah masuk kedalam kelasnya masing-masing. Pak Tono wali kelas 11 IPS 1 pun telah masuk kedalam kelas itu.


"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, selamat pagi!!" ucap Pak Tono.


"Waallaikumussalam warahmatullahi Wabarakatuh, pagi pak!!" jawab seluruh murid serempak.


"Anak-anak kali ini kalian kedatangan teman baru."


"Wuihhh siapa pak? Cowok pa cewek nih?" tanya Gilang antusias.


"Ihh apaan sih Lo Lang?" ucap Fajri tak habis pikir dengan kawannya itu.


"Ayo silahkan masuk!" titah Pak Tono pada seseorang di luar kelas.


"Lohh itu kan?" ucap Fajri seakan mengenal siapa sosok penghuni baru kelasnya itu.


...🥀🥀🥀...


...Makasih buat yang udah baca🥰...


...Jangan lupa buat like dan vote ya.....


...Kritik dan saran ditunggu...

__ADS_1


__ADS_2