
...Happy Reading 🥰...
...----------------...
Hari ini adalah H-1 perayaan dies natalis SMA PELITA BANGSA. Seluruh warga sekolah sedang sibuk mempersiapkan acara esok hari. Hari ini juga full jam kosong, lagi-lagi karena persiapan acara itu.
Beberapa hari ini hubungan Cantika dan Fenly juga tak kunjung membaik karena Fenly belum juga meminta maaf pada Fiki. Begitupun hubungan Cantika dan Fiki yang tidak menunjukan suatu progres.
Entah keadaan atau ego yang membuat mereka tak kunjung saling bermaaf-maafan. Et dah Thor dah kayak lebaran aja.
Sementara itu, para anggota ekstrakurikuler jurnalistik sedang mengadakan rapat kecil-kecilan untuk acara dies natalis ini.
"Siapa koordinator divisi fotografi?" tanya Kak Fariz anak kelas 12 yang merupakan ketua umum ekskul itu.
"Saya!" Cantika mengacungkan jarinya. Ya, Cantika memang mengikuti ekskul jurnalistik.
"Cantika ya?" tanya kak Fariz yang diangguki oleh Cantika.
"Oke. Besok kamu dan teman-teman divisi fotografi bertugas untuk mendokumentasikan rangkaian acara dies natalis. Untuk pembagian tugasnya saya serahkan sama kamu!" Cantika memperhatikan dengan seksama penuturan kakak kelasnya itu.
"Siapa-siapa saja yang memfoto acara pembukaan, sambutan, pensi, penutup, dan lain-lain. Paham?" tanya Kak Fariz.
"Siap paham kak!" mantap Cantika.
***
Setelah melakukan gladi bersih, kini Fiki, Fajri dan Zweitson sedang duduk di bangku kantin untuk menghilangkan penat.
"Huft haus banget," ucap Zweitson sambil menyeka peluhnya.
"Haus ya minum atuh," celetuk Fajri.
Zweitson mengangguk, "Gue mau pesen dulu. Nitip nggak?" tawar Zweitson pada kedua temannya.
"Bolehlah. Gue air mineral 1 botol," ucap Fiki yang langsung mendapat balasan dari Fajri. "Gue juga."
"Oke!" Zweitson mengangkat jempolnya.
"Fajri, gue kan baru pertama ikut acara dies natalis sekolah ini. Kira-kira acaranya bakal semeriah apa ya?" Fiki menatap langit-langit kantin.
"Beuh dijamin seru pasti Fik!" heboh Fajri.
"Tahun lalu aja, selain penampilan seni dari siswa SMA ini, kita juga ngundang bintang tamu loh."
"Oh ya? Siapa?" Fiki kepo.
"Tahun lalu kita ngundang Denny Caknan. Lo tau kan dia siapa?" saking semangatnya si Fajri sampai gebrak meja. Membuat Fiki tersentak kaget.
Fiki membalas pertanyaan Fajri dengan anggukan kepala. Siapa coba yang tidak kenal Denny Caknan. Penyanyi asal Bojonegoro yang lagu-lagunya tengah digandrungi oleh kawula muda.
"Terus gue denger-denger tahun kemarin nya lagi, sekolah ini ngundang Yowis Ben! Gila nggak tuh!!" Fajri menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Serius?! Widih keren juga nih sekolah," Fiki merasa tidak salah bersekolah di sini.
"Terus kira-kira tahun ini bakal ngundang siapa?" tanya Fiki.
Fajri mengedikkan bahunya, "Gue belum tahu soal itu." Fajri memasang air muka sedih.
"Yaudahlah besok juga bakal tahu," santai Fiki.
Tak lama Zweitson datang dengan membawa 2 botol air mineral dan segelas es teh. Membuat Fiki terbelalak.
"Son! Kok Lo minum es sih? Kan nggak dibolehin sama pak Fendy," protes Fiki tak terima.
"Lebay Lo. Minum segelas doang nggak bakal ngaruh kali. Lagian jarang-jarang gue minum es," Zweitson meletakkan minuman minuman itu dan mendudukkan dirinya di depan Fajri dan Fiki.
__ADS_1
"Tapi kan kita harus tirakat son, biar besok kita bisa tampil maksimal," cerocos Fiki.
"Alahh udah nggak papa. Sekali doang," ngeyel Zweitson.
"Udah biarin Fik. Zweitson mah bandel kalau dibilangin," Fajri pasrah.
"Bandel udah kayak noda aja," cibir Fiki. Zweitson menye-menye.
Ketika mereka bertiga sedang menenggak minumannya tiba-tiba datang dua orang dari arah pintu masuk kantin. Keduanya mengarah ke meja Fiki, Fajri, dan Zweitson.
Tanpa permisi Gilang langsung duduk di samping Fajri lalu mengambil botol air mineral milik Fajri yang tinggal setengah itu dan langsung meminumnya hingga tandas.
"Ahh seger," ucap Gilang tanpa dosa.
"Dih apaan sih Lang?! Dateng main nyelonong, ngabisin minuman orang lagi," cecar Fajri pada sahabatnya yang satu ini.
"Ya maaf. Abisnya gue haus banget Jri habis latihan karate buat pensi besok," tutur Gilang.
"Hmmm," Fajri nggondok melihat ke sembarang arah.
"Ya udah ya udah nanti gue ganti! Gitu banget sama sahabat sendiri Jri," melas Gilang.
"Nggak usah! Tapi lain kali izin dulu ngapa!" sarkas Fajri.
"Iya-iya maaf."
"Fen, duduk sini! Lo nggak capek nganyer di situ?" Zweitson menepuk-nepuk bangku kosong di sampingnya. Iya, Fenly lah yang datang bersama Gilang.
Fenly menyadari tatapan dingin dari Fiki sejak kedatangannya kemari. Dengan canggung Fenly duduk di samping Zweitson yang membuat dirinya duduk berhadapan dengan Fiki.
"Lo mau?" Zweitson menggeser gelasnya ke depan Fenly.
"Udah nggak usah son. Makasih," datar Fenly.
Tidak seperti teman-temannya yang lain, dari tadi Fiki hanya terdiam sambil memainkan botol air mineralnya.
"Emm, Fik. Gue mau ngomong sama Lo," canggung Fenly.
"Hm?" acuh Fiki.
"Tapi nggak di sini. Di tempat lain."
"Ngomong mah ngomong aja. Ngapain pindah tempat," acuh Fiki.
Diantara Fajri, Gilang, dan Zweitson hanya Gilang lah yang mengetahui masalah antara Fiki dan Fenly. Menyadari keduanya butuh quallity time, Gilang pun berinisiatif untuk mengajak Fajri dan Zweitson pergi dari sana.
"Son, Jri. Ikut gua yuk!"
"Kemana?" bukan Fajri atau Zweitson yang bertanya, melainkan Fiki.
"Gue ada urusan sama mereka."
"Urusan apa?" Fiki tak terima jika dia ditinggal sendiri dengan Fenly.
"Bacot Lo Fik! Udah yok!" Gilang menarik paksa tangan Fajri dan Zweitson. Membuat keduanya keteteran.
"Dih ngegas," ucap Fiki dengan sudut bibir terangkat.
"Fik. Gue tau Lo masih marah sama gue. Gue cuma mau__" Fenly menggantungkan kalimatnya.
"Mau apa?" datar Fiki.
Fenly memejamkan matanya dan menghirup napas dalam-dalam. "Gue mau minta maaf sama Lo! Maafin gue ya," ucap Fenly tulus yang malah membuat Fiki memicingkan matanya.
"Gue tahu gue salah. Harusnya gue bisa ngontrol emosi gue. Harusnya gue dengerin dulu penjelasan Lo sama Tika. Maaf," sambungnya.
__ADS_1
"Gue harusnya nggak mukul Lo. Lo kan cuma belajar bareng sama Tika. Kecuali kalau Lo emang beneran ngedeketin cewek gue, baru gue bersikap kayak gitu ke Lo. Maafin gue ya," ucap Fenly lagi.
Fiki tersenyum kecut, 'Kalau gitu Lo nggak usah minta maaf Fen. Karena emang sebenarnya gue deketin cewek Lo.'
'Tapi gue emang pengecut. Gue nggak berani buat nyatain keberanian itu ke Lo Fen. Karena gue aja masih bingung sama perasaan gue ke Cantika sekarang.' Fiki terkekeh. "Iya, gue juga udah maafin Lo kok."
"Thanks ya. Maaf udah bikin Lo bonyok," kekeh Fenly.
"Ya," Fiki tersenyum. "Gue juga minta maaf," lirih Fiki sangat lirih.
"Apa?" Fenly tak jelas dengan ucapan Fiki.
"Ah enggak," elak Fiki.
Tanpa mereka sadari ada seseorang di sudut kantin yang melihat dan mendengar obrolan kedua siswa itu.
***
Kini Gilang dan Fajri sudah berada di kelas mereka. Saat diperjalanan tadi, Zweitson meminta izin untuk ke kelasnya karena ada urusan.
"Ada urusan apa sih Lang? Sampai Lo bawa gue ke sini," lelah Fajri yang mendudukkan dirinya di lantai tepat di bawah papan tulis.
Kelas memang sedikit sepi, karena semua penghuninya sedang sibuk dengan urusan masing-masing.
"Nggak ada sih," kekeh Gilang membuat Fajri cengo.
"Kurang asem! Terus ngapain Lo ajak gue ke sini ogeb!" geram Fajri mendorong pelan Gilang.
"Sans dong. Jadi gini___" Gilang mulai menceritakan sebuah dongeng. Eh canda. Gilang mulai menceritakan apa yang terjadi pada Fiki dan Fenly. Fajri mendengarkan dengan seksama penuturan Gilang.
***
"Ras!" Cika menepuk pundak Laras.
"Hih! Ngagetin aja Lo Cik!" kesal Laras yang sedang menyusun beberapa berkas, entah berkas apa.
Mereka sekarang sedang berada di ruang OSIS. Biasalah, anak OSIS sibuk.
"Ya maaf," sesal Cika.
"Eh Ras. Besok jadi ngundang siapa?" tanya Cika antusias.
"Masa' nggak tau sih?" sinis Laras. "Makanya kalau ada rapat OSIS tuh ikut dong," sindir Laras.
"Iya iya. Kan gue__" Cika menggantungkan kalimatnya.
"Gue paham," Laras menghela napas dan bangkit dari duduknya menuju ke luar ruangan.
"Ras mau kemana Lo?" teriak Cika yang melihat Laras semakin menjauh.
"Jawab dulu dong pertanyaan gue!" Cika berlari mengejar Laras.
"Besok juga Lo tau," sahut Laras.
***
...🥀🥀🥀...
...Makasih buat yang udah baca🥰...
...Kalau kalian suka sama ceritanya...
...Jangan lupa buat like, vote, dan fav ya.....
...Kritik dan saran ditunggu...
__ADS_1