Coba Cintaku

Coba Cintaku
Chapter 6


__ADS_3

...Happy Reading🥰...


***


Perpustakaan adalah tempat yang wajib dikunjungi oleh seorang Fiki Dwi Ananta disela jam istirahat. Jika biasanya dia ke perpustakaan karena ingin menambah ilmu, kali ini ada alasan lain yang membuatnya nongki di sini.


Cantika, gadis cantik dengan rambut terurai sedang duduk di sudut ruangan sambil membaca buku dengan santainya. Fiki yang merupakan tipe cowok penganut prinsip SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) langsung menghampiri gadis itu dengan lengkungan bibir di wajahnya.


"Lagi baca apaan?" tanyanya nyelonong melihat isi bacaan Cantika, membuatnya merasa terganggu.


"Apaan sih! Ganggu aja!" sewot Cantika.


"Ya ampun Cantik, judes amat jadi cewek!"


"Gue kan cuma mau ngambis bareng. Soalnya gue rasa Lo nggak ada temen ngambis kan?" tambah Fiki sambil mengangkat kedua alisnya.


"Bisa nggak sih panggil Tika aja!" tegasnya.


"Kenapa? Lo nggak suka gue panggil Cantik?" Fiki tersenyum smirk.


"Nggak gitu! Maksud gue ntar ada salah paham lagi," jawabnya lalu menatap buku lagi.


"Tapi Lo suka kan?" Fiki menunjukkan deretan giginya.


Bagaimana bisa Tika mengatakan tidak suka. Cewek mana yang nggak suka dibilang cantik? Tapi kalau dia bilang suka, nanti si pikipaww geer lagi.


Rasanya wajah Tika kini panas, bagaimana jika tiba-tiba pipinya berubah seperti kepiting rebus. Tengsin atuhh.


"Kok diem?____ Fix Lo suka pasti?!" desak Fiki. "Ye kan? Alah jujur aja deh!" kekeh Fiki.


"Sttt, berisik Lo! Bisa diem nggak?! Ini tuh PER-PUS-TA-KA-AN!" Tika menekankan katanya.


"Siapa bilang kuburan?" berusaha ngelawak tapi sepertinya garing pemirsa.


"Elo, barusan," balasnya malas. Bagaimana bisa cowok dihadapannya lupa pada kalimat yang baru saja ia katakan 1 detik yang lalu.


Fiki auto menutup rapat bibirnya. Bagaimana bisa cewek yang dia panggil Cantik ini menyanggah jokes nya.


Untuk menetralkan suasana, Fiki mencari topik lain untuk dibahas.


"Ehmm Lo paham nggak sama soal matematika yang tadi? Gue agak bingung nih?" tanya Fiki sambil menggaruk rambutnya.


Sebenarnya dia paham, tapi biar ada alasan ngobrol sama mbak juara kelas, dia pura-pura tidak mengerti.


"Serius?" tanya Tika memastikan.


Fiki mengangguk antusias, "Ajarin dong!"


"Soal nomor berapa?" Tika menyodorkan buku catatannya kepada Fiki. Fiki yang sebenarnya tidak berminat dengan buku itu hanya menunjuk asal nomor soal, "Ini nih."


"Oalah yang ini. Jadi gini_____"


"FIKI!!!" pekik seseorang di belakang mereka.


Fiki dan Tika langsung menoleh ke belakang. Ternyata Laras. Raut wajahnya mendadak datar saat melihat Tika sedang duduk bersama Fiki.


Entah apa yang dipikirkan bocah itu. Setelah memanggil girang Fiki, dan kini Fiki melihatnya, bukannya menyampaikan alasan mengapa dia memanggil Fiki, si Laras malah diam mematung tanpa suara.


Hingga seloroh suara menyadarkannya dari lamunan.


"Kenapa Ras?" tanya Fiki menyatukan kedua alisnya.


"Ehmm itu___ katanya__ Lo mau dianter buat daftar ekskul," jawab Laras ragu.

__ADS_1


"O iya gue lupa. Maaf ya. Ya udah yok sekarang!" Fiki beranjak dari tempat duduknya.


"Dipending dulu ya Cantik, disambung habis gue selesai daftar ekskul. Oke?" tambah Fiki mengacungkan jempolnya. Tika hanya menggeleng-gelengkan wajahnya.


Sebelum berjalan keluar, Laras memandang Tika dengan tatapan aneh.


***


Dalam perjalanan menuju ruang guru untuk menemui Pak Fendi, Laras merasa tidak tenang. Batinnya gusar. Perkataan Fiki beberapa waktu lalu terngiang-ngiang di kepalanya. Panggilan Cantik kepada sahabatnya itu benar-benar membuatnya penasaran setengah mampus.


'Apa mereka saling suka?'


'Apa mereka saling cinta?'


'Atau jangan-jangan mereka pacaran??'


Laras membuang napas lelah. Dia tidak mengerti kenapa hal itu mengusik pikirannya. Apa ini yang dinamakan cemburu? Pergulatan batin itu semakin bergejolak. Rasanya benar-benar meresahkan.


"Kira-kira Pak Fendi ada nggak ya?" tanya Fiki namun tidak mendapat jawaban.


Fiki menoleh pada Laras, sepertinya gadis di sampingnya itu sedang memikirkan sesuatu sampai dia berjalan dengan tatapan kosong.


"Ras! Laras!" Fiki melambai-lambaikan tangannya di depan mata Laras. Namun, gadis itu tetap tidak merespon.


'Kenapa ni bocah? Jangan-jangan kesurupan lagi?' pikir Fiki.


Srrtttt


Laras terpeleset, untungnya dengan cekatan Fiki langsung menopang tubuh Laras hingga kejadian awkward menjebak mereka berdua.


Kedua mata mereka beradu pandang. Kini, Laras tersadar dari lamunannya. Namun hatinya pegel linu, eh maksudnya cenat-cenut. Jantungnya berdegup kencang. Ia tidak menyangka adegan film yang biasanya ia lihat kini ia rasakan.


Ini adalah first time and first love bagi dirinya. Rasanya benar-benar tidak karuan. Baper banget woyyy.


"OMG!! Maaf kak!" ucap seorang siswi dengan membawa kain pel di tangannya.


Fiki dan Laras yang mendengar suara itu langsung membenarkan posisi mereka. Bagaimana bisa adegan sinetron terjadi di real life, hadughh.


"Ekhem..," jaim Fiki sambil sok merapikan kerah bajunya.


"Maaf kak! Gara-gara minumanku tumpah, kakak jadi kepeleset. Ini baru mau aku pel," cicit siswi itu.


"Iya nggak papa. Makasih udah numpahin minumannya," ucap Fiki sambil tersenyum smirk.


"Lah kok makasih?" siswi itu keheranan.


"Dengan begitu dia jatuh," tunjuk Fiki pada Laras.


"Terus Kaka tangkep? Gitu maksudnya?" goda siswi itu yang disusul sorakan dari para penonton drama dadakkan.


"Cie ciee," ditambah siulan nakal dari siswa lainnya.


Si Laras hanya bisa tertunduk malu. Perasaannya benar-benar tidak karuan. Malu, senang, campur gimana gitu.


"Eh eh nggak gitu maksud gue!!!" Fiki langsung klarifikasi.


"Maksudnya, makasih udah bikin dia jatuh. Biar dia sadar. Habisnya dari tadi ngelamun mulu. Gue kira kesambet. Kalau kesambet beneran kan repot," jelas Fiki panjang lebar.


Sepertinya dia benar-benar tidak mau dicomblangkan dengan Laras. Hingga menentang keras percomblangan itu. Hal itu membuat Laras cengo. Dia yang sebelumnya merasa terbang seolah langsung jatuh ke tanah. Sakit coyy!


Kuatkan mental kalian! Biar nggak gampang baper! Nanti nangesss____ xixixi.


"Udah bersihin yang benar!" suruh Fiki pada siswi itu.

__ADS_1


"Iya kak," patuhnya.


Fiki langsung ngibrit meninggalkan Laras menuju ruang guru. Sedangkan si Laras geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan Fiki.


Laras mengambil napas panjang sambil membatin, 'Hadugh Laras ogeb banget sih Lo! Jangan gampang baper napa?!' umpatnya pada diri sendiri.


***


Sejak kelas dimulai setelah istirahat hingga pulang sekolah, Laras tidak berkata sedikit pun pada Tika. Padahal biasanya 1 menit tidak ngobrol rasanya tidak afdhal.


Suasana persahabatan yang hangat di antara mereka seketika berubah sedingin kutub. Entah apa yang terjadi?


"Ras, Lo kenapa? Kok dari tadi diem aja?" tanya Tika memelas.


"Lo sakit?" Tika memegang kening Laras, memastikan dia demam atau tidak. Namun langsung di tepis oleh Laras.


"Gue nggak papa."


"Berarti ada apa-apa. Ya kan?" yakin Tika.


"Cerita dong!" pinta Tika sambil merangkul Laras.


"Ras, Laras!" bujuk Tika sambil menggoyang-goyangkan badan Laras.


"Lo ada hubungan apa sama Fiki?" ucap Laras hati-hati.


Tika mengangkat alisnya sambil memandang lekat sahabatnya itu.


"Teman," jawab Tika santai.


"Yakin cuma teman? Nggak lebih?" Laras memastikan.


Tika membalas dengan anggukan antusias.


"Tapi kenapa Fiki manggil Lo 'Cantik'?" tanya Laras.


"Tau tuh anak. Katanya nama gue kan Cantika, jadi dia manggilnya Cantik, biar beda sama yang lain," terang Tika panjang lebar.


Entah sadar atau tidak, seketika raut wajah Laras kelihatan bete. 'Ngapain sih pakek acara manggil Cantik? Kenapa nggak panggil Tika atau Cantika aja?! Dasar Fiki!!' Protes Laras dalam hati.


Perubahan mimik wajah Laras terciduk penglihatan Tika yang membuatnya menerka-nerka.


"Heh kenapa Lo? Cembukor?" Tika menyenggol lengan Laras sambil cengar-cengir dan Menaik turunkan alisnya.


Laras menyatukan kedua alisnya, "Ishh apaan sih! Sorry ya. Ngapain gue cemburu!" Laras menjulurkan lidahnya dan berlari meninggalkan Tika.


"Eh eh Ras! Tungguin Gue dong!!" teriak Tika sambil berlari mengejar Laras.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Cast Pemain...


~As Cantika~



~As Laras~



...----------------...


...Thank you🥰...

__ADS_1


...Jangan lupa like, vote, dan komen ya......


__ADS_2