Coba Cintaku

Coba Cintaku
Chapter 21


__ADS_3

...Happy Reading🥰...


...----------------...


Acara dies natalis masih berlangsung dengan meriah. Acara demi acara telah dilewati. Kini sampailah pada acara yang di tunggu-tunggu, yaitu pementasan seni dan juga penampilan dari bintang tamu yang telah diundang.


Sementara itu, di sudut aula tengah berdiri sekelompok murid dengan rompi berwarna navy bertuliskan GENESA (Gelanggang Intelektual SMAPSA) yang dipadukan dengan seragam abu-abu putih.


"Oke, gue udah mendokumentasikan acara pembukaan dan sambutan. Sekarang waktunya pensi. Jadi, giliran Nanda ya," ucap Cantika mengomando.


"Nanda!" panggil Cantika.


"Nanda!" panggilnya sekali lagi. Namun tidak ada yang menyahut.


"Nanda mana?" tanya Cantika pada teman-teman jurnalisnya sambil celingukan.


"Kayaknya dia nggak masuk deh. Soalnya dari tadi nggak kelihatan," jawab Dicky.


"Lha gimana sih? Kan kita udah bagi tugas kemarin," balas Cantika menggaruk rambutnya.


"Iya sorry! Gue lupa ngabarin ke kalian kalau hari ini Nanda sakit. Tadi udah izin ke gue," ucap Ara selaku sekretaris dalam organisasi itu.


Cantika menghela napas, "Aduh kok nggak ngomong dari tadi sih Ra?!"


"Iya maaf. Gue lupa," Ara menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.


"Baiklah. Sekarang kita memasuki acara yang ditunggu-tunggu. Penampilan seni dari siswa-siswi SMA PELITA BANGSA. Tepuk tangan yang meriah!!" sorak pembawa acara.


Prok prok prok


Riuh tepuk tangan terdengar menggema di dalam aula. Sesekali siulan siulan kecil juga ikut meramaikan acara ini.


"Aduhh gimana ini?" risau Ara.


"Ya udah deh biar gue aja. Lagian gue koordinator nya. Jadi ini juga tanggungjawab gue," ucap Cantika bijaksana.


"Tanpa berlama-lama lagi. Mari kita saksikan penampilan pertama dari ekskul Dance!" ucap pembawa acara yang disambut meriah oleh para penonton.


Cantika yang mengambil alih tugas rekannya. Langsung berjalan ke depan untuk mengambil beberapa foto atau video.


Tidak menjadi masalah jika Cantika berdiri di depan tamu undangan atau bahkan naik ke atas panggung demi memotret gambar yang ciamik. Hal itu pula tidak luput dari perhatian Fiki dan teman-temannya.


Dibangku penonton mereka bertiga duduk sejajar menyaksikan performen dari ekskul lain.


"Haduhh jantung gue nggak aman nih, dari tadi berdetak teruss," ucap Zweitson sambil memegangi dadanya.


"Kalau nggak berdetak ya nggak hidup lo Son," balas Fajri geleng-geleng kepala.


"Maksud gue tuh berdetaknya kenceng banget. Gugup banget gue," Zweitson berusaha mengatur napasnya.


Pasalnya setelah penampilan dari ekskul Dance adalah penampilan mereka bertiga.


"Udah Son. Lo santai aja. Kita pasti bisa nampilin yang terbaik. Toh kita juga udah latihan," Fiki menepuk-nepuk pundak Zweitson.


"Bener tuh. Bismillah aja," tambah Fajri yang dibalas anggukan kepala oleh Zweitson.


Setelah beberapa menit. Kini waktunya Fiki, Fajri, dan Zweitson menampilkan bakat mereka. Pembawa acara pun memanggil nama mereka untuk naik ke atas panggung.


Cantika yang tadinya berada sangat dekat dengan panggung, kini beralih untuk sedikit mundur dari sana. Cantika membalikkan badannya dengan mata yang tertuju pada kamera yang dia kalungkan dilehernya untuk melihat hasil jepretannya. Ketika Cantika membalikkan badannya.


Brug


Kepala Cantika menabrak dada bidang milik seseorang. Tanpa sengaja Cantika mendengar degup jantung yang begitu keras di sana. Cantika langsung mendongakkan kepalanya untuk melihat siapakah yang kini berada sangat dekat di depannya.


Fiki. Ya, Cantika menabrak Fiki yang akan naik ke panggung. Membuat Cantika membulatkan matanya. Kini sepertinya jantungnya berdegup kencang seperti yang Fiki rasakan.


"Sorry," ucap keduanya kompak dengan mata yang saling beradu pandang.


"Gue," ucap mereka berdua lagi bersamaan. Membuat keduanya kikuk dan memutus kontak mata mereka.


"Fik!" panggil Zweitson yang kini sudah berada di atas panggung bersama Fajri.


Fiki yang merasa terpanggil langsung melangkah maju melewati sisi kiri Cantika. Cantika yang juga ingin pergi ke arah yang berlawanan dengan Fiki, juga mengambil jalur yang sama. Membuat mereka hampir bertabrakan lagi.


Fiki lalu mengambil jalur sebelah kanan Cantika dan Cantika juga mengambil jalur yang sama lagi. Membuat mereka tertahan lagi. Kejadian awkward itu terjadi sebanyak 2 kali.

__ADS_1


"Lo duluan!" ucap keduanya kompak.


Mereka berdua membuang napas lelah. "Lo aja!" lagi lagi mereka berucap secara bersamaan.


"Fiki! Cepetan!" kini Fajri yang berteriak.


"Iya-iya," Fiki mengusap tengkuknya dan berjalan ke depan melewati sisi kanan Cantika. Cantika memilih untuk diam di tempat saja agar kejadian beberapa saat lalu tidak terjadi lagi.


Cantika menggigit bibir bawahnya dan menepuk-nepuk pelan bibirnya. Bisa-bisanya dia berkali-kali mengucapkan kata yang sama dengan Fiki.


Kejadian antara Fiki dan Cantika itu tidak lepas dari perhatian Fenly yang duduk di bangku penonton bersama Gilang. Namun, Fenly mencoba untuk positif thinking dan tidak cemburu. Karena mungkin itu hanyalah suatu kebetulan.


Instrumen musik mulai terdengar dan lirik lagu mulai dinyanyikan oleh ketiga remaja laki-laki itu.


🎶


Kau bisa patahkan kakiku


Tapi tidak mimpi-mimpiku


Kau bisa lumpuhkan tanganku


Tapi tidak mimpi-mimpiku


Kau bisa merebut senyumku


Tapi sungguh tak akan lama


Kau bisa merobek hatiku


Tapi aku tahu obatnya


Manusia-manusia kuat itu kita


Jiwa-jiwa yang kuat itu kita


Manusia-manusia kuat itu kita


Jiwa-jiwa yang kuat itu kita


🎶


Cantika juga mulai memotret beberapa pose yang pas agar mendapatkan hasil yang bagus.


Cekrek



Beberapa jam berlalu dan acara pentas seni dari siswa-siswi SMA PELITA BANGSA pun telah usai. Kini giliran penampilan dari guest star yang telah dinanti-nanti. Penampilan special dari UN1TY.


Prok Prok Prok


"Wuhuuu UN1TY!!"


"UN1TY! UN1TY! UN1TY!"


Gemuruh suara dan tepuk tangan mengiringi para member un1ty yang naik ke atas panggung.



"Halo semuanya!" sapa salah seorang personil.


"HAI!!" jawab para penonton kompak.


"Kali ini kita akan membawakan lagu special untuk anak kelas 12 yang akan menuju universitas impian masing-masing," ucap salah satu member yang berkacamata.


"YEAYYY!"


"Kita akan membawakan single terbaru kita berjudul BABY," ucap salah satu personil un1ty.


"YEAYYY!" sorak para penonton.


"Kau dan aku sama sama tau," un1ty mulai menyanyikan lagu berjudul BABY itu.


"Kisah kita tak akan bersatu."

__ADS_1


"Jarak kan pisahkan kau dan aku."


"Saat kamu pergi jauh."


"Mengejar semua mimpimu dan kau lupakan ku."


"Daripada nanti kita sakit hati. Lepas aku baby."


"Enak juga nih lagu," ucap Zweitson manggut-manggut. Kepalanya ikut bergoyang mengikuti irama.


"Iya," Fajri mengangguk. "Tapi bentar deh. Kok gue nggak paham ya sama un1ty. Hubungannya apa coba sama anak kelas 12 yang mau masuk universitas?" tanya Fajri pada Fiki yang notabene fanboy un1ty. Mungkin dia tahu.


"Kalau mau paham, mending Lo lihat aja MV nya. Ntar juga paham," jawab Fiki.


Fiki menyalakan ponselnya dan membuka sebuah laman video berbagi. "Nih Jri!"



***


Cantika membuka matanya perlahan. Rasanya sangat berat untuk membuka kelopak matanya. Rasa pening bersarang di kepalanya. Namun, Cantika berusaha untuk tetap membukanya.


"Sayang," panggil seseorang dengan sangat lembut pada Cantika.


"F-Fenly?" lirih Cantika sambil memijit pangkal hidungnya.


"Iya aku disini. Pusing ya?" Fenly meletakkan tangannya di kepala Cantika dan mulai memijitnya pelan.


"Aku dimana?" tanya Cantika yang masih setengah sadar.


"Kamu di UKS. Tadi kamu tiba-tiba pingsan waktu acara penutupan. Jadi, aku langsung bawa kamu ke sini," terang Fenly.


Beberapa waktu lalu Cantika tiba-tiba ambruk, membuat panik orang-orang di aula. Dengan sigap, Fenly langsung menggendong Cantika dan membawanya ke UKS.


"Makanya lain kali sarapan dulu. Apalagi ada kegiatan kayak gini. Biar nggak pingsan. Aku kan khawatir," cerocos Fenly dengan tangan yang masih memijit kepala Cantika.


Cantika mengulum senyum. Pacarnya yang satu ini memang sangat perhatian pada dirinya. Ya.. meski kadang nyebelin.


"So sweet banget sih sayangnya aku," gemas Cantika mencubit pipi Fenly. "Makasih ya," lanjutnya.


"Iyah sama sama," Fenly tersenyum manis.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengamati mereka di luar pintu.


'Harusnya Lo sadar Fik! Mereka itu pasangan yang bahagia. Apa Lo mau jadi perusak hubungan mereka?! Kalau iya, jahat Lo Fik' umpat Fiki pada dirinya sendiri.


Sebenarnya Fiki ingin menjenguk Cantika. Tapi sepertinya itu tidak perlu. Karena ada Fenly yang selalu menjaganya.


Fiki akhirnya memilih pergi dari sana dengan tersenyum miring, 'Lupain dia!'


"Oh iya sayang. Aku udah minta maaf sama Fiki dan dia juga udah maafin aku," ucap Fenly sambil menggenggam tangan Cantika.


Cantika mengangguk, "Iya aku udah tau."


"Kok bisa?" tanya Fenly dengan satu alis terangkat. Cantika hanya mengangguk pelan sambil mengulum senyum.


"Jadi kamu juga udah maafin aku?" tanya Fenly dengan mata berbinar.


"Udah."


"Yess!" Fenly mengepalkan tangannya. "Makasih sayang kuh," dengan mengeratkan genggaman tangannya pada Cantika.


"Ih alay ih," Cantika sok jijik.


"Kok kamu gitu sih?" Fenly memanyunkan bibirnya.


"Bercanda kok," ucap Cantika mengacak-acak rambut Fenly.


"Yaudah nanti aku antar pulang ya?" tawar Fenly yang diangguki oleh kekasihnya itu.


***


...🥀🥀🥀...


...Makasih buat yang udah baca🥰...

__ADS_1


...Jangan lupa buat like dan vote ya.....


...Kritik dan saran ditunggu...


__ADS_2