
Latihan passing bawah telah selesai, mereka semua di perbolehkan untuk istirahat. Tapi bagi Maira dan Raka, sepertinya latihan kali ini mereka tidak merasakan lelah sama sekali. Yang ada mereka merasa senang, senyuman manis terus terpatri di wajah mereka.
"Ra!" panggil Raka ketika Maira hendak pergi menghampiri Angkasa yang sedang berkumpul dengan teman-temannya.
"Iya kak?" Maira menoleh ke arah Raka yang sudah duduk di tepi lapangan.
Raka menepuk-nepuk tempat di sebelahnya, "Sini duduk!"
"Oh..Iya kak," Maira tersenyum senang karena merasa semakin dekat dengan Raka.
"Nih minum! Gue sekalian beli buat lo tadi," ucap Raka seraya menyodorkan sebotol minuman dingin kepada Maira.
"Eh. Makasih banyak kak upil. Gak usah repot-repot, jadi enak hehe," ucap Maira terkekeh.
"Iya sama-sama."
Maira memperhatikan Raka dalam diam. Raka terlihat sangat tampan sekarang. Dengan rambut yang sedikit basah karena keringat, membuat ketampanannya bertambah berkali-kali lipat. Sekarang Maira semakin tidak percaya, dengan perkataan Rahmat yang bilang kalau Raka menyukai Maira. Orang tampan begini mana mau sama Maira yang seperti ini. Bagaikan langit dan bumi.
Bara saja yang masih kalah tampan dari Raka, tidak suka sama Maira. Apalagi Raka yang seperti pangeran begini. Makanya sejak pertama bertemu Raka, Maira tidak pernah bawa perasaan. Karena ia sudah sadar diri duluan. Tapi semenjak mendengar perkataan Rahmat, Maira pikir ada kesempatan tapi sepertinya tidak.
"Udah lah sadar diri aja Maira. Gak usah kepedean," batin Maira.
"Kak Rakaaa~."
Maira tersadar dari lamunannya ketika Lery memanggil Raka seraya berlari kecil menghampiri lelaki itu. Tanpa di suruh Lery langsung duduk dan menyandarkan kepalanya di bahu Raka. Pemandangan apa ini, membuat mata sakit saja.
"Kenapa Lery?" tanya Raka lembut.
Wah nada bicaranya sangat berbeda saat berbicara dengan Lery. Tidak seperti berbicara dengan Maira. Terlintas pikiran sepertinya mereka berdua berpacaran dalam benak Maira.
"Capeeek~" ucap Lery seraya mengelap keringat di pelipisnya.
Lery menatap botol minuman milik Raka, "Bagi airnya dong kak, haus nih."
Raka melirik Maira sekilas kemudian kembali menatap Lery seraya tersenyum, "Ya udah nih. Untuk lo aja semuanya."
Maira melotot kan matanya tak percaya, ketika Raka memberikan air minumnya kepada Lery. Raka kan sama sekali belum meminumnya. Bisa-bisanya dia memberikan air minum itu untuk Lery. Terus Raka minum apa dong. Ah Maira jadi merasa tidak spesial. Padahal baru saja beberapa menit yang lalu Maira merasa spesial.(•‿•)
"Makasih banyak kak Raka ganteng~," dengan senang Lery meminum air minum tersebut.
Lagi-lagi dada Maira terasa panas, ah perasaan apa ini. Perkataan Lery terus saja terngiang-ngiang di telinganya. Ya sudahlah lebih baik Maira minum dulu agar lebih tenang.
"Kak Raka masih ada air minum lagi untuk kak Raka?" tanya Maira.
Raka menggeleng pelan, "Gak ada."
"Ya kak Raka kok gak bilang sih. Kalau tau airnya gak aku habisin," ucap Lery merasa bersalah.
"Gapapa."
__ADS_1
"Aku beliin lagi aja ya," ucap Lery sambil bersiap-siap untuk berdiri.
"Gak usah," Raka mengambil air minum milik Maira, "Gue minta punya Maira aja."
Maira terbelalak ketika Raka meminum air minum miliknya.
"Eh itu udah bekas gue kak!" seru Maira berusaha mengambil botol minumnya dari tangan Raka.
"Memangnya kenapa?" tanya Raka.
"Botolnya kan udah bekas gue."
"Iya memangnya kenapa?" tanya Raka lagi.
Raka mendekatkan wajahnya ke telinga Maira.
"Kita ciuman secara gak langsung ya?" bisik Raka.
"•_•"
Lery mengernyit ketika melihat Raka terlalu dekat dengan Maira. Ia terlihat tidak senang dengan kedekatan Raka dan Maira.
"Kak Raka~," tegur Lery.
Raka langsung menjauhkan tubuhnya dari Maira, ia hampir lupa kalau ada Lery di dekat mereka. Sedangkan Maira hanya terdiam dengan wajah yang sudah memerah.
"Iya kenapa?" tanya Raka.
Di dalam hati Maira berharap Raka akan menolak ajakan Lery.
"Bilang gak mau please!" batin Maira.
Raka mengangguk kemudian tersenyum menatap Lery, "Ya udah iya."
"Fiks mereka pacaran," batin Maira.
...🐒🐒🐒...
"Ra turun! Kita udah sampai," ucap Angkasa, mereka sudah sampai rumah beberapa menit yang lalu tapi Maira tidak turun-turun dari motor.
Maira sama sekali tidak mendengarkan perkataan kakaknya. Ia sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri. Perkataan Raka terus saja terngiang-ngiang di telinganya.
"Kita ciuman secara gak langsung ya?"
"Ciuman secara gak langsung ya?"
"CIUMAN SECARA GAK LANGSUNG YA?"
"WOI MAIRA TUROOOON!" pekik Angkasa.
__ADS_1
"Eh Astaghfirullah Allahuakbar," ucap Maira kaget, hampir saja ia terjungkal dari motor.
"Dari tadi di suruh turun, kagak denger-denger. Mikirin apaan sih lo?" ucap Angkasa kesal.
"Oh maaf maaf hehe," ucap Maira terkekeh pelan seraya turun dari motor, kemudian ia langsung bergegas masuk ke dalam rumahnya tanpa memperdulikan omelan Angkasa.
"Dasar adek lukcnut."
Karena merasa gerah Maira memutuskan untuk langsung mandi. Sebentar lagi juga sudah mau maghrib, jadi sekalian saja ia bersiap-siap untuk sholat magrib.
...🐒🐒🐒...
Pukul 20:45
Maira baru saja selesai mengerjakan pr-nya. Sekarang ia sedang merebahkan tubuhnya di kasur, seraya menatap langit-langit kamarnya dalam diam. Ia merasa bosan sekarang, mau tidur tapi belum mengantuk.
"Asik tuh pasti mereka berdua pulang bareng," ucap Maira sedikit kesal, ketika mengingat bahwa Raka dan Lery pulang bersama.
"Ngapain gue marah dah, emang gue siapanya kak Raka? Aneh lo Ra," lirih Maira.
Dari pada galau-galau tidak jelas memikirkan Raka, lebih baik Maira mengganggu kembarannya. Biasanya jam segini Angkasa sedang main game, Maira senang melihat orang main game.
"Ke kamar Angkasa ah," Maira langsung berdiri dan bergegas keluar kamar.
Tok
*Tok *
Tok
"Bang gue masuk ya," perlahan Maira memasuki kamar Angkasa yang tidak di kunci. Namun saat Maira masuk tidak ada Angkasa di dalam kamarnya.
"Lah kemana tuh bocah?" Maira mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Angkasa.
Maira tersenyum miring, sepertinya Angkasa sedang mengerjakannya dan bersembunyi. Pelan-pelan Maira mendekati kasur dan memeriksa di bawah kasur. Tapi Angkasa juga tidak ada.
"Gak ada?" gumam Maira, kemudian ia melirik lemari pakaian, "Nah pasti di situ."
Namun Angkasa juga tidak di lemari pakaian. Tujuan terakhir Maira sekarang adalah kamar mandi. Maira memutar kenop pintu kamar mandi dan itu terkunci. Perlahan ia membuka pintunya dan terlihat sosok seperti ini...
"Aaaaaaaaaa," pekik Maira kaget.
"Kenapa lo?" tanya Angkasa santai dan kembali menyabun wajahnya.
"Gue kira setan tadi. Bikin kaget aja lo."
"Orang ganteng begini di bilang setan. Aneh lu ah."
__ADS_1
"😑"