
Maira tersenyum lebar ketika motor Raka menepi dan berhenti di pinggir taman kota. Pemandangan yang sangat indah, ia sangat senang. Minggu pagi taman di penuhi dengan banyak pengunjung. Sekedar bersantai di kursi taman, olahraga ataupun piknik bersama keluarga.
"Wah ramai juga ya pengunjungnya," seru Maira seraya turun dari motor.
Raka tersenyum seraya melepaskan helm nya kemudian membantu melepaskan helm Maira.
"Karena hari minggu kali, jadi banyak yang ngajak keluarga nya jalan-jalan ke taman," balas Raka.
Raka mengambil pelengkapan piknik yang ia bawa. Maira mengernyit, sebelumnya ia tidak menyadari Raka membawa semua itu. Bahkan ia juga tidak tahu kalau Raka akan mengajaknya berpiknik di sini.
"Kita mau piknik?" tanya Maira.
Raka mengangguk, "Iya."
"Kak Raka siapin ini semua sendiri? Kok gak bilang sih, kalau tau kan gue bisa bawa apa gitu," ucap Maira sedikit cemberut.
Raka tersenyum kemudian mencubit hidung Maira pelan.
"Udah jangan cemberut, gue sengaja gak bilang. Biar lo gak repot lagi. Di puji dong pacarnya udah usaha ini nyiapin semuanya," ucap Raka.
Pipi Maira merona ketika Raka mengatakan kata pacar. Jujur saja Maira masih belum terbiasa dengan suasana ini, karena ini adalah pertama kalinya ia mempunyai pacar. Hatinya sangat berbunga-bunga sekarang. Perlakuan Raka saat ini sangat manis menurutnya.
"Hehe baik banget pacar aku," Maira sedikit berjinjit untuk mengusap pelan puncak kepala sang pacar.
Raka tersenyum kecil pacarnya ini sangat menggemaskan.
"Jadi ngomongnya pakai aku kamu nih?" goda Raka.
"Iya dong, kenapa? Gak suka ya?" tanya Maira.
Raka menggeleng, "Bukan gitu maksudnya. Aku suka banget," Raka mendekatkan wajahnya ke telinga Maira, "Apalagi kalau di panggil sayang."
"..."
...🐒🐒🐒...
"Gimana bro?"tanya Angkasa yang baru saja sampai di taman pada Wahyu yang sudah menunggunya sedari tadi. Sekarang ia sedang bersembunyi tak jauh dari tempat Maira dan Raka berada.
"Aman mereka lagi piknik tuh," ucap Wahyu menunjuk ke arah Maira dan Raka yang sedang mempersiapkan tempat piknik mereka.
__ADS_1
Tujuan mereka berdua berada di taman sekarang adalah untuk mengawasi Maira dan Raka. Angkasa masih belum bisa mempercayakan adiknya pada Raka. Karena ini adalah pertama kalinya Maira berpacaran. Ia khawatir pada adiknya. Makanya ia meminta Wahyu untuk menemaninya mengawasi Maira dan Raka.
"Lo yakin nih mau ngawasin mereka berdua? Kalau kita ketahuan gimana?" tanya Wahyu jujur saja ia takut Raka dan Maira akan marah jika mengetahui mereka sedang di awasi.
Angkasa melirik Wahyu sekilas kemudian kembali memperhatikan Maira dan Raka.
"Yakin lah. Buktinya kita udah ada di sini sekarang. Makanya kita ngumpet di sini biar gak ketahuan," jawab Angkasa.
"Lagian lo ngapain sih, pakai ngawasin mereka segala. Bang Raka itu orang baik, dia pasti jagain Maira dengan baik kok," ucap Wahyu tak habis pikir.
"Gue juga tau kalau bang Raka itu baik."
"Terus ngapain lo masih ngawasin mereka. Itu berarti lo gak percaya kan sama bang Raka?"
Angkasa menghela nafasnya pelan kemudian menatap Wahyu dengan wajah datarnya.
"Bukan gak percaya, gue cuma mau mastiin adek gue baik-baik aja. Gue gak mau dia kenapa-napa. Kalau lo punya adek pasti lo ngerti perasaan gue," balas Angkasa.
Setelah itu tidak ada percakapan di antara mereka. Mereka berdua hanya fokus memperhatikan dua sejoli yang sedang kasmaran itu.
...🐒🐒🐒...
Raka duduk di atas tikar kemudian menepuk tempat di sebelahnya.
"Duduk sini. Aku udah nyiapin sesuatu buat kamu," ucap Raka seraya mengeluarkan dua kotak bekal dari dalam keranjang.
Maira mengernyit kemudian ikut duduk di samping Raka.
"Sesuatu apa kak upil?" tanya Maira. Ia menatap Raka yang sedang sibuk membuka kotak bekal berwarna hitam itu.
"Aku buatin ini buat kamu," Raka menyodorkan kotak bekal berisi kimbab makanan khas Korea yang membuat mata Maira seketika berbinar melihatnya.
"Wah ini semua kak Raka yang buat? Aku suka banget makan kimbab," seru Maira senang.
"Di makan dong."
Raka terkekeh pelan melihat Maira yang tampak antusias untuk mencicipi kimbab buatannya. Jujur saja Raka takut Maira tidak menyukainya, karena ini baru pertama kalinya Raka membuat makanan itu.
"Aku coba ya kak," Maira menyuapkan sepotong kimbab ke dalam mulutnya, lagi-lagi menatap Raka senang. Makanan ini sangat enak.
__ADS_1
"Gimana enak gak?" tanya Raka memastikan.
Maira mengangguk-anggukkan kepalanya lucu. "Enyak. Enyak banget," ucap Maira dengan kondisi mulut masih di penuhi makanan.
"Pelan pelan makannya Ra," peringat Raka lembut, ia juga ikut memakan kimbab buatannya itu. Ya memang enak sih, hebat juga Raka ternyata hehe
Maira menelan makanannya kemudian meneguk air minum yang Raka berikan.
"Kok kak upil bisa kepikiran untuk buat kimbab sih?" tanya Maira kembali menyuapkan sepotong kimbab ke dalam mulutnya.
Raka mengangkat kepalanya menatap Maira kemudian tersenyum, "Karena ini makanan kesukaan kamu. Kamu kan suka yang berbau-bau Korea gitu kan."
Maira tersenyum malu, mendengar ucapan Raka.
"Kok kak upil bisa tau, aku suka kimbab?"
"Aku tanya Dewi katanya makanan kesukaan kamu kimbab. Jadi belajar di YouTube cara buatnya."
Tiba-tiba wajah Maira berubah sedih. Pipinya yang menggembung karena makanan terlihat sangat lucu. Raka menatap Maira bingung, apa yang terjadi dengan pacarnya ini.
"Hey, Ra kenapa? Kok jadi sedih gitu mukanya?" tanya Raka.
"Kak upil aja sampai segininya nyiapin semuanya buat aku. Tapi aku gak ngelakuin apa-apa buat kak Raka," jawab Maira sembari menundukkan kepalanya sedih.
Raka terkekeh pelan.
"Ra liat aku," Raka memegang dagu Maira agar gadis itu menatapnya, ia membersihkan bekas makanan yang menempel di sudut bibir Maira.
"Senyum coba," ucap Raka tapi Maira masih cemberut. "Ayo senyum dulu," lanjut Raka lembut.
Perlahan Maira mengembangkan senyumnya.
"Nah gitu dong senyum," tangan Raka beralih mengusap pipi Maira lembut, "Kamu dengerin aku ya Ra. Kamu gak perlu ngelakuin apa-apa, ngeliat kamu senyum aja aku udah senang. Kalau kamu sedih aku juga ikutan sedih. Jadi jangan sedih-sedih lagi ya."
Maira tersenyum, ia menggenggam tangan Raka yang semula berada di pipinya.
"Makasih banyak kak upil. Makasih udah suka sama aku. Makasih udah berusaha untuk buat aku senang," ucap Maira, ia merasa sangat bahagia sekarang, karena ada Raka bersamanya.
"Aku juga makasih sama kamu Ra. Makasih udah mau membuka hati kamu untuk aku. Mulai sekarang kebahagiaan kamu adalah kebahagiaan aku juga," ucap Raka, ia menggenggam tangan Maira erat.
__ADS_1