
Hari ini, akhirnya Diandra kembali ke ke kotanya. Kita yang sudah di tinggalkan nya sejak lulus sekolah. Hatinya gelisah, saat dirinya baru saja tiba dari Surabaya. Kota yang selama ini menjadi tempatnya tinggal.
Pak Bayu yang melihat kedatangan Diandra merentangkan tangannya. Diandra pun berlari masuk ke dalam pelukan lelaki yang menjadi cinta pertamanya itu.
" Ayah kangen sama kamu, Nak."
Ucap Pak Bayu di saat memeluk anak tersayangnya itu.
" Dian juga kangen sama Ayah. Maafin Dian, Yah. Tiga tahun ini Dian gak pulang."
Pak Bayu menggeleng. Lalu membawa putrinya itu pergi dari sana. Diandra sudah meminta bantuan Alisha untuk mencarikan tempat kost yang dekat dengan rumah sakit tempatnya bekerja.
Taksi online yang membawa Diandra dan juga Ayahnya tiba di sebuah rumah kost-kostan yang cukup bagus. Sudah ada Alisha di sana menunggu kedatangan Diandra.
Melihat Diandra turun dari taksi online, Alisha langsung memeluk sahabatnya itu. Mereka berdua melepas rindu. Bahkan Alisha tampak tidak percaya, bahwa sahabatnya itu kembali.
" Aku seneng banget, kamu kembali, Di. Kita bisa kumpul bareng lagi."
Diandra langsung mengangguk. Tak lupa Alisha juga mencium tangan Pak Bayu. Kini mereka masuk ke dalam kamar yang akan di huni Diandra. Diandra dan Alisha sempat ngobrol sejenak. Tak lama Pak Bayu pun pulang. Karena hari sudah siang. Sedangkan Alisha dan Diandra masih berada di kamar itu.
" Aku seneng banget, Di. Kamu akhirnya kembali ke kota ini. Selama beberapa tahun ini, kita jarang lagi ngumpul, Di. Lebih tepatnya sejak kamu pergi di hari -"
Alisha ragu melanjutkan ucapannya. Namun Diandra yang paham ke arah mana ucapan Alisha, menjawabnya dengan senyuman.
" Sekarang aku udah disini, Kita bisa sering-sering kumpul. "
" Gimana malam ini kita ke cafenya Bang Andra aja. Kita kumpul kayak dulu. Aku bakalan ngabarin Satya. Gimana?"
Alisha memberikan penawaran yang langsung di sanggupi oleh Diandra. Lagi pula, hari ini dirinya belum bekerja hingga seminggu ke depan.
Saat kedua orang itu sedang bersiap-siap, ponsel Diandra berdering.
Zaidan Calling...
Diandra langsung menjawab . Dan di sambut dengan helaan nafas dari sebrang sana.
" Kenapa, Mas?"
" Kamu udah sampe kan? Kenapa gak ngabarin?"
Zaidan protes, membuat Diandra tertawa renyah.
" Maaf, Mas. Aku ketemu sahabat dan Ayah. Jadi lupa ngabarin kamu. Maaf ya?"
__ADS_1
Percakapan antara Diandra dan Zaidan yang melalui panggilan telepon membuat Alisha mengerutkan kening.
Setelah merasa cukup berbincang dengan Zaidan, Diandra pun mengakhiri panggilan itu. Alisha yang sedari tadi penasaran, akhirnya mendekat ke Diandra yang masih mengetik sesuatu di ponselnya.
" Kapan?"
Membuat Diandra mengerutkan keningnya.
" Apanya?"
Tanya Diandra sambil terus mengetik sesuatu di ponselnya. Alisha menghela nafasnya.
" Sejak kapan udah move on dari sepupu aku itu?"
Diandra menoleh ke arah Alisha. Dan tersenyum.
" Gak tau sejak kapan. Cuma jalani aja yang ada di depan mata. Dan berdoa semoga semua yang terbaik aja."
Alisha tersenyum lalu memeluk sahabatnya itu.
" Hmmm...akhirnya, sahabat terbaik aku sudah ikhlas. Aku senang banget, kamu bisa lepas dari luka masa lalu kamu."
" Hidup harus berjalan kan, Al. Aku cuma berusaha ikhlas aja. Aku cuma berharap, semoga saudaraku juga bahagia dengan pernikahannya itu aja, Al."
" Hati kamu terbuat dari apa sih, Di. Di saat selatan aja, kamu masih bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka yang menyakiti kamu."
Diandra tersenyum. Lalu menarik sahabatnya itu.
" Udah ah, yuk katanya mau ke cafenya Bang Andra. Aku udah kangen ni, sama makanan dan minuman di sana. Kangen juga sama karyawan lama. mereka masih di sana gak ya, Al."
Alisha mengendikkan bajunya . Setelah merasa cukup , kini Alisha dan Diandra menuju cafe Bang Andra. Cafe dimana dulu Diandra pernah mencari kebutuhannya sendiri.
Alisha mengendarai mobilnya dengan keberadaan sedang. Dirinya lalu menghubungi Satya dan meminta Satya untuk menemuinya di cafe Bang Andra.
Setibanya di Cafe. Bang Andra masih berada di dalam sana. Melihat kedatangan Alisha, Bang Andra langsung mendekat ke arah Alisha.
" Hai, Sha. Udah lama gak kesini."
Bang Andra langsung menyapa Alisha. Dan melihat ke arah Diandra. Dahinya berkerut, seakan mengingat siapa perempuan di sebelah Alisha itu.
" Ini...."
" Hayo tebak siapa? Bang Andra pasti gak ingat."
__ADS_1
Alisha mencoba menggoda Andra. Andra semakin mengerutkan keningnya.
" Bang Andra lupa sama aku?"
Mendengar suara itu, Andra langsung sadar, siapa wanita cantik di depannya.
" Diandra? Ini beneran kamu, Dian?"
Diandra mengangguk. Membuat Andra langsung menggeleng tak percaya.
" Abang beneran gak ngenalin. Cantik banget kamu sekarang. Ayo...duduk. Abang akan buatin minuman kesukaan kamu, dan Alisha."
Bang Andra tampak bersemangat. Sedangkan Alisha dan Diandra hanya tersenyum lalu duduk di salah satu sudut cafe yang masih tampak senggang sore ini.
Dia gelas cappucino hadir di meja mereka berdua. Tak lupa makanan dan juga cemilan. Bang Andra turun langsung membuatkan cappuccino untuk mereka.
" Makasih, Bang. Semakin sukses aja ya Bang Cafenya."
" Ya, Syukurlah. Abang hanya mengembangkan sesuatu yang menurut Abang mampu. Kalau kamu sendiri gimana? Abang denger, udah jadi dokter sekarang ya?"
Diandra menganggap seraya tersenyum.
" Wih...hebat dong."
Kini mereka bertiga saling bercerita. Tak berselang lama, Satya datang dengan menggunakan pakaian kerjanya. Tampaknya lelaki itu baru saja kembali dari kantornya.
" Dian???"
Ucap Satya tak percaya melihat Diandra duduk di samping Alisha.
" Hai, Satya. Apa kaba"
Diandra bangkit dan menanyakan kabar Diandra. Bukannya menjawab, namun Satya langsung memeluk sahabatnya itu.
" Ya Tuhan, Dian. Kapan kamu datang? Kenapa gak ngabarin aku? Berapa lama kamu disini? Ha?"
Alisha yang mendengar pertanyaan beruntun dari Satya pun akhirnya memutar malas matanya. Dan kegiatannya itu membuat Andra tersenyum pada Alisha.
" Heh...kentongan ronda. Lo kalo nanyak, satu satu dong. Masa Lo nanyaknya kayak kereta api lagi jalan, cerewet banget."
Kali ini Alisha yang berbicara. Membuat atensi sahabatnya serta pemilik cafe itu melihat ke arahnya.
" Iya...iya...cerewet banget deh Lo. Dasar Mak lampir."
__ADS_1