Demon King System

Demon King System
Lingkaran Sihir Misterius


__ADS_3

Gerombolan Babi yang menyeberang jalan semakin banyak saja, Pitung tidak yakin lagi kalau mereka sedang berimigrasi——apalagi Kota Sanderos sudah sangat dekat.


Pitung menoleh ke arah Pepohonan. “Mungkinkah ada Beast yang memandu mereka?” pikirnya.


Dia melompat dari atas gerobak kereta kuda, kemudian menghunus Pedang Hell Of Darkness dari punggungnya.


“Kalian tunggu di sini, aku akan berjalan-jalan ke dalam hutan mana tahu ada Babi gemuk he-he-he ....” Pitung sengaja tertawa agar ketiga Kusir itu tidak panik atau merasa ada bahaya yang mengintai mereka.


Netla Durand tidak mengikutinya karena Pitung telah mencapai Level 40, yang berarti kini ia telah menjadi Petualang Rank D. Menghadapi gerombolan Babi yang belum dapat menggunakan Mana Iblis baginya itu seperti memotong buah Apel saja.


Larissa Blackwood juga tidak mengikuti Pitung, karena menurutnya lawan yang sepadan untuk Pitung hanyalah para Pahlawan Nistenia atau Raja Iblis Eblird. Dia belum mengetahui kalau Pitung sebenarnya tidak bisa lagi menggunakan kekuatan Level 100 dan Level kekuatan yang sekarang adalah kekuatan Pitung yang sebenarnya.


“Hati-hati tuan muda!” Kusir berbasa-basi, sudut bibirnya memancarkan senyuman hangat karena menganggap Pitung sedang bermain-main saja untuk menghilangkan rasa jenuhnya menunggu gerombolan Babi yang tak kunjung habis tersebut.


Pitung melambaikan tangannya, dalam sekejap punggungnya tak terlihat lagi. Burung-burung berhamburan saat semak-semak bergoyang, sepertinya kedatangan Pitung membuat mereka takut.


Pitung terus berjalan mencari apakah gerombolan Babi itu ada yang mengendalikannya, lima menit kemudian Pitung menemukan sumber munculnya gerombolan Babi hutan tersebut.


Babi-babi itu keluar dari lingkaran Sihir yang berarti mereka telah dikendalikan, tetapi untuk apa melepaskan babi hutan sebanyak itu di sini.

__ADS_1


“Lingkaran Sihir ini harus dihancurkan agar tidak semakin banyak Babi keluar, bila mereka mendatangi lahan pertanian penduduk maka itu dapat mengakibatkan kerusakan yang sangat besar!” gumam Pitung menghela napas panjang.


Sebelum mendekati lingkaran Sihir itu, ia memperhatikan sekitarnya apakah orang yang membuat lingkaran sihir itu masih ada disekitarnya.


Tak ada yang bergerak disekitarnya kecuali gerombolan babi hutan itu.


Pitung teringat kalau dalam film atau novel-novel, cara terbaik mendekati lingkaran sihir itu tanpa mengundang amarah babi-babi itu adalah dengan merayap di permukaan tanah.


“He-he-he... untung saja saat masa orientasi siswa waktu STM dulu kami dilatih langsung oleh Tentara,” gumam Pitung tersenyum lebar.


Dengan hati-hati Pitung mulai merayap mendekati lingkaran sihir, tetapi saat sampai di pinggiran lingkaran sihir itu——Pitung bingung cara merusak atau menonaktifkannya.


Dengan seksama Pitung memperhatikan lingkaran sihir itu dan mengingat-ingat film fantasi yang pernah ia tonton. Namun, ia tidak menemukan solusi apapun.


“Eh, bagaimana kalau kucoba tebas dengan Pedang Hell Of Darkness? Kan, Pedang ini bersifat korosif!” pikir Pitung merasa ide itu satu-satunya solusinya.


Pitung pun berdiri sehingga gerombolan babi menoleh ke arahnya dengan tatapan keheranan, sesaat kemudian mereka menjerit-jerit sebagai tanda ada bahaya yang mendekati mereka.


“Kalian itu hanya binatang biasa yang belum bisa menggunakan Mana Iblis, sekuat apapun kalian berjuang tak akan ada gunanya!” seru Pitung mengayunkan Pedangnya ke arah depan, Mana Iblis berwarna hitam menyelimuti bilah Pedang Hel Of Darkness.

__ADS_1


“Demonic Sword Art!”


Aura Pedang (Ledakan Mana yang keluar dari bilah Pedang berbentuk bulan sabit) melesat ke lingkaran sihir. Belasan Babi hutan yang hendak menerjang ke arah Pitung langsung terbelah.


Namun, Sihir berbentuk sengatan-sengatan listrik bereaksi terhadap Aura Pedang Pitung. Benturan kedua energi sihir itu mengakibat ledakan kecil yang mengakibatkan pepohonan disekitar lingkaran sihir hancur berkeping-keping, asap ledakan itu membumbung tinggi ke langit seperti sedang ada yang sedang membakar hutan saja.


Netla Durand dan Larissa Blackwood langsung menoleh ke arah asap membumbung itu, sesaat mereka merasakan reaksi sihir yang cukup kuat.


Netla Durand yakin itu bukan dari Sihir milik Pitung, karena tuannya itu hanya Level 40 saja dan tidak memiliki item Level 100 lagi.


Larissa menatap Netla, ia merasa ekspresi wajah gadis Naga itu menunjukkan kegelisahan sehingga ia bingung dan berspekulasi kalau kekuatan mantan Raja Iblis Zagralaas sebenarnya telah menurun, sangat aneh rasanya tiba-tiba Levelnya menjadi Level 40 dan mantan Raja Iblis itu juga meminta Netla Durand untuk membuat Level Sihirnya turun ke Level 40 agar mereka memiliki Level yang sama dan tidak menarik perhatian Petualang lain.


Walaupun ia merasa ada yang aneh, ia tetap akan setia pada mantan Raja Iblis itu, lagi pula ia telah bersumpah akan mengikutinya sampai ajal menjemputnya. Saat ini lah dirinya berkesempatan untuk melakukan balas budi.


Larissa melompat turun dari gerobak kereta kuda. “Aku akan ikut berburu babi dengan tuan Zagralaas... jagalah mereka, ya!“


Larissa Blackwood mengedipkan mata dan tersenyum cerah ke arah Netla Durand yang langsung mengerutkan keningnya, karena tugas melindungi mantan Raja Iblis Zagralaas adalah kewenangannya bahkan dirinya lah yang memiliki loyalitas tinggi diantara para Jenderal Iblis yang dulu melayani mantan Raja Iblis tersebut.


“Ha-ha-ha... para Pemuda jaman sekarang sangat bersemangat sekali, seandainya saat muda dulu aku juga dapat menyerap Mana. Namun, sayang sekali rakyat jelata seperti kami jarang mendapatkan berkah dari Dewi Cahaya!” Kusir berumur empat puluhan tahun itu tertawa, dua Kusir rekannya di belakang juga ikut tertawa.

__ADS_1


Mereka tidak curiga kalau ledakan yang terdengar tadi itu adalah sesuatu yang berbahaya karena ada Tiga Petualang Rank D yang bersama mereka, tentu saja Petualang itu akan bereaksi lebih dulu bila ada musuh yang mendekat.


__ADS_2