Demon King System

Demon King System
Beast Paus Sebesar Gunung


__ADS_3

Kota Ella sudah tidak terlihat lagi karena Kapal Layar bergerak sangat cepat hanya dalam hitungan menit saja. Sihir berelemen angin sangat efektif mendorong Kapal dan layarnya tanpa mengganggu kenyamanan penumpang.


Pitung masih menatap ke arah Kota Ella yang sudah tidak terlihat lagi itu. Sebuah pikiran yang rumit muncul dalam benaknya, yaitu kenapa Dewa Kegelapan tetap membantunya padahal sangat jelas sekali kalau dirinya beberapa kali menolong Ras Manusia dan membunuh sesama Ras Iblisnya.


[Dewa Kegelapan membantumu karena dalam benakmu masih ada pemikiran mengalahkan para Pahlawan.] Suara Demon King System muncul dalam pikiran Pitung.


“Oh, begitu ya,” sahut Pitung, “karena Kedua Dewa telah tahu kalau aku adalah Jiwa dari Dunia lain; apakah diantara para Pahlawan itu ada juga yang memiliki Sistem?”


Menurut Pitung, Demon King System kemungkinan dibuat oleh Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya mungkin akan membuat Sistem tandingan yang akan diberikan kepada salah satu Pahlawan.


[Keberadaan Sistem tidak diketahui oleh Kedua Dewa yang bertikai itu.]


Pitung terkejut mendengar jawaban dari Demon King System. Kalau Dewa Kegelapan bukan yang menciptakannya, lantas dari mana Demon King System muncul? Apakah ada Dewa-Dewa lain selain kedua Dewa itu atau entitas yang jauh lebih kuat lagi.


[Demon King System tidak dapat memberikan jawaban atas pertanyaan Anda, akan tetapi Anda tenang saja karena Kedua Dewa tidak akan pernah menyadari keberadaan Demon King System walaupun mereka bingung kenapa Jiwa Anda bisa masuk ke dalam tubuh Raja Iblis Zagralaas.]


Pitung mengerutkan keningnya karena bukan jawaban itu yang ia inginkan. Dia hanya penasaran siapa yang menciptakan Demon King System dan membuat jiwanya berpindah ke Dunia Nistenia ini.

__ADS_1


Karena Demon King System tidak mau menjawab pertanyaannya, Pitung mengalihkan pikirannya pada cara merekrut Elf Rialinin Eldervein yang akan dihukum mati ke dalam Partynya.


Pitung merenung sangat lama dan tiba-tiba melihat Beast Paus yang sangat besar muncul dipermukaan laut.


“Hmm, besar sekali!” Pitung tercengang, karena Beast itu seperti gunung yang tiba-tiba muncul dari dalam lautan saja.


Pitung menghunus Pedang Hell Of Darkness dari sarung pedang yang menggantung di punggungnya, kemudian mengangkat Pedang itu menghadap langit.


Aksi Pitung itu membuat penumpang lain keheranan, sedangkan Ur dan Ir tercengang melihatnya.


“Dewa Kegelapan Yang Maha Kuasa Pemilik Segalanya, Hambamu Ini Meminjam Sihir Pengendali Binatang: Semua Binatang Laut Ikutilah Aku!” Pitung merapalkan mantera Sihir dengan suara yang hanya dapat didengar oleh Netla Durand dan Larissa Blackwood saja.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Sherly yang langsung mengagetkan Pitung.


Elf terkuat di Kapal Layar itu merasa tindakan yang dilakukan oleh Kesatria Manusia itu sangat mencurigakan, apalagi ia menghunus Pedangnya setelah Beast Paus muncul di permukaan laut. Itu terlihat seperti sedang melakukan ritual dan ia curiga Pitung lah yang membuat Beast Paus itu muncul ke permukaan laut.


Pitung segera menyarungkan Pedang Hell Of Darkness dan tersenyum lebar menatap Elf paruh baya di hadapannya. Dia segera menggunakan Skill Deeping Eyes dan tidak menyangka ternyata Elf paruh baya itu adalah Penyihir Level 90, hanya satu Level dibawah Netla Durand dan Larissa Blackwood.

__ADS_1


“Aku hanya takjub melihat Paus Raksasa itu dan secara tidak sengaja langsung menghunus pedangku,” sahut Pitung berkilah.


Sherly mengerutkan keningnya dan berkata, “Benarkah?” Dia masih curiga dengan tindakan Pitung, apalagi ia tidak dapat mengukur kekuatan Dua gadis cantik di sebelah Pitung. “Atau kau melakukan Ritual Sihir?” selidiknya.


Sebenarnya dia ingin menggunakan kekerasan menginterogasi Pitung. Namun, ia ragu melakukannya karena takut Dua gadis di sebelah Pitung ternyata lebih kuat darinya dan mengakibatkan semua penumpang Kapal dihancurkan oleh keduanya.


Pitung masih tersenyum dan terlihat cukup tenang dihadapan Sherly. “Bagaimana mungkin Kesatria Sihir dapat melakukan Ritual Sihir? Dan... Levelku hanya Level 76 saja, kalau pun aku bisa melakukannya maka Nyonya akan menghentikanku dengan mudah!”


“Benar juga... ternyata aku yang terlalu paranoid,” sahut Sherly segera meletakkan tangan kanannya di dada dan menundukkan wajahnya sebagai tindakan minta maaf.


“Ah, Nyonya tidak perlu meminta maaf padaku,” kata Pitung bergegas melambaikan tangannya. “Aku yang seharusnya meminta maaf karena melakukan tindakan aneh,” katanya lagi sembari meletakkan tangan kanan di dada dan menundukkan wajahnya.


Sherly merasa Kesatria Manusia di hadapannya ini adalah orang baik dan merasa dirinya yang salah karena terlalu cepat curiga atas tindakan spontan Pitung yang menghunus Pedang.


“Kalau begitu aku akan kembali ke dalam dan kalian dapat menikmati pemandangan melihat Paus lagi dan sekali lagi aku meminta maaf dengan tulus,” kata Sherly tersenyum hangat.


Sudut bibir Pitung memancarkan senyuman lebar menatap Beast Paus yang masih menampakkan tubuhnya di permukaan laut. “Rialinin Eldervein... aku akan menyelamatkanmu,” gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2