
Sinar terang yang muncul ditengah-tengah hutan tiba-tiba memudar, sehingga Helen Flanagan bersama Party-nya yang hampir mencapai hutan menjadi cemas kalau Pitung mungkin telah dikalahkan oleh Orc.
Helen menatap Pria tua di belakangnya dan berkata, “Paman Don pergi saja lebih dulu!”
Pria tua, Kesatria Sihir Level 90 itu menganggukkan kepala dan dalam sekejap telah memasuki hutan lebih dulu.
Tak lama kemudian, Don tua telah sampai di bekas pertarungan Pitung dan melihat Satu Orc besar atau Gil terbaring tak bernyawa lagi, sedangkan Pitung terduduk dengan ekspresi wajah sedih di sebelahnya.
Don tua bingung kenapa ia malah sedih setelah mengalahkan Orc itu.
“Abu ini?” Samar-samar Don tua menduga bukan hanya satu Orc yang telah dikalahkan oleh Pitung, tetapi setidaknya lebih dari Dua. “Aku tidak menyangka dia membakar para Orc itu, mungkinkah Elemen Apinya adalah Sihir Api Suci?” tebaknya berspekulasi.
Don tua menggelengkan kepala, dia tidak mau memikirkan itu lagi karena Zagralaas baik-baik saja.
“Bagaimana dengan para Petualang dan Buruh Peternakan itu?” tanya Don tua menghampiri Pitung.
Pitung menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya sebagai tanda kalau mereka telah di makan oleh para Orc, makanya ia sangat sedih karena entah bagaimana nanti ia menjelaskan kejadian ini pada Salsa dan Isabel. Mereka pasti sangat sedih sekali.
Don tua tidak membahas lebih jauh tentang Donovan dan Party David Guetta, dia lebih tertarik mengapa Orc ini muncul di wilayah Lord Alaric Flanagan—padahal selama ini wilayah ini sangat aman dan belum pernah diusik oleh Pasukan Iblis.
Helen Flanagan dan Party-nya muncul di sana, mereka terkejut melihat Orc bertubuh besar terbaring di permukaan tanah.
Helen Flanagan memperhatikan Orc itu dengan seksama, tulang tangannya mengalami retakan begitu juga dengan dadanya; yang berarti dia mati setelah ditinju dengan keras oleh Pitung.
Dia sangat menyesalkan tindakan Pitung itu, karena dengan kematian Orc itu maka mereka tidak dapat mengorek informasi tujuannya mendatangi wilayah Lord Alaric Flanagan ini.
__ADS_1
Helen Flanagan yakin Pitung pasti marah karena Orc itu telah memakan Donovan.
Dia juga tidak menyangka Pitung akan semarah itu—padahal Pitung hanya berinteraksi dengan keluarga Donovan sebentar saja. Namun, reaksinya itu seperti sudah menganggap mereka sebagai keluarga kandungnya saja.
“Bawa mayat Orc itu!” seru Helen Flanagan pada anggota Party-nya.
Dengan membawa mayat Orc itu maka misi mereka di Desa Adonara telah selesai dan Guild Meteor yang akan menyimpulkan apa tujuan Orc ini ke wilayah Lord Alaric, serta tindakan apa yang harus diambil oleh Lord Alaric Flanagan demi mengamankan keamanan wilayah peternakan terbesar di Kerajaan Kinearus tersebut.
“Aku yang akan menjelaskan apa yang terjadi di sini pada Salsa dan jangan khawatir, dia pasti akan menjadi Penyihir hebat di masa depan,” kata Helen Flanagan menepuk pundak Pitung yang terlihat murung tersebut. “Kematian ayahnya juga dapat memotivasinya untuk menjadi hebat karena terdorong oleh pikiran untuk melakukan balas dendam pada Pasukan Iblis.”
Pitung terbatuk-batuk mendengarnya, karena dirinya sebenarnya juga seorang Iblis. Kalau dirinya kembali merebut tahta Raja Iblis maka di masa depan dirinya akan berhadapan dengan Salsa yang telah menjelma menjadi Penyihir hebat atau tidak menutup kemungkinan dia menjadi anggota Party Pahlawan yang baru.
“Baiklah, tolong rawat dia dengan baik agar masa depannya cerah dan aku akan sesekali mengunjungi Kastil Keluarga Bangsawan Flanagan di masa depan,” sahut Pitung walaupun kalimat terakhir itu hanya sebuah kebohongan saja, karena tidak mungkin ia datang ke sana. Dia telah berkomitmen hanya sekali saja mengunjungi sebuah tempat agar penyamarannya tidak terbongkar.
Pitung tersenyum dan berkata, “Orc itu cuma Level 50 sehingga tidak layak merasakan bilah Pedangku. Cukup dengan tinju imut ini saja.”
Helen Flanagan tersenyum dengan kerutan di keningnya karena tidak menyangka nada bicara Pitung itu sedikit sombong sekali. Kalau saja tidak sedang menjalankan misi maka ia akan mengayunkan Tombaknya pada Pitung saat ini juga.
...***...
Adar mendengar dari penduduk kalau rombongan Party Helen Flanagan telah kembali ke Desa Adonara.
Dia segera memberitahu Isabel yang masih tampak sedih memikirkan nasib suaminya.
Isabel menggendong Salsa dan berlari menuju rombongan Party Helen Flanagan. Namun, saat tiba di gerbang masuk Desa Adonara, Jack telah menangis histeris karena Ketua Party-nya dan rekan-rekannya telah tewas di makan Orc.
__ADS_1
Tubuh Isabel gemetar, pandangannya berkunang-kunang dan tiba-tiba ambruk ke tanah.
Salsa dan para warga Desa Adonara terkejut melihatnya, mereka segera memapahnya ke rumah Kepala Desa.
Seorang Penyihir merapalkan Sihir Penyembuhan, matanya langsung berkaca-kaca dan menangis tersedu-sedu walaupun tidak ada yang mengabarkan nasib suaminya. Namun, ia sudah tahu kalau Donovan kini sudah tiada.
“Kenapa ibu terus menangis?”
Salsa yang sedang cemas karena ibunya tiba-tiba pingsan segera memeluknya erat-erat. Dia tidak ingin ibunya menghilang dibawa oleh Orc seperti yang dikatakan oleh Petualang Helen Flanagan.
Pitung yang berdiri di samping Helen Flanagan mengatakan, bila ia ingin mengembalikan ayahnya maka ia harus menjadi Penyihir kuat dan merebut ayahnya dari tangan Orc yang menculik ayahnya itu.
Karena usianya masih muda, ia tidak tahu kalau ucapan Pitung itu hanya kebohongan saja. Dia langsung mengepal tangannya dan berjanji akan belajar Sihir, serta menjadi Penyihir kuat.
Isabel menyeka air matanya dan memeluk Salsa erat-erat tanpa mengatakan sepatah katapun. Dia sudah mendengar dari Adar kalau Keluarga Bangsawan Flanagan akan melatih putrinya sehingga ia tidak memberitahu kalau suaminya telah meninggal karena tidak ingin Salsa bersedih dan tidak memiliki semangat juang untuk berlatih Sihir.
“Tidak apa-apa, Nak... ibu hanya kelelahan saja,” sahut Isabel sembari membelai rambut Salsa.
Helen Flanagan tersenyum melihat Isabel tetap berusaha tetap tabah walaupun suaminya telah di makan oleh Orc. Dia yakin, Salsa pasti akan belajar dengan giat agar menjadi Penyihir hebat.
“Terimakasih Nona Helen telah menerima Putriku sebagai anggota Keluarga Bangsawan Flanagan,” kata Isabel tersenyum hangat menatap Helen Flanagan. “Tolong jaga dia untukku,” katanya lagi seperti enggan berpisah dengan Salsa.
“Kenapa bibi Isabel berkata begitu? Anda akan ikut dengan kami ke Kastil Keluarga Bangsawan Flanagan dan kami akan menyediakan rumah serta biaya hidup kalian di sana nanti,” sahut Helen Flanagan.
Isabel terkejut mendengarnya, ia menyangka kalau hanya Salsa saja yang akan dibawa ke Kastil Keluarga Bangsawan Flanagan dan dirinya akan tetap tinggal di Peternakan.
__ADS_1