
“Kenapa tuan Zagralaas menangis?” Netla Durand terkejut melihat wajah Pitung dipenuhi air mata—sehingga membuatnya khawatir dan menduga mungkinkah mereka telah dikepung oleh Ksatria Sihir Elf yang mengetahui kalau tuannya adalah mantan Raja Iblis.
Pitung menyeka air matanya dan berkata, “Aku hanya kelilipan saja.”
Netla Durand menatapnya dengan tatapan curiga. Dia menggunakan Sihirnya melacak apakah ada Kesatria Sihir Elf yang mengepung Kereta Kuda. Namun, tidak ada jejak Sihir disekitar mereka; yang berarti tuannya tidak berbohong.
Netla Durand merasa lega ternyata mereka baik-baik saja. Dari awal ia sebenarnya khawatir mereka memasuki sarang musuh ini, tetapi ia tidak berani menyanggah keinginan tuannya yang terlihat sangat ingin melihat Pohon Dunia Elf itu secara langsung.
“Sial! Kenapa misinya malah berubah menjadi Misi Utama?” gerutu Pitung menatap Panel Virtual Demon King System yang muncul di hadapannya tersebut.
Perubahan misi itu terjadi karena musuh-musuh utama muncul di Pulau Hazel dan ditambah entitas kuat lainnya yang membuat Demon King System meningkatkan Level Misi perekrutan Rialinin Eldervein.
Walaupun Demon King System tidak memaksanya menyelesaikan misi utama lainnya dan misi di Pulau Hazel tetap fokus pada Rialinin Eldervein; Pitung masih merasa misi ini mustahil dapat diselesaikan karena Levelnya hanya Level 76 saja sementara di pihak musuh memiliki banyak Level 100.
Ur dan Ir memandang Pitung dengan seksama. Keduanya curiga Pitung sudah mengetahui identitas mereka.
Ur mengedipkan mata dan Ir langsung menganggukkan kepala. Kemudian Ur mengangkat tangannya dan berkata, “Pak Kusir! Kami turun di sini saja.”
Kereta Kuda berhenti berlari. Kusir Elf tua itu keheranan Dua Iblis ini malah turun diseparuh perjalanan menuju Pohon Dunia.
“Tuan... Pohon Dunia masih cukup jauh, apakah kalian yakin turun di sini?” tanyanya dengan ekspresi wajah keheranan.
Ir tersenyum pada Elf tua itu sembari melambaikan tangannya. “Kami menatap Pohon Dunia dari sini saja karena kami adalah Iblis,” sahutnya, “kalau kami ke sana... takutnya para Elf malah ketakutan dan curiga kalau kami adalah mata-mata.”
__ADS_1
Elf tua dan Sherly menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Ir. Lagi pula Elf dan Iblis adalah musuh bebuyutan yang tidak pernah akur, kalau Ur dan Ir muncul di Pohon Dunia sudah pasti para Elf akan merasa risih dan curiga pada mereka.
Pitung diam saja dan menatap Ur dan Ir yang turun dari kereta kuda. Awalnya ia mengira keduanya sedang memantau dirinya, apalagi menurut Sistem telah berkumpul kekuatan besar di Pulau Hazel dan ia curiga mungkin salah satunya adalah Pasukan Iblis. Namun, keduanya malah berpisah dengan dirinya maka Pasukan Iblis mungkin tidak akan muncul di Pulau Hazel.
“Mungkinkah yang datang adalah Pahlawan Nistenia?” Pitung berspekulasi.
Tatapan Ir tertuju pada Pitung dan sudut bibirnya memancarkan seringai tipis yang membuat Pitung mengerutkan keningnya.
“Hmm, mencurigakan sekali!” gerutu Pitung terus menatap punggung Kedua Iblis yang berjalan ke arah berlawanan dengan Kereta Kuda.
...***...
Setelah Kereta Kuda tidak terlihat lagi, Ur dan Ir segera mencari tempat yang aman untuk membuat lingkaran Sihir Teleportasi.
Keduanya menemukan Lembah kering yang hanya berjarak Dua Ratus langkah dari jalan yang dilalui Kereta Kuda tadi.
Ir berdiri di pinggiran Lembah untuk memantau apakah ada Elf yang mendekati Lembah, sedangkan Ur langsung memasang Lingkaran Sihir Teleportasi.
Ur sudah menyimpan darah manusia di Tas Sihirnya sehingga ia tidak perlu lagi mencari Elf untuk diambil darahnya.
Proses pembuatan lingkaran Sihir Teleportasi itu berlangsung cukup lama karena ia harus menggambar dengan detail dan tidak boleh salah gambar yang mengakibatkan Lingkaran Sihir Teleportasi itu tidak dapat berfungsi.
“Mereka telah berhasil membuat Lingkaran Sihir Teleportasi di Pulau Hazel!” kata Hehus tersenyum lebar. “Semua bersiap! Kita akan memulai perburuan yang akan menjadi sejarah besar,” katanya lagi karena ini pertama kalinya Pasukan Iblis menyerbu tanah Elf.
__ADS_1
Para Iblis bawahannya dan Iblis Kota Ella yang dikumpulkan oleh Goblin langsung bersorak gembira. Mereka sudah tidak sabar ingin bertarung melawan Elf dan menginjak kepala mantan Raja Iblis Zagralaas.
Para Iblis menghilang setelah memasuki Lingkaran Sihir Teleportasi. Namun, tiba-tiba Pedang yang besar terbang di langit dan melesat dengan cepat ke arah Lingkaran Sihir Teleportasi yang dibuat oleh Hehus di Kota Ella tersebut.
“Lord Kota Ella sepertinya telah merasakan Mana yang terpancar dari Lingkaran Sihir Teleportasi,” kata Haherith sembari mengayunkan Tombaknya ke arah Pedang terbang tersebut.
Ledakan energi sihir menghancurkan pepohonan disekitar Haherith saat ujung Pedang dan Ujung Tombak berbenturan.
“Belum saatnya kita bertarung,” cibir Haherith dengan seringai tipis menengadah menatap langit; Lord Kota Ella yang mengenakan Jirah Emas sedang melayang di langit menatap tajam Haherith.
Haherith kemudian berjalan menuju Lingkaran Sihir Teleportasi dan menghilang dari pandangan Lord Kota Ella, Lingkaran Sihir Teleportasi itu juga langsung memudar karena itu hanyalah Lingkaran Sihir Teleportasi sekali pakai saja sehingga Lord Kota Ella tidak dapat menyusul Pasukan Iblis tersebut.
Lord Kota Ella mengerutkan keningnya setelah Haherith menghilang. “Ke mana tujuan mereka?” gumamnya penasaran dan ia menatap ke arah Lautan. “Mungkinkah mereka hendak mengacau di Pulau Hazel?”
Namun, ia berpikir itu adalah tindakan konyol dan sama saja dengan melakukan bunuh diri, karena di Pulau Hazel ada sosok yang Kerajaan Kinearus dan Kuil Cahaya tidak berani usik dan sosok itu adalah Ratu Elf, pemilik lautan Mana.
...***...
Ur langsung bertekuk lutut dengan meletakkan tangan kanannya di dada sebagai tanda hormat saat Hehus muncul di Lingkaran Sihir Teleportasi yang ia buat.
“Selamat datang tuanku!” sapanya, “Zagralaas berada di Pohon Dunia. Dia akan menyaksikan eksekusi mati Elf yang mencuri dan memakan buah Pohon Dunia yang belum matang.”
Hehus tersenyum lebar. “Sepertinya generasi Pahlawan selanjutnya tidak akan diisi oleh Elf lagi dan itu akan menguntungkan Ras kita,” kata Hehus senang mendengar kabar itu. “Menurut catatan Kuno, Elf yang memakan buah Pohon Dunia yang belum matang akan kehilangan kemurnian Mana-nya. Mana miliknya seperti bercampur dengan Mana Iblis.” Dia teringat dengan buku kuno yang ia baca di Istana Raja Iblis.
__ADS_1
“Dia pasti memiliki Skill unik,” sahut Haherith yang langsung teringat dengan Pahlawan yang berasal dari Elf. Pahlawan dari Elf selalu sulit ditaklukkan karena memiliki Mana yang sangat besar dan murni.
“Ya, dan ini adalah kesempatan bagi kita untuk menolongnya,” kata Hehus, “Dia akan menjadi senjata ampuh melawan Penyihir Elf dengan Skill unik yang ia dapatkan dari memakan Buah Pohon Dunia tersebut.”