
Setelah Party Pahlawan pergi menaklukkan Rialinin Eldervein, Ratu Elf Helena memerintahkan pengawalnya untuk mengumumkan siaga tempur karena ia merasakan Sihir Teleportasi muncul di Pulau Hazel.
Ratu Helena curiga Sihir Teleportasi itu adalah perbuatan Pasukan Iblis. Setelah ia menjadi Ratu Elf, ia telah membuat aturan melarang Sihir Teleportasi di Pulau Hazel untuk mencegah penyusup memasuki wilayahnya.
“Aku tidak menyangka para Iblis berani memasuki wilayahku,” gumam Ratu Elf Helena geram. “Apakah mereka sudah melupakan sejarah saat aku menjadi anggota Party Pahlawan, Ras Iblis hampir musnah.”
Pohon Dunia bergetar hebat, dahannya merambat menuju perkampungan Elf yang langsung membentuk barikade melindungi perkampungan itu.
Para Elf terkejut melihat fenomena yang tidak pernah terjadi di Pulau Hazel tersebut. Mereka bertanya-tanya apakah ada Pasukan luar yang menyerang mereka.
“Yang perlu kau khawatirkan adalah Zagralaas!” Suara Malaikat Damian menggema di benak Ratu Helena. “Dia jauh lebih berbahaya dari para Iblis itu. Coba rasakan ada yang aneh dengan burung-burung yang bertengger di dahan Pohon Duniamu,” katanya lagi.
Ratu Helena mengerutkan keningnya saat melihat Level burung-burung itu telah mencapai Level 30 padahal mereka bukan Beast.
Dia semakin terkejut saat melihat Beast Elang ada yang berlevel 50 padahal dulunya Beast Elang itu hanya Level 20 saja.
“Skill Pengendali Binatang,” gumam Ratu Helena semakin marah—mantan Raja Iblis itu berani mengusik bangsa Elf-nya. “Zagralaas... apakah kau ingin dikubur di tanah Elf?” Dia tidak mengerti kenapa Zagralaas berani mengusiknya.
Damian tetap berdiri di dahan Pohon Dunia dan belum mengambil tindakan. Dia masih penasaran apa yang ingin dilakukan oleh mantan Raja Iblis Zagralaas di Pulau Hazel.
...***...
“Ayo selamatkan lebih dulu Elf itu!” seru Hehus menunjuk ke arah Rialinin Eldervein yang kini terlihat seperti monster Tentakel besar. “Kesatria Elf pasti sudah turun tangan untuk memusnahkannya,” katanya lagi.
“Bagaimana dengan Zagralaas?” sela Haherith.
Misi utama mereka adalah menangkap mantan Raja Iblis itu hidup atau mati. Kalau mereka menampakkan diri saat menyelamatkan Elf itu maka Zagralaas akan menyadari keberadaan mereka dan dia mungkin akan melarikan diri lagi.
__ADS_1
Hehus merenung sejenak. Dia tahu apa yang dipikirkan oleh Haherith, tetapi ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas memasukkan Elf itu ke dalam Pasukan Iblisnya.
“Bagaimana kalau Kau bawa beberapa Iblis Level tinggi bersamamu melawan Zagralaas dan sisanya akan ikut aku menyelamatkan gadis Elf itu,” kata Hehus, “setelah berhasil mencapai tujuan segera kembali ke lingkaran Sihir Teleportasi ini dan jangan buang-buang waktu melawan Pasukan Elf.”
Haherith merasa saran Hehus cukup bagus, Level Zagralaas masih rendah. Sementara Pelayan gadis Naga yang masih setia mengikutinya Levelnya 90 saja, begitu juga dengan Penyihir Kegelapan.
“Sebenarnya cukup aku saja sudah cukup menaklukkan mereka, tetapi untuk berjaga-jaga aku akan membawa beberapa Iblis Level tinggi,” sahut Haherith setuju dengan saran Hehus.
Walaupun mantan Raja Iblis Zagralaas sangat lemah, dia harus mengantisipasi serangan dari Pasukan Elf yang pastinya memiliki banyak Level 100.
“Dor, Hrah, Jin, Ham, Sean, Bahamut... ikuti aku!” seru Haherith sembari melesat ke arah Pohon Dunia.
“Kalian semua segera selamatkan gadis Elf itu!” seru Hehus pada Iblis yang tersisa.
“Baik tuanku!” sahut Ur dan yang lainnya sembari melesat ke arah Rialinin Eldervein.
Hehus segera merapalkan Sihir, Lingkaran Sihir yang sangat luas muncul di langit Pulau Hazel.
Dari Lingkaran Sihir muncul Jutaan Lintah yang memiliki sayap seperti Kelelawar. Langit terlihat seperti awan gelap sehingga seluruh Pulau Hazel menjadi gelap gulita.
Namun, Malaikat Damian mengibaskan sayapnya sehingga Pulau Hazel kembali terang benderang.
Hehus mengerutkan keningnya karena tidak menyangka Sihir yang baru muncul itu mengakibatkan makhluk panggilannya hancur berkeping-keping.
“Apakah ini Sihir dari Ratu Elf?” gumamnya yang hanya dapat menebak Ratu Elf Helena lah pelakunya.
Hehus telah membaca buku sejarah tentang Party Pahlawan yang dihuni oleh Ratu Elf Helena yang hampir memusnahkan seluruh Ras Iblis. Namun, saat Ras Iblis hampir musnah, Helena tiba-tiba keluar dari Party Pahlawan untuk menjadi Ratu Elf.
__ADS_1
Walaupun serangan sihirnya digagalkan oleh Sihir Cahaya, Hehus belum menyerah untuk mendapatkan Rialinin Eldervein. Dia memutuskan melakukan pertarungan Sihir jarak pendek.
Hehus berubah wujud menjadi kelelawar kecil, kemudian ia terbang ke arah Rialinin Eldervein.
...***...
Kereta Kuda yang membawa rombongan Pitung tiba-tiba berhenti berjalan, Kuda itu ketakutan melihat Monster Tentakel yang menghalangi jalan menuju Pohon Dunia.
“Monster apa ini? Kenapa bisa muncul di Pulau Hazel?” Kusir Elf tua ketakutan.
Pitung, Sherly, Netla Durand dan Larissa Blackwood turun dari gerbong kereta kuda. Mereka juga terkejut melihat makhluk bertentakel seperti gurita tersebut.
“Mungkinkah Dia Elf yang memakan buah Pohon Dunia yang belum matang itu?” Sherly berspekulasi. Sebagai Elf yang berprofesi Guru di Akademi Sihir Kota Ella, Dia telah membaca catatan Kuno tentang Pohon Dunia dan efek yang ditimbulkan saat memakan buah Pohon Dunia yang tidak matang akan membuat pemakannya mendapatkan Skill yang mengerikan.
Catatan Kuno itu tidak menjelaskan secara rinci tentang Skill mengerikan itu. Namun, ia menyimpulkan itu pasti mirip seperti Skill Iblis makanya Ras Elf hanya memakan buah Pohon Dunia yang matang saja.
“Aku harus menghentikannya! Kalau tidak, banyak Elf yang tidak bersalah akan terbunuh,” kata Sherly sembari terbang menuju Rialinin Eldervein.
“K-kalian sebaiknya kembali ke Pelabuhan dan meninggalkan Pulau ini!” seru Pak tua Elf pada Pitung.
“Kami akan tetap di sini menonton pertunjukan spektakuler ini,” sahut Pitung tersenyum lebar—padahal jantungnya berdebar kencang saking gugupnya. Dia belum tahu cara membujuk Rialinin Eldervein agar mau menjadi anggota Party-nya dan cara menghadapi Pasukan Elf yang ingin memusnahkan Rialinin Eldervein.
Pak tua Elf menggelengkan kepala. “Dasar Pemuda gila! Sudah jelas ini tempat yang mengerikan... kalian malah menganggapnya tontonan yang menarik!” gerutunya.
Pak tua Elf itu segera membawa Kereta Kuda menjauh dari Pohon Dunia. Dia langsung menuju rumahnya yang berada tidak jauh dari Pelabuhan. Dia sangat mengkhawatirkan keluarganya akan terdampak oleh amukan monster Tentakel itu.
Setelah Kereta Kuda Pak tua Elf itu pergi, Netla Durand yang diam saja sejak tadi memutuskan bertanya pada Pitung—kenapa mereka tidak melarikan diri juga.
__ADS_1
Pitung menjelaskan bahwa Demon King System memberikan Misi dengan hadiah 1.000.000 Poin untuk merekrut Rialinin Eldervein yang merupakan Monster Tentakel ini.
Karena misinya telah berubah menjadi misi Utama, Demon King System juga meningkatkan hadiahnya—makanya Pitung tetap menjalankan misi itu walaupun tampak sangat mustahil dapat diselesaikan.