Demon King System

Demon King System
Ritual Sihir


__ADS_3

Suara teriakan dari Juliana semakin melemah, tubuhnya tampak menyusut dan wujud Naga Kuno telah berhasil kembali ke wujud aslinya.


Jean terkejut melihat Naga Kuno yang besarnya sebesar Kastil Keluarga Grahamnya, belum lagi aura yang dipancarkan oleh Naga Kuno itu membuatnya tertekan.


Jean sudah tidak tahan lagi mendengar jeritan kesakitan dari Juliana. “Tuan Gral tolong hentikan, Juliana sudah tidak sanggup lagi melakukan ritual ini!” teriaknya berharap agar Gral menghentikan ritualnya.


“Diam kau Jean!” bentak Daendels Graham takut Gral tersinggung dan memusnahkan Keluarga Graham. “Mana milik Juliana harus diserap hingga habis barulah kekuatan Naga Kuno kembali ke masa puncaknya!” katanya lagi.


Jean tercengang, kalau Mana milik Juliana diserap hingga habis maka dia akan menghembuskan napas terakhir atau harus mati dalam proses ritual ini.


Jean terduduk lesu, air matanya mengalir deras; senyuman hangat keponakannya itu muncul dihadapannya. Dia merasa sangat bersalah, tangannya gemetar saat menghunus pedangnya.


Daendels Graham mengerutkan keningnya melihat tindakan Jean yang menghunus pedangnya. Dia berpikir adiknya itu mungkin akan melakukan tindakan bodoh yang membahayakan Keluarga Graham.


Dia tidak akan membiarkan Jean berbuat nekad dan segera mendekatinya untuk menghentikannya agar tidak berbuat tindakan gegabah.


...***...


Pitung yang telah turun dari atas Menara Kuil Cahaya, kebingungan di dalam Kuil Cahaya karena tidak tahu ke mana menghilangkannya Tiga orang asing tadi.


“Gawat! Misinya akan segera berakhir!” gerutu Pitung panik saat mendengar dentang Jam dari Menara Kuil Cahaya, yang berarti sekarang sudah tengah malam dan Juliana akan segera mati.


Pitung berpikir sejenak memperhatikan sekelilingnya, dia sudah menghancurkan dinding, melubangi Pondasi Kuil Cahaya dan belum menemukan jalan rahasia yang membuat Ketiga orang asing tadi menghilang.


“Apakah Patung Dewi Cahaya ini adalah pemicunya?” gumam Pitung teringat dengan film anime, di mana tokoh utama secara tidak sengaja menekan tombol yang membuat jebakan atau pintu tersembunyi terbuka.


Pitung mengelilingi Patung Dewi Cahaya dan tidak melihat ada tombol khusus di sana atau pun lingkaran sihir.


“Apa aku menghancurkannya saja? Tapi itu tidak akan membuat Dewi Cahaya marah, kan?” Pitung malah ketakutan karena dirinya berada dibawah naungan Dewa Kegelapan yang merupakan lawan dari Dewi Cahaya.


Manusia, Elf dan Kurcaci menyembah Dewi Cahaya sedangkan Iblis, Goblin dan Orc menyembah Dewa Kegelapan. Itulah mengapa kedua kubu itu tidak pernah berdamai dan Kedua Dewa-Dewi itu memberikan Sihir pada pengikutnya agar dapat mengalahkan pihak musuh. Namun, hingga kini belum ada pihak yang memenangkan pertikaian itu walaupun sudah banyak Raja Iblis yang tewas ditangan para Pahlawan.


Karena misi dari Demon King System akan segera berakhir, Pitung pun menghancurkan Patung Dewi Cahaya dan tiba-tiba sebuah lorong bawah tanah muncul di bekas Patung Dewi Cahaya berdiri.


“Alamak, hebat kali lah orang yang membuat jalan rahasia ini,” gumam Pitung tersenyum masam, karena hampir putus asa mencari keberadaan jalan rahasia menuju ruang bawah tanah tersebut.

__ADS_1


Pitung menuruni tangga dan terkejut dirinya muncul di ruangan yang sangat luas. Wajahnya langsung mengkerut masam saat mendengar teriakkan gadis di altar.


“Bukankah Iblis itu adalah Iblis yang berada di altar Sihir yang memanggil gerombolan Babi Hutan itu?” Pitung mengenali wajah Gral yang belum menyadari keberadaannya karena Gral sedang fokus pada ritual pembangkitan Naga Kuno tersebut.


Dia juga melihat Jean yang telah menggenggam erat gagang Pedangnya, sepertinya ia hendak menyelamatkan Juliana. Namun, Daendels Graham menghadangnya.


[Waktu hitung mundur misi penyelamatan Penyihir Juliana dimulai dari sekarang:


15


14


13


12]


Pitung panik melihat notifikasi dari Demon King System.


“Tunggu! Tunggu!” Pitung segera mengklik Item Sihir Necromancer pada Panel Virtual Demon King System.


“Dewa Kegelapan... tolong kali ini berikan sesuatu yang hebat!” Pitung memohon dalam hatinya, walaupun ia tidak tahu apakah Dewa Kegelapan yang memberikan dirinya Demon King System, tetapi Iblis menyembahnya maka sudah sewajarnya dirinya juga memohon padanya karena jiwanya memasuki tubuh mantan Raja Iblis Zagralaas tersebut.


Lingkaran sihir yang sangat besar tiba-tiba muncul di ruang bekas Labirin itu yang membuat semua yang ada di sana mendongak ke atas.


Gral mengerutkan keningnya karena menyadari lingkaran sihir itu merupakan Sihir Necromancer atau Sihir Pemanggilan.


“Apakah Kuil Cahaya telah menyadari kegiatan kita?” tanya Gral dengan tatapan tajam pada Daendels Graham yang langsung menggelengkan kepala, karena ia sudah memastikan tidak ada yang melihat mereka saat memasuki Kuil Cahaya.


Dari lingkaran sihir itu muncul Beast Salamander Level 100 yang langsung menyemburkan Api pada Naga Kuno.


Naga Kuno terhempas hingga menabrak dinding Labirin yang membuat Kota Senderos bergetar hebat dan para penduduk mengira terjadi gempa Bumi.


Proses ritual pembangkitan Naga Kuno itu pun terganggu, dan suara teriakan dari Juliana juga berhenti karena ia langsung pingsan setelah Mana miliknya tidak mengalir lagi pada Naga Kuno.


“Cepat bawa gadis itu atau dia akan segera mati!” seru Pitung pada Jean yang terkejut dengan kemunculan Pitung.

__ADS_1


“Kau adalah Petualang di Bar Paman Don itu?” sahut Jean tidak menyangka Pitung lah yang menghentikan ritual ini dan memanggil Beast Salamander melalui Sihir Necromancer.


“Jangan bertanya-tanya lagi, keselamatan gadis itu lebih utama!” sela Pitung sembari berjalan mendekati Daendels Graham. “Aku tidak menyangka Lord yang dihormati oleh penduduk Kota Senderos ternyata pengikut Iblis,” sindirnya.


Daendels Graham tidak menanggapi ejekan Pitung dan dia juga membiarkan Jean melewatinya.


“Jangan biarkan dia mengambil gadis itu!” teriak Gral pada Iblis-Iblis bawahannya.


Para Iblis itu hendak menyerang Jean, tetapi tiba-tiba Salamander menampar mereka hingga tubuh mereka hancur berkeping-keping, karena tidak sanggup menahan kekuatan dari Beast Level 100 itu.


Gral menggertak kan giginya, dia tidak menyangka mantan Raja Iblis Zagralaas masih dapat memanggil Salamander padahal kekuatannya sudah melemah.


“Naga Kuno kalahkan Salamander itu!” seru Gral dengan suara putus asa, karena kekuatan Naga Kuno belum mencapai puncaknya sebab proses ritualnya belum selesai.


Gral juga tidak yakin Naga Kuno dapat mengalahkan Salamander itu.


Dia hanya berharap mendapatkan celah menyerang Pitung dan membawanya menghadap Raja Iblis Eblirt.


Bila ia mendapatkan Pitung maka misi di Kota Senderos ini tetap dianggap berhasil walaupun ia tidak dapat membawa Naga Kuno. Namun, Raja Iblis Eblirt pasti sangat senang bila mantan Raja Iblis Zagralaas dipersembahkan padanya.


Naga Kuno meraung keras, suaranya menggema hingga terdengar oleh seluruh penduduk Kota Senderos.


Para penduduk menjadi panik, para Petualang dari Guild lokal segera memobilisasi Petualang untuk menghadapi Naga yang meraung marah itu.


Saint atau Pemimpin Suci Kuil Cahaya yang berada di halaman rumahnya langsung menoleh ke arah Kuil Cahaya.


Dia mengerutkan keningnya, “Siapa yang telah mencoba menghidupkan kembali Naga Kuno itu?”


Dia bingung, informasi tentang Labirin di bawah Kuil Cahaya hanya diketahui oleh Saint dan Sage Agung serta para Inkuisitor saja.


“Ambilkan Bola Putih!” seru Saint pada Kesatria Sihir yang menjaganya, dan Bola Putih itu adalah alat komunikasi Sihir serta berfungsi juga sebagai Koran Sihir yang biasanya ada di sebuah Guild. “Hanya Kesatria Sihir Level 100 yang dapat menaklukkan Naga Kuno itu!” katanya lagi sembari menghela napas panjang.


Dia khawatir Naga Kuno itu keluar dari Labirin dan menghancurkan Kota Senderos.


“Semoga saja penghalang Sihir di Labirin itu dapat menahannya hingga Kesatria Sihir Level 100 datang dari Kota Ella,” pikirnya lagi karena hanya di Kota besar saja Kesatria Sihir atau Penyihir Level 100 ada dan butuh waktu Satu atau Dua hari bagi mereka untuk sampai ke Kota Senderos dengan Sihir terbang.

__ADS_1


__ADS_2