
Malaikat Damian ragu-ragu apakah akan mengejar mantan Raja Iblis Zagralaas atau membantu para Elf melawan invasi binatang laut yang telah menenggelamkan Pulau Hazel.
Pada akhirnya, Damian memutuskan menolong para Elf sehingga melewatkan kesempatan menangkap mantan Raja Iblis tersebut.
Lingkaran Sihir Cahaya seluas Pulau Hazel muncul di langit, kemudian dari lingkaran Sihir itu berjatuhan Pedang Cahaya sebesar menara Kuil Cahaya yang membuat Beast-Beast Paus, Hiu maupun binatang laut lainnya hancur berkeping-keping.
Ratu Elf Helena terkejut melihat kejadian itu. Dia tidak menyangka kekuatan Sihir malaikat dengan mudah memusnahkan Beast Level 100. Kalau bangsa Elf-nya memihak Raja Iblis, maka saat ini Pulau Hazel akan musnah seperti para Beast binatang laut tersebut.
Karena Beast Paus telah musnah, tsunami yang menerjang Pulau Hazel pun ikut berhenti.
Ratu Elf Helena menghela napas lega karena korban jiwa di pihak Elf hanya ribuan saja. Namun, ini akan menjadi kemunduran besar pada kekuatan bangsa Elf—sehingga ia memutuskan Pulau Hazel akan menutup diri selama beberapa tahun. Semua pengunjung dari negara lain maupun diplomat asing akan dideportasi.
“Maafkan kami Ratu Helena... Kami gagal menangkap Rialinin Eldervein dan juga membiarkan mantan Raja Iblis Zagralaas berbuat onar di Pulau Hazel,” kata Graham Briars dengan tulus, tatapan matanya tampak memancarkan kekecewaan karena ini yang kedua kalinya mereka gagal menaklukkan mantan Raja Iblis Zagralaas.
Ratu Elf Helena tersenyum hangat dan menjawab, “Ini bukan kesalahan kalian. Aku tidak menyangka Rialinin akan mendapatkan Skill yang mengandung Sihir Kegelapan setelah memakan buah Pohon Dunia yang tidak matang.”
Damian yang mendengar perkataan Ratu Elf Helena langsung menebak Skill itu diberikan oleh Dewa Kegelapan dan Dewa Kegelapan pasti sudah tahu mantan Raja Iblis Zagralaas akan menuju Pulau Hazel makanya ia sengaja memberikan Skill yang cukup kuat.
Damian segera meninggalkan Pulau Hazel dan menuju Kota Ella, tempat yang ia curigai akan dikunjungi oleh mantan Raja Iblis Zagralaas. Dia tidak memberitahu Ratu Elf Helena tentang sejarah Pohon Dunia.
Pohon Dunia dulunya adalah Pohon yang tumbuh di Surga. Buah yang matang akan dianugerahi Skill yang kuat oleh Dewi Cahaya sedangkan buah yang belum matang serta yang telah busuk akan mendapatkan anugrah Skill oleh Dewa Kegelapan.
Namun, ketika pecah Perang antara Dua Dewa, Pohon Dunia diberikan kepada bangsa Elf oleh Dewi Cahaya dan menyuruh mereka hanya memakan Buah yang matang saja, kalau tidak maka itu akan mengakibatkan konsekuensi yang buruk bagi Ras Elf.
Ratu Elf Helena menyuruh Party Pahlawan menuju Kota Ella juga. Dia ingin mantan Raja Iblis Zagralaas segera dimusnahkan agar tidak mengakibatkan kehancuran Dunia Nistenia.
...***...
__ADS_1
“Kita terbang ke mana, Netla?” tanya Pitung merasa mereka terbang sangat jauh dan belum juga mencapai daratan.
“Kita akan menuju reruntuhan Kota Troll,” sahut Netla Durand.
“Kota Troll? Bukankah itu berada di Benua Utara, wilayah Kerajaan Iblis,” sela Larissa Blackwood. “Keluar dari sarang buaya... malah masuk ke kandang Harimau.”
“Tinggal lakukan penyamaran lagi,” kata Netla Durand. “Kalau Aku dan tuan Zagralaas sih tinggal kembali ke bentuk asli kami.”
Larissa Blackwood berpikir sejenak, penyamaran seperti apa yang cocok untuknya; apakah gadis bertanduk di kening atau Succubus serta gadis berekor.
“A-aku bagaimana?” Rialinin Eldervein menunjuk dirinya sendiri. “Apa aku menjadi Iblis Gurita bertentakel?”
Dengan cepat Larissa Blackwood menyilangkan kedua tangannya. “Jangan lakukan! Itu sangat menjijikkan,” selanya.
Armor besi membalut seluruh tubuh Pitung, kepalanya juga ditutupi oleh helm baja yang hanya menyisakan bagian mata yang memancarkan kobaran Api berwarna hitam.
“Lupakan saja masalah wajah, yang penting aku selalu memakai Helm baja sehingga tidak ada yang tahu seperti apa wajahku yang sesungguhnya,” pikir Pitung sembari meminta Demon King System melakukan pengundian 1.000.000 Poin miliknya.
[Selamat Anda Mendapatkan Peningkatan Satu Level]
[Selamat Anda Mendapatkan Peningkatan Satu Level]
[Selamat Anda Mendapatkan Peningkatan Skill Demonic Art ke Tingkat Tinggi]
Kadang-kadang Pitung tersenyum saat menatap Panel Demon King System, kadang ia juga cemberut karena terus mendapatkan Peningkatan Satu Level saja.
“Kalian tidak perlu menyamar menjadi Iblis seperti kami,” kata Pitung saat Netla Durand mendarat di Kota Troll.
__ADS_1
Ketiga gadis cantik anggota Party mantan Raja Iblis itu keheranan mendengar seruannya. Bukankah itu akan mengakibatkan masalah nantinya karena para Iblis sangat membenci Ras Manusia dan Ras Elf.
“Eh, Level tuan Zagralaas telah kembali ke Level 100!” teriak Netla Durand terkejut dengan peningkatan Levelnya yang sangat drastis tersebut. “Apa itu hadiah dari Sistem lagi?” selidiknya penasaran.
Pitung menganggukkan kepala. “Aku juga memiliki hadiah untuk kalian,” sahutnya tersenyum lebar. “Tutup mata kalian selama Sepuluh tarikan napas dan kalian akan terkejut.”
Netla Durand, Larissa Blackwood, dan Rialinin Eldervein saling berpandangan. Ketiganya merasa ucapan Pitung mengandung teka-teki yang membuat mereka penasaran.
“Cepatlah atau—” Pitung berpura-pura hendak pergi.
Ketiga gadis cantik itu segera menutup mata selama Sepuluh tarikan napas.
Selama mereka menutup mata, Pitung mengaktifkan hadiah peningkatan Level rekan satu Party—sehingga Level Ketiga gadis itu naik secara otomatis.
“Eh, Aku juga telah mencapai Level 100!” Larissa Blackwood menitikkan air mata. Dia tidak menyangka akan mencapai Level 100 dalam waktu singkat setelah mengikuti mantan Raja Iblis yang dulu sangat ia benci tersebut.
Netla Durand juga terharu, kesetiannya terhadap mantan Raja Iblis Zagralaas akhirnya terbalaskan dengan hadiah yang tidak mungkin didapatkan di tempat lain.
Pitung menepuk pundak Netla Durand sembari tersenyum hangat. Kalau tidak diselamatkan oleh gadis Naga berambut merah ini maka Pitung akan mati saat pertama kali di pindahkan ke Dunia ini. Sudah sewajarnya dirinya membalas budi padanya, kalau bisa Pitung ingin menjadikan Netla Durand Ratu Iblis sehingga ia tidak perlu lagi menjadi Pelayan atau tunggangan Pahlawan Nistenia setelah dirinya kembali ke Bumi.
Rialinin Eldervein juga tersenyum bahagia karena dirinya telah mencapai Level 100. Hadiah ini jauh lebih hebat dari memakan Buah Pohon Dunia baik yang matang atau yang belum, karena hadiah dari Buah Pohon Dunia hanya sebuah Skill Sihir saja, sementara hadiah dari mantan Raja Iblis adalah menaikkan Level Sihir mereka hingga ke Level 100.
“Ayo kita cari penginapan untuk beristirahat... kalian tidak perlu menangis, Aku tidak akan menyerahkan tubuhku pada kalian ha-ha-ha.” Pitung bercanda sehingga Ketiga gadis cantik itu cemberut.
Penduduk Kota Troll ketakutan saat merasakan Aura Iblis yang dipancarkan oleh Pitung.
Lord Kota Troll yang merupakan Iblis Level 100 langsung mengerutkan keningnya. “Sepertinya Kerajaan Iblis akan mengalami kekacauan... tidak mungkin Dua Raja Iblis dalam satu wilayah, salah satu diantara mereka harus dilenyapkan,” gumamnya setelah merasakan Aura Iblis yang dipancarkan oleh Pitung.
__ADS_1