
Pitung menjadi panik melihat Rialinin Eldervein dibawa terbang oleh Naga Undead Alease Cougar.
“Tuan Zagralaas!” seru Netla Durand dengan ekspresi wajah pucat. “Jenderal Iblis Haherith di belakang kita!” Dia bertambah gugup karena mereka malah berada dalam kondisi seperti sepotong anak ayam yang dikerumuni oleh Predator ganas.
Merasakan Aura Iblis yang sangat mencekam dari Haherith, Pitung segera menggunakan Skill Pengendali Binatang yang telah aktif sejak mereka berada di Kapal Layar.
Karena Dewa Kegelapan menganugerahkan mana tidak terbatas padanya, Dia pun tidak perlu berhemat penggunaan Mana lagi.
Burung-burung yang bertengger di Pohon Dunia segera melesat ke arah Pasukan Iblis, Pasukan Elf, dan Pahlawan. Dari lautan juga muncul tsunami yang dibawa oleh Beast Paus raksasa sebesar gunung; Hiu dan berbagai jenis mahkluk hidup Laut melesat di dalam tsunami itu.
“Oh, tidak! Lingkaran Sihir Teleportasinya akan rusak oleh Tsunami itu!” Hehus panik dan segera terbang ke arah Lingkaran Sihir Teleportasi. “Batalkan misi menangkupkan Zagralaas! Cepat kembali ke Lingkaran Sihir Teleportasi!” teriaknya saat melewati Haherith yang hendak menyerang Pitung.
Haherith yang hendak melempar Tombaknya pada Pitung segera mengurungkan niatnya dan mengikuti Hehus menuju Lingkaran Sihir Teleportasi.
Dia tidak menyangka tsunami yang sangat besar akan muncul di Pulau Hazel dan didalam gelombang besar itu tersembunyi banyak Beast Level 100.
Haherith mendengus dan berpikir Bangsa Elf pasti akan musnah oleh serangan Beast yang datang dari Lautan tersebut.
...***...
“Sepertinya aku terlalu meremehkan Zagralaas,” gumam Malaikat Damian. Keningnya mengkerut masam saat menatap gelombang tsunami raksasa yang muncul dari lautan.
Ratu Elf Helena juga tidak menyangka Zagralaas akan memanggil Beast dari Lautan untuk mengacau di tanah Elf.
Kebenciannya terhadap mantan Raja Iblis itu telah sampai pada puncaknya. Dia harus membunuh Zagralaas dengan tangannya sendiri.
“Dewi Cahaya Yang Maha Kuasa Pemilik Segalanya, Hamba-Mu Ini Meminjam Sihir Perisai; Perisai Akar Pohon Dunia!”
Setelah Ratu Elf Helena selesai merapalkan mantera Sihir, tanaman merambat yang muncul dari akar Pohon Dunia segera membentuk Kubah-Kubah di perkampungan Elf sehingga penduduk Elf tidak akan terdampak oleh Tsunami yang muncul dari lautan.
__ADS_1
Pak tua Elf yang sedang memacu laju kereta kudanya tiba-tiba dililit oleh tanaman merambat yang muncul dari permukaan tanah. “Apa yang terjadi?” gumamnya keheranan.
Tiba-tiba Dia merasakan guncangan seperti gempa bumi dan aura mencekam dari luar tanaman merambat.
“Apakah tanah Elf telah diinvasi oleh Pasukan Iblis?” gumamnya berspekulasi karena ia tidak memperhatikan Tsunami yang datang dari lautan sebab terlalu fokus memikirkan keadaan keluarganya.
Hehus dan Haherith berhasil mencapai Lingkaran Sihir Teleportasi, sedangkan Iblis lainnya langsung diserang oleh Beast Hiu Level 100.
“Tuan Zagralaas! Lompat ke punggungku!” seru Netla Durand langsung berubah menjadi Naga.
Pitung melompat ke punggung Netla Durand. “Terbang ke arah Rialinin!” serunya, “aku akan mengarahkan para Beast Level 100 menyibukkan para Pahlawan. Kalau bisa sih mereka mati saja agar misiku selesai.”
Namun, ia tidak yakin para Pahlawan Nistenia itu akan dikalahkan oleh mahkluk binatang panggilannya karena masih ada Ratu Elf yang memiliki Kekuatan Sihir yang besar.
Burung-burung mengerumuni Naga Undead Alease Cougar. Namun, Naga Undead itu mengabaikan mereka karena Level mereka sangat rendah sehingga itu tidak dapat melukainya. Dia terus terbang ke arah Pohon Dunia atas perintah Alease Cougar.
“Datang tak diundang, Pulang membuat onar... bammmm!” ejek Pitung.
Alease Cougar mengerutkan keningnya mendengar ejekan Pitung. Dia tidak menyangka mantan Raja Iblis yang dulunya sangat beringas dan kuat itu akan membuat lelucon disaat situasi seperti ini.
Ratusan Beast Ikan bersayap muncul dari langit yang langsung menghantam Naga Undead sehingga cengkramannya pada Rialinin Eldervein terlepas.
Rialinin Eldervein jatuh ke punggung Netla Durand. Dia hendak mengaktifkan Skill barunya, tetapi Pitung tiba-tiba menggenggam tangannya sembari tersenyum hangat.
“Kau aman sekarang,” kata Pitung, “tidak akan ada lagi yang menyakitimu. Mulai sekarang kita akan berkeliling Dunia dan ....” Tiba-tiba ia lupa dengan naskah yang ia siapkan untuk merayu Rialinin Eldervein agar mau menjadi anggota Party-nya.
Netla Durand segera terbang menjauh dari Pulau Hazel, sementara Rialinin Eldervein menatap kosong Pulau tempatnya dilahirkan dan dibesarkan tersebut. Dia hanya mengingat kenangan pahit saja tentang Pulau Hazel, tetapi entah mengapa ada rasa sakit di dadanya saat melihat Pohon Dunia; seolah-olah Pohon Dunia memintanya untuk kembali.
Rialinin Eldervein menatap Pitung yang sedang berusaha mengingat-ingat sesuatu sehingga ia merasa Pria ini seperti dirinya saja.
__ADS_1
“Intinya... bergabunglah denganku!” kata Pitung menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Rialinin Eldervein. “Aku adalah Zagralaas, Raja Iblis... dulunya sih, sekarang menjadi Petualang yang berkelana tak tentu arah ha-ha-ha ....”
Mana Iblis milik Pitung yang diberkahi oleh Dewa Kegelapan tiba-tiba keluar dari tubuhnya dan Mana Iblis itu memasuki tubuh Rialinin Eldervein.
Pitung terkejut menyaksikannya dan meminta penjelasan pada Demon King System; kenapa Mana Iblisnya memasuki tubuh Rialinin Eldervein.
Panel Virtual muncul di hadapan Pitung dan menjelaskan bahwa Mana Iblisnya itu sedang menekan Mana murni milik Rialinin Eldervein sehingga Mana Iblisnya lebih dominan. Dengan demikian Skill barunya tidak akan merasa ada musuh yang mengusik mereka sehingga tidak akan aktif secara otomatis.
“Oh, ternyata begitu,” pikir Pitung. “Ngeri juga kalau Dia terus menjadi Tentakel.” Dia membayangkan gurita raksasa berjalan di darat.
Kesadaran Rialinin Eldervein telah kembali walaupun ia tidak mengingat kenangan indahnya lagi. Namun, ia merasa sangat bersalah telah membunuh Martin dan Sarah serta mengakibatkan kekacauan di Pulau Hazel.
“Namun kenapa aku mengingat kenangan tentang Pria ini? Bukankah dia yang menyelamatkan aku dan seharusnya itu adalah kenangan yang tidak akan terlupakan (indah),” pikir Rialinin Eldervein keheranan. “Mungkinkah karena Dia Raja Iblis?” tebaknya lagi.
“Bagaimana?” Pitung membuyarkan lamunan Rialinin Eldervein.
Dengan ragu-ragu, Rialinin Eldervein segera menjabat tangan Pitung dan menganggukkan kepala sembari tersenyum tipis.
“Nah—”
Pitung hendak menggoda Rialinin Eldervein kalau dia sangat cantik saat tersenyum. Namun, tiba-tiba Larissa Blackwood menariknya ke samping.
“Aku Larissa Blackwood dan panggil saja Larissa,” sapanya sembari tersenyum hangat. Dia juga mengedipkan mata pada Pitung yang terlihat kesal karena gagal menggoda Elf cantik tersebut.
“Aku Netla Durand... Pelayan tuan Zagralaas!” sahut Netla Durand yang masih dalam bentuk Naga.
“Tidak perlu disebutkan kau Pelayanku,” sela Pitung, “Kita semua sekarang adalah rekan satu Party dan juga satu keluarga yang akan saling melindungi dalam keadaan senang dan duka.”
Pitung menengadah menatap langit dan menghela napas dalam-dalam agar terlihat berwibawa dan keren di mata Ketiga gadis cantik tersebut.
__ADS_1