
Alease Cougar yang sedang mundur dari medan Perang tiba-tiba dihujani oleh kobaran api. Inkuisitor yang mengawalnya segera menangkis hujan Api itu; nyawa Alease Cougar lebih berharga dari nyawa mereka karena Dia adalah anggota Party Pahlawan. Bila anggota Party Pahlawan tidak lengkap maka secara otomatis, kekuatan mereka akan melemah dan berkah Dewi Cahaya tidak akan mengalir untuk sementara hingga penggantinya muncul.
Inkuisitor Level 100 itu tak berdaya menahan hujan Api yang dilepaskan oleh Naga Hitam. Jirah besi yang ia kenakan meleleh dan tubuhnya akhirnya hangus terbakar.
“Lindungi Pahlawan Alease!” seru Inkuisitor lain sembari menekan kakinya dengan kuat, hembusan angin kencang tiba-tiba mengelilingi tubuh Inkuisitor itu dan Dia melesat ke arah Naga Hitam yang terbang di langit.
“Strategi satu lawan satu sepertinya tidak berhasil, aku harus bergabung dengan Pahlawan lain!” seru Alease Cougar.
“Baik Pahlawan Alease, kami akan mengawalmu menuju Pahlawan Graham yang sedang bertarung melawan Raja Iblis Eblirt!” sahut Inkuisitor disebelah Alease Cougar.
Naga Hitam mengerutkan keningnya karena Alease Cougar melarikan diri. Dia hendak mengepakkan sayapnya untuk membuat badai tornado Api, akan tetapi tiba-tiba Inkuisitor muncul di hadapannya.
Tombak milik Inkuisitor memancarkan cahaya menyilaukan. Naga Hitam merapalkan mantera Sihir Gerbang Neraka, Ribuan bayangan hitam berbentuk tangan melilit Tombak milik Inkuisitor begitu juga dengan tubuhnya, kemudian ia diseret ke dalam Gerbang Neraka.
Inkuisitor itu menjerit histeris dan tubuhnya meronta-ronta ingin keluar dari Gerbang Neraka yang mulai menutup gerbangnya.
Gerbang Neraka inilah yang membuat para Pahlawan maupun Iblis tidak mau melawan Naga Hitam karena pertahanannya terlalu kuat dan hampir mustahil dapat dihancurkan.
“Cih!” Naga Hitam mendengus karena tidak melihat keberadaan Alease Cougar. Dia kemudian terbang menuju Pahlawan lainnya dan mengabaikan pertarungan Pasukan Iblis dan Kesatria Order di permukaan tanah.
...***...
“Jenderal Iblis Hast!” Iblis Goblin melapor padanya. “Ada pergerakan aneh di hutan itu, permukaan tanah bergetar hebat seperti kedatangan Pasukan besar.”
Hast segera berdiri, sudut bibirnya memancarkan seringai jahat. “Dia akhirnya muncul juga!” sahutnya, “perintahkan pada semua Pasukan Iblis untuk bersiap-siap menghadapi para penghianat itu!”
Hast keluar dari tenda dan berdiri paling depan di hamparan Padang rumput perbatasan antara Kerajaan Kinearus dan Kerajaan Iblis tersebut.
Hutan yang berada satu mil dari Padang rumput memang tampak bergoyang-goyang dan sesaat kemudian, hamparan binatang berlari ke arah Pasukan Iblis.
__ADS_1
Binatang-binatang itu terlihat sangat ganas, sebagian diantara mereka adalah Beast tingkat tinggi.
Hast mengerutkan keningnya. “Apakah Zagralaas menggiring mereka agar barisan pertahanan kami menjadi kacau?” gumamnya. “Itu adalah strategi yang bodoh!” cibirnya sembari mengayunkan Pedangnya secara horizontal, Aura Pedang berwarna hitam berbentuk bulan sabit melesat ke arah hamparan binatang tersebut. Dalam sekejap, binatang-binatang itu terbelah dan tidak ada satupun yang dapat lolos dari lintasan Aura Pedang Hast.
Pasukan Iblis dibelakang Hast langsung bersorak gembira.
“Jenderal Iblis Hast sangat kuat!”
“Apa kau lihat Aura Pedangnya tadi, itu sangat ganas dan mengerikan.”
“Kapan Aura Pedangku mencapai Level itu, ya?”
Iblis Level rendah dibarisan belakang takjub melihat Aura Pedang yang terus-menerus melesat dari bilah Pedang Hast.
Namun, Hast sedikit terkejut karena gelombang binatang buas ini terus keluar dari hutan dan Level mereka semakin tinggi saja.
“Akhirnya berhenti!” seru Goblin dibelakang Hast setelah tidak ada binatang yang keluar dari hutan.
Goblin bawahan Hast tiba-tiba berwajah pucat dan berteriak, “Jenderal lihat itu!”
Hast menoleh ke belakang, wajahnya berkerut masam karena pepohonan di hutan tiba-tiba terbelah dan Aura Pedang berwarna hitam pekat berbentuk bulan sabit selebar Satu Kilometer melesat ke arah mereka.
“Aura Pedang yang sangat kuat!” Hast segera memasang kuda-kuda beladiri. “Bantu Aku menghadangnya!” Dia tidak percaya diri dapat menahan Aura Pedang yang lebih besar dari miliknya tersebut.
Hanya satu nama yang muncul di benaknya dan Dia adalah mantan Raja Iblis Zagralaas. Namun, ia bingung dulu Aura Pedang Zagralaas tidak sebesar ini, mungkinkah kekuatannya meningkat setelah kembali ke Level 100 lagi.
Puluhan Iblis Level 100 membantu Hast menghadang Aura Pedang itu dan mereka berhasil menghadangnya walaupun harus menguras Mana Iblis yang sangat besar.
“Jangan lengah!” teriak Hast karena bawahannya malah gembira setelah berhasil menahan Satu Aura Pedang.
__ADS_1
Tiba-tiba Aura Pedang kembali muncul, kali tidak datang hanya secara horizontal saja. Aura itu juga muncul secara Vertikal, miring ke kanan dan miring ke kiri.
“Sial! Ini pasti ulah si pengkhianat Zagralaas!” umpat Hast segera mengayunkan pedangnya ke arah depan berulang kali; Puluhan Aura Pedang melesat dan berbenturan dengan Aura Pedang yang datang ke arah mereka.
Ledakan energi Sihir membuat hamparan Padang rumput menjadi lubang raksasa dan bila hujan turun suatu hari nanti maka lubang itu akan menjadi sebuah Danau.
“Kau semakin lemah saja, Hast!”
Suara yang sangat familier menggema dipikiran Hast. Dia menoleh ke arah sumber suara itu dan wajahnya langsung mengkerut masam.
“Zagralaas!” gerutunya.
Pasukan Iblis dibelakang Hast langsung ketakutan dan semangat bertarung mereka pun runtuh seketika karena mantan Raja Iblis mereka muncul bersama Puluhan Ribu Iblis ditambah Binatang buas dan binatang laut yang tak terhitung jumlahnya.
“Aku tidak ada waktu bermain-main denganmu. Jadi, matilah!” Pitung berkata dengan nada dingin.
Pitung mengayunkan Pedang Hell Of Darkness dan mengalirkan seluruh Mana Iblis yang ia miliki.
Kini Pitung tak perlu takut kehabisan Mana Iblis karena salah satu Skill yang dianugerahkan oleh Dewa Kegelapan adalah Mana tak terbatas. Saat Mana Iblisnya berkurang maka secara otomatis akan kembali penuh.
Iblis-Iblis yang mengikuti Pitung merasa tertekan saat Mana Iblis menyelimuti bilah Pedang Hell Of Darkness. Mereka sangat bersyukur mengambil keputusan mengikutinya, entah seperti apa nasib mereka bila bergabung dengan Raja Iblis Eblirt.
“Rapalkan Mantera Sihir Perisai!” teriak Hast. Wajahnya pucat saking takutnya merasakan tekanan dari Aura Pedang Hell Of Darkness.
Pitung mengayunkan Pedang Hell Of Darkness ke arah Hast dari punggung Netla Durand. “Demonic Sword Art!” gumamnya menggunakan Skill yang telah mencapai tingkat tinggi tersebut.
Permukaan tanah hancur berkeping-keping saat dilalui oleh Aura Pedang Hell Of Darkness walaupun Aura Pedang itu tidak menyentuh tanah, saat kelopak mata Hast hendak berkedip; Aura Pedang Hell Of Darkness telah muncul di depannya.
Perisai yang dirapalkan oleh Penyihir Iblis hancur berkeping-keping, begitu juga dengan Pedang milik Hast.
__ADS_1
Dalam satu serangan saja, semua Pasukan Iblis yang dibawa oleh Hast telah berubah menjadi butiran debu.