Demon King System

Demon King System
Lord Kota Troll


__ADS_3

Dilakukan pencarian besar-besaran di Kota Ella untuk mencari keberadaan mantan Raja Iblis Zagralaas. Namun, Dia tidak ditemukan dan Lord Kota Ella dibantu oleh Party Pahlawan malah bentrok melawan Dua Jenderal Iblis Haherith dan Hehus.


Dua Jenderal Iblis itu melakukan perlawanan sengit, sebagian Kota Ella hancur berkeping-keping hingga akhirnya Kedua Jenderal Iblis itu berhasil dikalahkan Lord Kota Ella yang dibantu oleh Party Pahlawan.


Damian tidak ambil bagian dalam pertarungan itu karena tujuannya datang ke Dunia Nistenia hanya untuk menangkap Zagralaas.


Lord Kota Ella mengerutkan keningnya saat membaca surat yang dikirim dari Kota Trivoni yang mengatakan Kota itu telah jatuh ke tangan Pasukan Iblis. Dituliskan saja kalau Level Prajurit Iblis sangat tinggi dan banyak diantara mereka adalah Level 100 sehingga Kota Trivoni hancur hanya dalam satu serangan saja dan 10.000 Pasukan Aliansi Kuil Cahaya dan Kerajaan Kinearus tewas.


Lord Kota Ella mengabarkan informasi itu pada Party Pahlawan yang langsung terkejut mendengarnya. Mereka tidak menyangka Raja Eblirt yang baru saja menduduki tahta Raja Iblis akan memulai perang.


“Dia pasti memiliki Skill yang dapat meningkatkan Skill pengikutnya.” Damian menyela diskusi mereka.


“Apa?” Graham Briars terkejut mendengarnya. “Kalau begitu pihak aliansi akan kesulitan dan mustahil menang melawan Pasukan Iblis!” Nada bicaranya menunjukkan rasa putus asa.


“Sebenarnya ini bisa menjadi kesempatan emas menghancurkan Pasukan Iblis,” sahut Damian, “bila Skill itu telah aktif maka Raja Iblis pasti berada tak jauh dari Pasukan Iblis.” Sudut bibir Damian memancarkan senyuman tipis.

__ADS_1


Para Pahlawan Nistenia langsung memahami ucapan Malaikat yang diutus oleh Dewi Cahaya untuk menangkap mantan Raja Iblis Zagralaas tersebut. Untuk mengalahkan Pasukan Iblis maka Aliansi harus mengerahkan semua Kesatria Sihir menuju Kota Trivoni karena Raja Iblis Eblirt pasti berada di sana.


Pahlawan Nistenia hendak mengucapkan terimakasih, akan tetapi Damian telah mengepakkan sayapnya dan terbang tinggi ke langit.


“Sepertinya Beliau ingin mengejar mantan Raja Iblis Zagralaas,” kata Alease Cougar menengadah menatap langit.


Graham Briars mengirim pesan ke Sage Agung dan Raja Kerajaan Kinearus untuk mengirim lebih banyak bala bantuan ke Kota dekat Kota Trivoni. Pahlawan Nistenia akan memimpin peperangan langsung melawan Pasukan Iblis, untuk meyakinkan Kedua Entitas yang sangat dihormati di Kerajaan Kinearus itu; Graham Briars juga menulis apa yang dikatakan oleh Malaikat Damian.


...***...


Pitung tidak menyangka masih ada Iblis yang menghormatinya atau mereka terpaksa melakukannya karena merasakan pancaran Kesatria Sihir Level 100 darinya.


“Selamat datang kembali ke Benua Utara Yang Mulia Raja Iblis Zagralaas!” sapa Lord Kota Troll tersebut tanpa menatap wajah Pitung, karena ia takut sosok dihadapannya itu marah dan menghancurkan mereka.


Pada masa lalu, Zagralaas sering menghancurkan Party Level 100 yang menyergap atau sengaja menantangnya. Untuk mengalahkannya para Jenderal Iblis harus berkhianat serta memanfaatkan Pahlawan Nistenia mengepungnya dan itu belum cukup untuk melenyapkannya karena ia tetap berhasil kabur bersama Pelayan Naganya yang sangat setia padanya.

__ADS_1


“Aku bukan lagi Raja Iblis,” sahut Pitung sembari mengeluarkan Aura yang sangat mengintimidasi. “Pergilah, aku hanya mampir sementara saja dan besok Aku akan meninggalkan Kota ini!” Pitung melambaikan tangan mengusir Lord Kota Troll.


Namun, mereka tetap bertekuk lutut dan Lord Kota Troll berkata, “Kami akan melayani Raja Iblis Zagralaas dan siap mengikutimu bertarung melawan para pengkhianat itu!”


Pitung tak menyangka masih ada Iblis yang setia padanya padahal Raja Iblis Eblirt sudah menguasai seluruh Benua Utara dan menundukkan Iblis yang tidak setia padanya, bahkan tidak segan-segan membunuh mereka yang tidak mau tunduk.


Pitung tidak langsung menanggapi seruan Lord Kota Troll itu. Dia terdiam sejenak dan teringat kalau musuhnya kini sangat kuat dan dia sudah melihat kehebatan para Pahlawan Nistenia di Pulau Hazel, belum lagi malaikat yang diutus oleh Dewi Cahaya pasti jauh lebih kuat dari para Pahlawan itu. Memiliki Pasukan sepertinya adalah pilihan yang tepat walaupun ia dapat menggunakan Skill Pengendali Binatang untuk membawa Pasukan Binatang liar dan Beast membantunya.


“Baiklah! Aku akan melihat apakah kalian benar-benar setia saat di medan Perang nanti. Kalau Aku kembali ke tahta Raja Iblis maka kamu akan kuangkat menjadi Jenderal Iblis menggantikan para pengkhianat itu!” sahut Pitung.


Lord Kota Troll tersenyum lebar dan tidak menyangka akan menjadi tangan kanan mantan Raja Iblis. Ini adalah pertaruhan besar, kalau Zagralaas kembali ke tahta Raja Iblis maka sukunya akan menikmati kejayaan. Namun, bila mereka kalah maka sudah pasti Suka Troll atau Suku Manusia hijau berbadan raksasa itu akan menghilang selamanya.


Lord Kota Troll membawa Pitung ke Kastilnya, kemudian ia mengumpulkan semua Suku Troll dan memerintahkan mereka untuk bersiap-siap menuju medan Perang bersama Raja Iblis Zagralaas. Semua Troll Dewasa wajib ikut dalam peperangan itu, hanya anak-anak dan yang cacat yang akan tetap tinggal di Kota Troll.


Lord Kota Troll sangat sibuk malam itu, Dia mengirim pesan pada beberapa Lord Kota lain untuk bergabung dengannya mengakui Zagralaas sebagai Raja Iblis atau mereka akan dilenyapkan.

__ADS_1


Dia sengaja menuliskan ancaman itu dalam pesan yang ia kirim walaupun Pitung tidak pernah mengancam akan melenyapkan Iblis yang tidak mendukungnya karena ia hanya ingin mengalahkan Raja Iblis Eblirt dan Para Jenderal Iblis yang mengkhianatinya.


__ADS_2