
“Bagaimana Nona Helen? Apakah Keluarga Bangsawan Flanagan tertarik dengan bakat Sihirnya?” Pitung melirik Helen Flanagan yang tersenyum lebar menatap Salsa.
“Tentu saja kami tertarik dan pasti akan menjamin keluarganya akan makmur bersama Keluarga Bangsawan Flanagan,” sahut Helen Flanagan, “tetapi aku penasaran... kenapa kamu tidak merekrutnya ke dalam Keluarga Bangsawanmu?”
Pitung tersenyum dan berkata, “Aku bukan anggota Bangsawan... aku hanyalah penduduk biasa yang mendapatkan keberuntungan menjadi Petualang!”
Helen Flanagan akhirnya mengerti kenapa Pitung menunjukkan bakat sihir Salsa padanya. Namun, ia tidak menyangka penduduk biasa seperti Pitung akan menjadi Petualang Rank S di usia yang sangat muda.
“Baiklah, setelah misi penyelidikan Orc selesai, kami akan membawa Salsa dan keluarganya ke keluarga Bangsawan Flanagan!” kata Helen Flanagan lagi, sedangkan Salsa tampak kebingungan karena tidak mengerti apa yang sedang didiskusikan oleh Pitung dan wanita cantik di sebelahnya.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Pitung dan Salsa memutuskan kembali ke rumah Donovan——diluar juga sudah gelap, Isabel pasti khawatir dengan Salsa yang tak kunjung kembali.
Untuk menerangi jalan menuju rumah Donovan, Pitung mencoba Skill barunya; Manipulasi Sihir Tingkat Rendah.
Sihir cahaya tidak mungkin dapat ia lakukan karena mantan Raja Iblis tidak menyembah Dewi Cahaya, untuk menerangi jalan ia mencoba melakukan Sihir Necromancer.
Beast Kunang-kunang Level 30 muncul di hadapan Pitung yang membuatnya sangat senang, karena ia dapat menggunakan Sihir Necromancer walaupun hanya sebatas Beast rendah yang dapat dipanggil.
Pitung menyimpulkan, Skill Manipulasi Sihir adalah Skill terhebat karena ia bebas menggunakan Sihir jenis apapun asalkan diberkahi oleh Dewa Kegelapan.
“Apa aku bisa melakukan Sihir seperti ini kalau Aku menjadi Petualang?” Salsa tampak tertarik dengan Beast Kunang-kunang yang menerangi jalan mereka.
“Tentu saja bisa, tetapi kamu harus berlatih dengan giat dulu di Akademi Sihir Kerajaan!” sahut Pitung.
Salsa tersenyum cerah, senang mendengarnya karena saat dia Dewasa nanti dirinya akan menjadi Penyihir seperti Pitung.
__ADS_1
Ekspresi wajah Isabel tampak gelisah berdiri di depan pintu rumahnya. Saat ia melihat Pitung dan Salsa tiba, dia langsung berlari menghampiri mereka.
Air matanya mengalir deras membasahi wajahnya dan dengan terbata-bata berkata, “Suamiku belum kembali tuan Zagralaas! Apakah mungkin Orc itu telah menculiknya?”
Pitung terkejut mendengarnya dan juga berpikiran yang sama dengan Isabel.
Salsa yang ingin memamerkan gaun barunya tampak kebingungan melihat ibunya menangis histeris dan mengatakan ayahnya telah diculik Orc.
Dia telah mendengar dari ayahnya kalau Orc itu sangat mengerikan, Orc adalah raksasa yang memakan manusia dan bila melihatnya maka ia harus bersembunyi atau melarikan diri.
“Bibi Isabel bawalah Salsa ke Desa Adonara dan laporkan pada Petualang bahwa aku akan mencari Paman Donovan ke sungai!” sahut Pitung merapalkan mantera Sihir Necromancer memanggil Beast Kunang-kunang lagi.
“Apa tidak apa-apa tuan Zagralaas pergi seorang diri saja?” Isabel khawatir Pitung akan menghilang juga seperti suaminya.
...***...
Petualang yang berjaga di Menara Kayu mengira Pitung kembali lagi ke Desa Adonara karena Beast Kunang-kunang mendekat ke arah gerbang Desa.
Namun, ia terkejut yang muncul ternyata Isabel istri Donovan, buruh yang tinggal dikawasan peternakan.
“Tuan Jack... suamiku belum kembali setelah pergi menangkap ikan ke sungai dan saat ini tuan Zagralaas telah pergi mencarinya!” Isabel mengadu pada Petualang itu.
Jack mengerutkan keningnya mendengar ucapan Isabel, karena David Guetta dan tiga rekannya juga menemani Donovan ke sungai itu dan mereka juga tidak kunjung kembali.
Pikiran Jack langsung menduga Orc mungkin telah mengusik mereka. Dia segera turun dari Menara Kayu.
__ADS_1
“Ayo ke rumah Kepala Desa melaporkan kejadian ini, Petualang dari Guild Meteor pasti akan membantu Petualang Zagralaas mencari suamimu dan Ketua David!” seru Jack yang terlihat pucat saking khawatirnya.
...***...
Pitung tidak menemukan jejak keberadaan Donovan saat menyelusuri pinggiran Sungai padahal ia sudah berjalan hampir Tiga Kilometer dari Desa Adonara.
“Bagaimana mungkin Orc bertubuh besar tidak meninggalkan jejak saat berjalan di pinggiran Sungai yang memiliki tanah berlumpur ini?” gumamnya sembari berpikir apa yang akan ia lakukan.
Matanya kemudian tertuju pada Tombak yang tertancap di permukaan tanah di seberang sungai kecil itu.
Dia teringat Tombak itu adalah milik rekan satu Party David Guetta dan dia teringat kalau Jack mengatakan mereka mengikuti Donovan ke sungai.
Kali ini Pitung berpikir Donovan tidak mungkin tenggelam di sungai, dia bersama para Petualang itu mungkin telah disergap oleh Orc.
Pitung memperhatikan Panel Virtual di hadapannya untuk melihat jumlah Mana miliknya. Dia sudah dua kali menggunakan Sihir Necromancer dan itu menguras cukup banyak Mana.
“Sepertinya masih cukup menggunakan Sihir Necromancer lagi dan bertarung melawan Orc hingga bala bantuan datang!” gumamnya sembari merapalkan Sihir Necromancer, “Dewa Kegelapan Yang Mahakuasa Pemilik Segalanya... Hamba-Mu ini meminjam Sihir Necromancer: Datanglah Kawanan Serigala Iblis!”
Tujuh Beast Serigala Level 30 muncul di hadapan Pitung, tubuh mereka diselimuti kobaran api biru yang mengeluarkan asap hitam pekat.
“Sial! Memanggil Tujuh Beast Serigala Iblis ini menghabiskan 700 Mana!” gerutu Pitung sedih telah kehilangan 900 Mana dalam semalam saja dan sisa Mana miliknya kini hanya 3100 Mana, sementara hingga saat ini misi dari Demon King System belum juga terpicu. “Kalian cari siapa yang membunuh atau menculik pemilik Tombak ini!” katanya pada Ketujuh Beast Serigala Iblis.
Beast Serigala Iblis itu mencium Tombak itu dan segera berpencar memasuki Hutan diseberang sungai.
Pitung menghela napas panjang sembari menengadah menatap langit malam berbintang tersebut. Dia tidak dapat membayangkan reaksi Salsa nanti bila Donovan tidak ditemukan, apakah senyuman manisnya akan menghilang dan apakah itu mengganggu perkembangannya dalam belajar Sihir nantinya.
__ADS_1