Demon King System

Demon King System
Bar Paman Don


__ADS_3

Pitung tak langsung tidur, ia hanya melamun saja dan masih memikirkan kenapa tidak ada misi yang terpicu dari Demon King System, padahal biasanya akan terpicu misi ketika memasuki sebuah Kota.


“Ah, aku lupa mengundi hadiah dari mengawal kereta kuda Petani tadi!”


Panel Demon King System muncul di hadapan Pitung.


"Lakukan Dua kali Undian!” seru Pitung langsung menghabiskan 100 Poin hadiah dari misi mengawal kereta kuda Petani tadi.


[Selamat mendapatkan Peningkatan satu Level Sihir dan 10 Mana.]


“Buset dah tak ada hadiah item rare (langka) atau Skill Sihir!” keluh Pitung karena merasa skill Sihirnya terlalu sedikit sehingga tidak bisa menggunakan serangan bervariasi saat bertarung, dan itu terjadi saat di Kota Trivoni dia hanya menggunakan Skill Demonic Sword Art saja.


Kini Pitung berlevel 41 dan jumlah Mana miliknya adalah 1010. Jumlah Mana sebanyak itu tidak cukup bila bertarung melawan Petualang Rank tinggi atau terjebak dalam pertarungan yang membutuhkan waktu yang lama menyelesaikannya.


“Apa aku jalan-jalan ke Bar saja, mana tahu misi dari Demon King System terpicu he-he-he ....”


“Tuannnnnn... tertawamu itu mengerikan sekali!” teriak Larissa dari kamar sebelah sehingga Pitung segera menutup mulutnya.


Pitung melangkah perlahan-lahan agar suara langkahnya tidak terdengar oleh Netla dan Larissa, karena bila mereka tahu Pitung pergi ke Bar maka keduanya pasti akan ikut juga.


Pitung tidak ingin mereka ikut ke sana karena para Pria hidung belang di sana pasti akan terpikat dengan kecantikan keduanya yang malah membuat dirinya repot saja.


Kebetulan sekali di sebelah Penginapan itu ada Bar yang sering dikunjungi oleh para Petualang karena hanya beberapa bangunan dari sana ada sebuah Guild lokal.


Pitung mendorong pintu masuk, sudut bibirnya memancarkan senyuman tipis sembari menatap ke segala penjuru Bar itu.


Hampir semua mata tertuju padanya karena ia diam di pintu masuk Bar seperti sedang mencari seseorang di dalam Bar itu.


“Ini? Ini persis seperti Bar-Bar dalam film-film anime isekai,” pikir Pitung karena berbagai macam Petualang berkumpul di sana, mulai dari sekelompok Petualang yang tampak biasa-biasa saja dan Petualang dengan Pedang besar serta bertubuh besar sehingga terlihat mencolok.

__ADS_1


Pitung berpikir harus bersikap tenang dan tidak gugup, dia pun melangkah ke meja Bartender dan duduk di salah satu kursi kosong.


“Selamat datang tuan Petualang!” sambut Bartender Pria yang tampak berusia empat puluhan tahun, dengan lengan berotot dan berkumis tebal tersebut sembari tersenyum hangat.


“Susu Kambing satu gelas, Paman!” sahut Pitung.


Dia memesan itu karena melihat di meja Petualang wanita ada Susu Kambing tersebut, sedangkan minuman lain tentu Anggur merah dan arak lokal.


“Ha-ha-ha... baru kali ini aku melihat Petualang Rank C minum Susu Kambing, apakah kau takut mabuk anak muda dan dirampok oleh Petualang lain? Jangan khawatir Kota Senderos itu adalah Kota yang damai!”


Petualang Level 50 tertawa terkekeh-kekeh mendengar pesanan Pitung itu. Hanya dia saja yang berani mengejek Pitung karena yang lainnya memiliki Level dibawah Level 40 sehingga mereka hanya menahan tawa agar Pitung tak tersinggung.


“Jean... jangan membuat keributan lagi di Bar-ku ini atau aku terpaksa mengusirmu!” tegur Bartender yang ternyata pemilik Bar itu juga.


Jean tersenyum masam dan mengangkat tangannya. “Aku tidak bermaksud membuat keributan Paman Don... hanya saja lucu melihat Petualang Rank C malah minum Susu Kambing!” Jean berkilah.


Pitung diam saja sehingga orang-orang di sana mengira dia takut dengan Jean, padahal ia hanya kesal karena misi dari Demon King System tidak terpicu walaupun ada yang mencoba mengusiknya.


Dia mengabaikan Jean seperti menganggapnya tidak ada saja. Bartender itu tersenyum melihat Pitung tak terpancing emosi oleh ejekan Jean padahal ia sudah khawatir akan terjadi pertarungan di dalam Bar-nya.


“Apakah kamu sedang melakukan misi di sekitar Kota ini?” tanya Bartender itu sembari membersihkan gelas dengan Kain bersih.


“Aku hanya mampir saja, tujuanku adalah ke Kota Ella!” sahut Pitung tersenyum tipis. “Oh, ya... apakah benar mantan Raja Iblis Zagralaas dan Penyihir Kegelapan menyusup ke Kota ini?” Pitung penasaran dari mana rumor itu berasal padahal tak ada yang mengetahui dirinya adalah mantan Raja Iblis Zagralaas kecuali Iblis Level 75 yang ia temui di jalan.


Bartender itu menggelengkan kepala. “Aku juga tidak tahu dari mana rumor itu berasal, tiba-tiba saja Kota ini didatangi oleh Kesatria Sihir Kuil Cahaya dan Kesatria Sihir keluarga Graham juga ikut melakukan pencarian secara besar-besaran.”


Gara-gara rumor itu banyak pelancong yang memutuskan melanjutkan perjalanan dengan dikawal oleh para Petualang sehingga pengunjung Bar-nya berkurang drastis.


Jean menepuk pundak Pitung dan tersenyum lebar. “Maafkan atas ketidaksopananku tadi!” katanya, “Ambil saja kembaliannya Paman Don... ah, sial! Kenapa Lord Daendels Graham memintaku datang ke Kastilnya tengah malam nanti, kenapa tidak besok pagi saja padahal aku juga ingin tidur!” gerutunya.

__ADS_1


Setelah Jean keluar dari Bar, Pitung bertanya pada Bartender, “Kenapa ia malah mengeluh dipanggil oleh Lord Daendels?”


“Entahlah, anak itu sebenarnya adik dari Daendels Graham, tetapi ia lebih suka menjadi Petualang dan bergabung dengan Guild lokal makanya banyak yang tidak tahu asal-usulnya yang sebenarnya adalah keluarga Bangsawan!” sahut Bartender itu.


Panel Demon King System tiba-tiba muncul di hadapan Pitung.


[Lindungi Juliana, gadis yang memiliki mana murni dan Penyihir yang diberkahi oleh Dewi Cahaya.


Hadiah misi: 10.000 Poin dan 1000 Mana]


“Eh, pelan-pelan menenggak minumannya tuan!” seru Bartender itu karena tiba-tiba Pitung tersedak minuman sehingga air susu kambing itu muncrat dari hidungnya.


“Ha-ha-ha... mungkin aku terlalu tergesa-gesa meminumnya!” sahut Pitung tertawa lebar, sebenarnya ia sangat senang dengan hadiah misi ini.


Namun, ia heran kenapa ia harus melindungi Penyihir yang diberkahi oleh Dewi Cahaya yang jelas-jelas merupakan musuh dari pengikut Dewa Kegelapan dan kemungkinan besar Juliana itu akan menjadi Pahlawan generasi berikutnya di masa depan.


“Oh, ya... aku mendengar ada Penyihir bernama Juliana di Kota ini dan dia adalah Penyihir yang sangat hebat!” Pitung memancing agar Bartender itu membocorkan informasi tentang gadis yang diberkahi oleh Dewi Cahaya itu.


“Hmm, aku rasa tidak ada Penyihir bernama Juliana apalagi dia adalah Penyihir hebat!” sahut Bartender itu sehingga Pitung mengerutkan keningnya karena bila tak yang tahu tentang gadis itu maka ia akan kesulitan menyelesaikan misi dari Demon King System.


Walaupun tak ada Pinalti bila gagal menuntaskan misi itu, Pitung tetap sangat ingin menyelamatkannya karena hadiahnya sangat besar sekali.


“Apakah ada yang tahu tentang Penyihir bernama Juliana?” tanya Bartender itu pada para Petualang lain di dalam Bar tersebut.


Namun, tidak ada yang pernah mendengar nama itu, mereka merasa Pitung mungkin salah mendengar nama Penyihir tersebut dan mereka juga tidak dapat menebak sosok yang dicari Pitung itu karena ada banyak Penyihir di Kota Senderos.


“Kalau yang bernama Juliana ada di Kota ini,” sahut Kesatria Sihir berlambang keluarga Graham yang duduk di sudut Bar itu. Dia menenggak anggur merah, “tetapi Beliau adalah Putri dari Lord Daendels Graham. Dia sangat cantik, memiliki mata biru dan berambut Perak serta rencananya bulan depan dia akan belajar di Akademi Sihir Kerajaan Kinearus!”


“Oh ya, benar... nona Juliana itu akan dikirim ke Akademi Sihir Kerajaan, pasti dia akan menjadi Penyihir hebat di masa depan!” kata Bartender itu, “tetapi dari mana tuan tahu dia adalah Penyihir hebat?” selidiknya penasaran kenapa orang asing seperti Pitung tahu tentang Juliana.

__ADS_1


Pitung buru-buru tersenyum dan berkata, “Karena aku mengawal Putri Bangsawan di Kota Trivoni dan saat aku mengatakan akan pergi ke Kota Ella, dia mengatakan temannya di Kota Senderos adalah Penyihir hebat!” Pitung berkilah.


Bartender dan para Petualang bernapas lega ternyata Pitung tidak berniat jahat pada Juliana, Putri dari Lord Daendels Graham yang mereka hormati itu.


__ADS_2