Demon King System

Demon King System
Sebuah Kejutan Tak Terduga


__ADS_3

Setelah matahari terbit, Pitung memutuskan melanjutkan perjalanan ke Kota Trivoni setelah mendapatkan informasi dari Lord Kota Troll bahwa Raja Iblis Eblirt telah memulai perang besar untuk menguasai seluruh Dunia Nistenia.


Pitung sudah menduga Eblirt akan memiliki ambisi yang sangat besar, makanya ia melakukan kudeta karena Zagralaas dari awal memang tidak berambisi menguasai seluruh Dunia Nistenia, hanya saja para Pahlawan selalu saja datang menantangnya makanya ia terlihat kejam karena tidak akan segan-segan membunuh siapapun yang mengusiknya.


“Hmm, siapa mereka?” Pitung terkejut ada Iblis jenis lain di belakang Lord Kota Troll.


Lord Kota Troll tersenyum lebar. “Tadi malam Aku mengirim pesan pada mereka bahwa Yang Mulia sudah kembali dan mereka dengan sukarela datang membawa Pasukan besar untuk mendampingi Yang Mulia melawan para pengkhianat itu!” sahutnya, “Ini adalah Lord Zust dari Suku bermata satu.”


“Selamat datang kembali Yang Mulia Raja Iblis Zagralaas!” sapanya sembari bertekuk lutut.


“Dan ini adalah Lord Carmelia dari Suku Vampir.” Lord Kota Troll menunjuk Carmelia, Iblis cantik bermata merah berkulit pucat dan berambut hitam tersebut.


“Oh, Carmelia... kau ahli strategi, kan?” sahut Pitung sebelum Carmelia menyapanya.


Carmelia tersenyum dan menganggukkan kepala. “Namun, aku belum pernah terjun ke medan perang sehingga Aku tidak bisa menjamin strategiku akan dapat membantu Yang Mulia Raja Iblis!”


“Aku percaya padamu, mulia sekarang kamu akan satu tim dengan gadis-gadis cantik ini!” sahut Pitung sembari menoleh ke belakang menatap Netla Durand, Larissa Blackwood, dan Rialinin Eldervein.


Tetua Vampir sangat senang Carmelia tergabung dalam harem Raja Iblis Zagralaas, status Suku Vampir di masa depan pasti akan tinggi dan tak menutup kemungkinan dirinya akan diangkat menjadi Jenderal Iblis seperti Lord Kota Troll.


“Dan—” Sebelum Lord Kota Troll melanjutkan ucapannya, Pitung tiba-tiba mengangkat tangannya dan berjalan keluar dari Kastil. Dia tidak tertarik lagi mendengar perkenalan itu karena ada banyak Lord di belakang Lord Kota Troll.

__ADS_1


Pitung sengaja menspesialkan Carmelia karena tiba-tiba Panel Demon King muncul dan menyuruhnya merekrut gadis Vampir itu ke dalam Party-nya.


Pitung tentu langsung menerima misi itu dan berpikir mungkin Sistem sengaja mengumpulkan berbagai Ras di sekelilingnya, hanya dari Ras Kurcaci saja yang belum ia rekrut. Kalau ia berkeliling Dunia Nistenia maka tidak menutup kemungkinan Sistem akan menyuruhnya merekrut gadis Kurcaci nantinya.


“Selamat datang Yang Mulia Raja Iblis Zagralaas!” Puluhan Ribu Iblis bertekuk lutut saat Pitung keluar dari Kastil.


“Apa?” Pitung tercengang, hamparan Iblis dari berbagai Suku Iblis memanjang hingga keluar Kota Troll saking banyaknya.


Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis dan menghunus Pedangnya, kemudian mengangkatnya setinggi mungkin. Dia kemudian merapalkan Mantera Sihir Pengendali Binatang.


Burung-burung terbang mengelilingi Kastil Lord Kota Troll, Anjing dan Serigala langsung melolong serta binatang lain segera mendekat ke Kota Troll.


Para Iblis ketakutan melihat gelombang air laut yang tingginya sepuluh kali Troll tiba-tiba menerjang ke arah Kota Troll.


“Jangan takut, mereka sudah kukendalikan!” Suara Pitung menggema di seluruh Kota Troll. “Masuk ke dalam Kapal agar kita sampai dengan cepat ke Kota Trivoni!” katanya lagi.


Karena Troll adalah Manusia Raksasa, maka Kapal-kapal milik mereka sangat besar sekali. Itu Sepuluh kali lebih besar dari Kapal Induk di Bumi.


Puluhan ribu Iblis segera memasuki Ratusan Kapal milik Troll, sebagian lagi menunggangi Beast Burung yang mengangkut mereka ke Kota Troll.


“Baiklah, aku tidak pandai berpidato... langsung saja kita menuju Kota Trivoni!” seru Pitung sembari menatap Netla Durand yang langsung berubah wujud menjadi Naga Raksasa yang jauh lebih besar dari saat ia berlevel 91.

__ADS_1


Sayapnya membentang hampir menutupi Kota Troll yang membuat para Iblis yang telah berusia puluhan ribu tahun teringat dengan Ras Naga yang dulunya adalah salah satu Ras terkuat. Namun, gabungan Kesatria Sihir Kuil Cahaya dan Pahlawan Nistenia hampir memusnahkan mereka.


Beast Paus sebesar Pulau menggerakkan air laut melintasi Kota Troll tanpa membuat Kota itu tenggelam, Kapal-kapal milik Troll langsung melesat mengikuti arus air laut itu.


Anak-anak Suku Troll berhamburan dari dalam rumah untuk melihat Ikan-Ikan yang sangat besar melintas di atas Kota. Pemandangan itu sangat langka dan tidak akan pernah terlihat lagi di masa depan.


“Perang saat ini mungkin akan menjadi paling mengerikan dalam sejarah Dunia Nistenia,” kata Netla Durand menghela napas panjang. Di bawahnya berbagai jenis binatang dan Beast berbondong-bondong mengikuti mereka.


“Yang Muliaaaaaa!” Tiba-tiba gadis Iblis remaja terbang dari salah satu Kapal Troll menuju punggung Netla Durand, matanya berair dan langsung memeluk Pitung yang kini berzirah besi dan mengenakan Helm yang hanya menunjukkan matanya saja.


“Veela? Kenapa kamu ada di sini? Bukankah aku menyuruhmu kembali ke Istana!” Pitung terkejut dan tidak menyangka mereka akan bertemu lagi.


“Eblirt telah membunuh Ayah dan aku bersembunyi di Suku Troll selama ini,” sahut Veela semakin menangis kencang.


Pitung menyeka air matanya dan tidak menyangka Ferdinand telah dibunuh oleh Eblirt, padahal Kepala Istana Raja Iblis itu tidak pernah menunjukkan pandangan politiknya bahkan Ferdinand sudah menjadi Kepala Pelayan Istana untuk Tiga Raja Iblis.


“Aku akan membunuh Eblirt untuk membalaskan dendammu,” bisik Pitung menenangkan hati Veela. “Namun, apakah kamu benar-benar ingin bergabung ke medan Perang ini? Musuh kita bukan hanya Eblirt, tetapi para Pahlawan dan Sekutunya!”


Veela mengepal tangannya, tatapan berubahnya menjadi tajam. “Aku tidak akan melarikan diri lagi dan akan berjuang di garis depan!” sahutnya.


Pitung tersenyum mendengar ucapannya yang berapi-api tersebut. Dia sebenarnya ingin Veela bersembunyi, tetapi itu tidak akan adil karena Suku Iblis lain mengerahkan semua anggota mereka dan hanya meninggalkan anak-anak dan Iblis yang cacat saja.

__ADS_1


__ADS_2