Demon King System

Demon King System
Pulau Hazel


__ADS_3

Ratu Elf yang hanya muncul sekali setahun di hadapan publik tiba-tiba keluar dari istana yang mirip sangkar burung di pucuk Pohon Dunia, sebuah Pohon yang satu-satunya tumbuh di Pulau Hazel tersebut.


Puluhan Kesatria Sihir Elf yang berjaga di luar istana Ratu Elf segera bertekuk lutut sembari menaruh tangan kanan di dada sebagai tanda hormat padanya.


Ratu Elf mengerutkan keningnya menatap sinar putih yang menyilaukan muncul di kejauhan dan bergumam, “Kenapa keberadaan yang seharusnya tidak muncul di Dunia ini datang kemari?”


Tak lama berselang sosok tampan bersayap Putih mendarat di depan Ratu Elf.


Para Kesatria Sihir Elf segera menghunus senjata dan hendak menyerang sosok aneh itu. Namun, Ratu Elf mengangkat tangannya agar para Kesatria Sihir Elf itu tidak menyerangnya.


Ratu Elf segera bertekuk lutut dan meletakkan tangan kanannya di dada. “Helena Eldervein menyapa tuan yang memancarkan Mana yang sangat Suci,” sapanya.


Para Kesatria Sihir Elf terkejut mendengarnya dan mereka segera menunjukkan sikap hormat di hadapan Pria tampan bersayap Putih tersebut.


Damian tersenyum hangat dan berkata, “Tak perlu bersikap sopan begitu... aku Damian, Malaikat yang diutus oleh Dewi Cahaya untuk menangkap mantan Raja Iblis Zagralaas.”


“Zagralaas?” Ratu Elf Helena terkejut mendengarnya dan tidak menyangka mantan Raja Iblis itu berani menginjakkan kaki di tanah Elf. “Mungkinkah dia ingin meminta perlindungan padaku?” pikirnya dengan ekspresi wajah kebingungan.


Damian tahu Ratu Elf sedang memikirkan sesuatu. “Tenang saja! Aku akan menangkapnya dengan mudah!” katanya dengan santai, seolah-olah mantan Raja Iblis paling ditakuti semua Ras itu hanyalah anak nakal yang mudah ditangani.


Ratu Elf Helena menganggukkan kepala. Dia percaya dengan ucapan Damian karena Pria bersayap Putih itu adalah Malaikat dan dia juga tidak dapat mengukur Level Sihirnya padahal ia sudah mengaktifkan Skill Deeping Eyes.


Damian juga sedikit terkejut merasakan Mana yang dimiliki oleh Ratu Elf Helena sangat besar sekali dan itu sangat murni, jika dibandingkan dengan Sage Agung dan para Inkuisitor maka Mana milik Ratu Elf Helena adalah Lautan tak berujung sedangkan Sage Agung dan para Inkuisitor hanyalah Seperti Sungai Nil saja.

__ADS_1


“Pantas saja Ras Iblis tidak pernah mengusik Pulau kecil ini padahal tempat ini tidak jauh dari wilayah utara,” pikir Damian, “juga selalu ada Elf di setiap Party Pahlawan.”


“Silahkan masuk ke dalam istana kami, Malaikat Agung!” seru Ratu Elf Helena sembari tersenyum hangat.


Damian menggelengkan kepala dan tatapannya tertuju pada lautan. “Dia sudah sampai ke tanah Elf!” kata Damian dengan sudut bibir menyeringai tipis.


“Dia di sini?” Ratu Elf Helena mengerutkan keningnya. “Kenapa aku tidak merasakan Mana Iblis?” Dia keheranan.


“Karena ada gadis Naga yang menyamarkan Mana Iblisnya,” sahut Damian terbang ke ujung dahan Pohon Dunia. Seperti Elf, Mana milik Naga juga sangat murni dan menyembah Dewi Cahaya, tetapi mereka malah bersekutu dengan Iblis sehingga Ras Naga hampir dimusnahkan.


Damian tidak buru-buru menangkap mantan Raja Iblis tersebut karena merasakan kehadiran para Pahlawan yang mendekat ke Pulau Hazel. Dia juga penasaran apa tujuan mantan Raja Iblis itu ke Pulau Hazel, mungkinkah Dia memiliki hubungan khusus dengan Ratu Elf? Mengingat Ratu Elf adalah mantan Party Pahlawan yang hampir memusnahkan Iblis, tetapi saat kemenangan itu hampir terwujud; tiba-tiba ia malah memutuskan keluar dari Party Pahlawan dan sejak saat itu Pasukan Iblis tidak pernah mendekati Pulau Hazel.


Ratu Elf Helena kembali ke dalam Istananya dan membiarkan Damian bertindak sesukanya. Tengah hari nanti ia akan keluar dari Istananya untuk menghadiri proses eksekusi mati Elf yang mencuri buah Pohon Dunia yang belum matang.


Dia sangat kecewa pada pelaku pencurian buah Pohon Dunia itu karena dengan dicurinya buah itu maka Bangsa Elf gagal memunculkan Penyihir muda yang hebat.


Ratu Elf Helena menceritakan siapa Pria bersayap Putih itu dan para tetua Elf langsung terkejut serta tidak menyangka Dewi Cahaya akan bertindak begitu hanya untuk menangkap mantan Raja Iblis tersebut.


“Jangan meremehkan Zagralaas!” seru Ratu Elf Helena. “Walaupun aku belum pernah berduel melawannya, aku merasa dia adalah Raja Iblis paling kuat yang pernah ada,” katanya lagi. Apalagi Zagralaas tetap dapat bertahan walaupun telah dikhianati para Jenderal Pasukan Iblis dan disaat bersamaan menghadapi kepungan Kesatria Sihir Kuil Cahaya serta Pahlawan Nistenia.


Para tetua Elf tidak berani menyanggah ucapan Ratu Elf Helena. Mereka kemudian menyuruh Kesatria Sihir Elf mengetatkan penjagaan di Pulau Hazel sembari mencari keberadaan Zagralaas. Namun, hal itu harus dilakukan secara rahasia agar tidak terjadi kepanikan dan eksekusi mati pencuri Buah Pohon Dunia berjalan lancar.


...***...

__ADS_1


Jeruji besi yang mengurung Rialinin Eldervein hancur padahal Jeruji Besi itu dilapisi mantera Sihir yang dapat mengekang Kesatria Sihir Level 100.


Sipir Penjara bawah tanah langsung panik melihat Jeruji besi telah hancur. “Bagaimana bisa dia melakukanya?” Dia kebingungan dan dia menatap tahanan yang ditahan di seberang Rialinin Eldervein dikurung.


Tahanan itu ketakutan karena yakin Sipir penjara akan melampiaskan kekesalannya pada dirinya. Dia pasti akan disiksa atau paling menakutkan, dibunuh tanpa melalui persidangan.


“Tentakel aneh keluar dari tubuh gadis itu dan tentakel itu merusak jeruji besi, kemudian ia berjalan seperti orang linglung ke atas.” Tahanan itu menunjuk ke arah atas yang telah bolong tembus hingga ke permukaan tanah.


Ekspresi wajah Sipir itu semakin masam. Dia langsung membayangkan kemarahan atasannya setelah mengetahui tahanan yang paling berbahaya telah kabur dari penjara bawah tanah.


Rialinin Eldervein berjalan tanpa tujuan di Pulau Hazel. Dia bingung apa yang ia lakukan? Kenapa ia tidak dapat mengingat apapun.


Dia tidak menyadari kalau ia terus menggunakan Skill barunya; hadiah dari memakan Buah Pohon Dunia yang belum matang tersebut.


Elf yang berjalan di sebelahnya tidak menyadari keberadaannya karena Skill baru itu membuat orang lain melupakan keberadaannya, hanya yang memiliki Level Sihir yang lebih tinggi darinya lah yang dapat menangkal Sihir itu.


“Hei, apa kalian akan menuju Akademi Sihir Pohon Dunia untuk menyaksikan eksekusi mati Rialinin Eldervein?” kata Elf yang berjalan di sebelah Rialinin Eldervein pada Dua Elf yang berjalan di depannya.


“Ya, aku ingin melihat Elf terkutuk itu mati!” sahut Elf itu sangat marah.


Rialinin Eldervein mengingat kenangan yang menyakitkan; dirinya difitnah memakan Pohon Dunia, wajah Martin dan Sarah muncul dipikirannya.


Dia tidak mengingat kenangan indah bersama mereka karena kenangan indahnya telah ditumbalkan saat menggunakan Skill barunya.

__ADS_1


Rialinin Eldervein mengepal tangannya dengan keras dan berteriak, “Martinnnn! Sarahhhhhhhh! Kalian harus mati!”


Tentakel keluar dari punggungnya, keberadaannya tiba-tiba dapat dilihat oleh Tiga Elf yang mencibirnya; tanpa diperintah oleh Rialinin Eldervein, tentakel itu melesat dan meliuk-liuk seperti ular yang langsung menembus dada Ketiga Elf itu.


__ADS_2