Demon King System

Demon King System
Skill Baru Rialinin Eldervein Yang Sangat Mengerikan


__ADS_3

Martin dan Sarah menuju Penjara bawah tanah dengan tergesa-gesa untuk memastikan apakah Rialinin Eldervein yang berada di altar eksekusi mati adalah yang asli atau ditukar dengan Elf lain.


Martin tiba-tiba berhenti berjalan dan Sarah menabrak punggungnya.


“Ada apa? Kenapa wajahmu memucat?” tanya Sarah sembari memperhatikan sekelilingnya dan ia tidak melihat ada sesuatu yang aneh.


Level Sihir Martin sudah mencapai Level 90 dan Levelnya jauh lebih tinggi dari Sarah dan Rialinin Eldervein makanya ia disebut sebagai Elf muda paling berbakat serta calon paling memungkinkan memakan Buah Pohon Dunia.


“Kau tidak melihat Rialinin?” sahut Martin yang keheranan melihat Sarah yang malah menatap ke arah lain, bukan ke arah Rialinin Eldervein yang berada di depan mereka.


“Rialinin ada di sini?” Sarah menyahut dengan ekspresi wajah masam. “Tunjukkan di mana P.e.l.a.c.u.r itu! Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!” Dia mengeluarkan Tongkat Sihirnya.


Martin tidak menjawab pertanyaan Sarah, dia menatap Rialinin Eldervein dengan seksama dan berpikir mungkin Rialinin Eldervein telah mendapatkan Skill baru yang membuatnya tidak dapat dilihat oleh Penyihir yang Levelnya lebih rendah darinya.


Namun, Level Sihir Rialinin Eldervein tetap lebih rendah darinya sehingga ia tetap lebih kuat.


Dia akhirnya mengerti kenapa Sipir penjara membawa orang lain karena Rialinin Eldervein melarikan diri dari penjara. Kalau ia menangkap Rialinin dan menyerahkannya kepada Ratu Elf maka dirinya akan mendapatkan pujian.


Walaupun tidak mendapatkan buah Pohon Dunia setidaknya dirinya akan dikenali oleh Ratu Elf dan dikenal sebagai Pahlawan yang telah menangkap sang pengkhianat Rialinin Eldervein.


“Menyerah lah Rialinin!” ancam Martin sembari mengeluarkan Tongkat Sihirnya. “Sebagai sahabat... aku tidak ingin melukaimu! Tolong, jangan paksa aku menggunakan kekerasan untuk menghentikan pelarianmu.”


Sarah terkejut mendengar ucapan Martin dan tidak menyangka ternyata Rialinin Eldervein sebenarnya ada di depannya.


Dia tidak senang mendengar Martin malah memohon agar Rialinin Eldervein menyerah dengan sukarela, apalagi Martin tampak tidak kecewa lagi pada sahabatnya itu.


Dari ujung Tongkat Sihir Sarah muncul tanaman merambat yang ujungnya sangat runcing, kemudian tanaman merambat itu melesat ke depan.


Martin terkejut Sarah malah menyerang Rialinin Eldervein. “Apa yang kau lakukan?” gerutunya, kesal dengan ulah Sarah. Tongkat Sihirnya mengeluarkan Cahaya menyilaukan dan dia langsung menyerang Rialinin Eldervein.

__ADS_1


Rialinin Eldervein akhirnya dapat dilihat oleh Sarah. Skill barunya berubah ke mode tempur, tentakel muncul di punggungnya yang langsung meliuk-liuk seperti ular.


“Mana ini?” Martin merasa Mana milik Rialinin Eldervein sudah tidak murni lagi dan samar-samar ia merasakan Mana Iblis dari Tentakel aneh yang muncul di punggung Rialinin Eldervein.


Sahabatnya itu terlihat seperti sedang dikendalikan oleh monster dan tidak memiliki Jiwa lagi. Tatapannya kosong serta Rialinin Eldervein juga tidak menanggapi ucapan mereka.


Tanaman merambat Sarah dihancurkan dengan mudah oleh Tentakel Rialinin Eldervein.


“Ti-tidak mungkin! Kenapa Dia menjadi lebih kuat dariku?” Sarah terkejut Sihir tanaman merambatnya malah terlihat seperti rumput yang dilahap oleh Tentakel Rialinin Eldervein. “Dulu aku tidak pernah kalah darimu, kau pasti menjual jiwamu pada Monster itu!” cibirnya.


“Martin... Sarah... kalian harus mati!”


Tiba-tiba suara Rialinin Eldervein terdengar pelan sebelum Tentakel-Tentakel yang mirip tentakel gurita itu membentuk Perisai menghadang Sihir Cahaya Martin.


Potongan-potongan Tentakel menggeliat di hadapan Rialinin Eldervein setelah terkena Sihir Cahaya milik Martin.


Sepertinya Sihir Cahaya sangat efektif menghadapi Tentakel itu. Namun, itu belum cukup untuk menaklukkan Rialinin Eldervein karena Tentakel itu terus tumbuh setelah dipotong oleh Sihir Cahaya.


Dia terbang ke belakang Rialinin Eldervein dan langsung menyerangnya. Namun, dengan cepat gumpalan Tentakel telah membentuk Perisai lagi di belakang Rialinin Eldervein.


“Sial! Dia semakin kuat saja,” keluh Martin mundur beberapa langkah. Sebuah Tentakel tiba-tiba keluar dari permukaan tanah didepan Sarah. “Menjauh dari sana!” teriak Martin sembari menggunakan Sihir Cahaya memotong Tentakel yang muncul di depan Sarah tersebut.


“K-kau! Kenapa kau ingin membunuhku, Rialinin!” Sarah berteriak sembari mundur beberapa langkah, jantungnya berdebar kencang karena tidak menyangka Tentakel akan muncul di depannya. Kalau Martin tidak berteriak maka dirinya akan terkena oleh serangan Tentakel itu. “Kita ini sahabat! Kami hanya ingin membawamu ke hadapan Ratu Helena saja,” katanya lagi dengan ekspresi wajah sedih.


Namun, ekspresi wajah Rialinin Eldervein tidak berubah. Dia menatap Sarah dengan tatapan kosong, kemudian tangannya bergerak dan menunjuk ke arah Sarah.


“Gawat! Cepat kabur Sarah!” seru Martin khawatir dengan tindakan Rialinin Eldervein yang mencurigakan tersebut.


Permukaan tanah bergetar hebat, tanah terbelah dan Tentakel-Tentakel yang tak terhitung jumlahnya melesat ke arah Sarah.

__ADS_1


“Tidakkkkkkkkkkkkk! Tolong aku Martinnnnnn!” Sarah menangis, kakinya sulit digerakkan untuk menghindari serangan Tentakel itu.


Martin malah berlari menjauh dari Sarah. Walaupun Levelnya lebih tinggi dari Rialinin Eldervein dan Sihir Cahayanya dapat memotong Tentakel itu, dia tetap tidak yakin dapat mengalahkan Rialinin Eldervein sehingga ia memutuskan untuk kabur dan meminta bala bantuan pada Kesatria Sihir Elf.


Martin teringat kalau Ratu Elf Helena dan para tetua Elf berada di Akademi Sihir Pohon Dunia. Dia harus segera kabur ke sana dan ia yakin dirinya akan aman bila berada di sana.


Martin mengerutkan keningnya karena permukaan tanah kembali bergetar dan getaran ini lebih kuat dari yang tadi. Dia segera terbang karena curiga dari dalam tanah akan muncul Tentakel.


“Pohon Dunia?” Martin terkejut. “Itu bukan Pohon Dunia tetapi itu adalah Tentakel Rialinin.” Dia semakin khawatir setelah melihat Rialinin diselimuti oleh Tentakel yang membesar dan terlihat seperti Pohon Dunia.


...***...


“Mana yang sangat jahat! Apakah Pasukan Iblis berani muncul di tanah Elf?” Alease Cougar, Penyihir Elf yang tergabung dalam Party Pahlawan mengerutkan keningnya.


Dia dan Party Pahlawan baru saja sampai di Pulau Hazel dan mereka langsung menghadap Ratu Elf.


Ratu Elf mengatakan ada Elf yang telah memakan buah Pohon Dunia yang belum matang dan Elf itu akan dieksekusi mati.


Alease Cougar tidak menyangka hal seperti itu akan terjadi dan kejadian itu tepat saat Kuil Cahaya mengirim pesan bahwa mantan Raja Iblis Zagralaas telah muncul di Pulau Hazel.


Dia curiga mungkin Elf itu telah dimanipulasi oleh Zagralaas agar memakan buah Pohon Dunia sehingga Elf akan kehilangan generasi berbakat yang seharusnya memakan buah Pohon Dunia itu. Satu Skill unik tidak akan muncul lagi di generasi muda Elf dan akan menjadi kerugian besar bagi Bangsa Elf.


“Dia telah mendapatkan Skill unik, tetapi Skill ini akan membuatnya mirip dengan Iblis,” kata Ratu Elf Helena menghela napas panjang. “Sepertinya kita terlambat membuat tindakan,” katanya lagi merasa iba pada Rialinin Eldervein yang telah dikendalikan oleh Skillnya sendiri.


“Kami akan menangkapnya, Yang Mulia Ratu Helena!” seru Graham Briars.


Sebagai Ketua Party Pahlawan dia selalu terdepan dalam memberantas kejahatan. Dia memiliki cita-cita menjadikan Dunia ini damai tanpa ada pertumpahan darah lagi.


Anggota Party Pahlawan lainnya setuju dengan seruan Graham Briars.

__ADS_1


“Baiklah!” sahut Ratu Elf Helena mengangguk pelan. “Namun, jangan bunuh dia! Kita harus melakukan ritual agar Jiwanya diterima oleh Pohon Dunia,” kata Ratu Elf Helena sembari tersenyum hangat.


Graham Briars mengangguk kepada tanda setuju, kemudian meletakkan tangan kanan di dada sebagai tanda hormat dan meninggalkan halaman Akademi Sihir Pohon Dunia.


__ADS_2