
“Kita sebenarnya mau ke mana—” Jean ingin bertanya karena mereka berjalan menelusuri saluran bawah tanah Kota Senderos, tetapi Daendels Graham malah mengangkat tangannya menyela pertanyaan Jean.
“Sudah kubilang tadi, jangan banyak tanya dan ikuti saja aku!” sela Daendels Graham mendengus dingin tanpa menoleh ke belakang dan fokus berjalan menelusuri saluran bawah tanah tersebut.
Juliana tersenyum masam mendengar seruan ayahnya dan merasa kasihan dengan Pamannya yang tampak jengkel dimarahi oleh Daendels Graham.
Jean mengunci mulutnya rapat-rapat, hanya suara langkah kaki yang menggema di saluran bawah tanah itu.
Lima belas menit kemudian, mereka akhirnya keluar dari saluran bawah tanah dan keluar di pintu saluran bawah tanah dekat Kuil Cahaya.
Jean hendak mengatakan sesuatu, tetapi ia langsung urung mengatakannya dan hanya terdengar helaan napas panjang.
Detak jantung Juliana berdegup kencang, entah mengapa ia merasa khawatir sesuatu yang buruk akan menimpa mereka dan tidak biasanya Ayahnya bersikap dingin seperti ini, apa yang membuatnya begitu? Apakah ini gara-gara kedatangan Raja Iblis Zagralaas, Juliana hanya dapat berspekulasi saja tanpa mendapatkan jawabannya.
Daendels Graham berjalan menuju Kuil Cahaya. Suara Pintu Kuil yang dibuka olehnya membuat Pitung menoleh ke bawah.
Pitung yang berada di atas Menara Kuil Cahaya langsung curiga dengan mereka, apalagi dia melihat seorang gadis berambut Perak ikut melangkah masuk ke dalam Kuil Cahaya.
“Bukankah Pria itu adalah Jean yang ada di Bar Paman Don?” gumam Pitung samar-samar melihat wajah Jean yang tampak masam mengikuti Juliana di depannya.
...***...
“Ada Pintu rahasia di Menara Kuil Cahaya ini?” Jean terkejut dibawah Patung Dewi Cahaya ternyata adalah jalan menuju ruang bawah tanah.
Daendels Graham tidak menanggapi ucapan Jean, dia langsung masuk ke dalam ruang bawah tanah itu dan Juliana segera mengikutinya.
Jean menarik napas dalam-dalam, dia merasa tingkah Daendels Graham semakin misterius saja dan berfirasat sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
Setelah Jean melangkah ke dalam ruang bawah tanah, Patung Dewi Cahaya kembali bergerak dan menutup jalan menuju ruang bawah tanah itu.
Menuruni tangga selama Sepuluh menit, mereka muncul di ruang bawah tanah yang sangat luas. Itu hampir seluas Kota Senderos.
__ADS_1
“Aku tidak menyangka di bawah Kota Senderos ternyata bekas Labirin yang telah disegel,” bisik Jean terkejut.
Di tengah-tengah ruangan itu ada sebuah Altar yang dijaga oleh Belasan Iblis.
Jean mengerutkan keningnya, dia akhirnya mengerti kenapa hanya dirinya saja yang dibawa oleh Daendels Graham——karena hanya sedikit orang di Keluarga Graham yang mengetahui kalau Daendels Graham sebenarnya bekerjasama dengan Iblis dan sumberdaya kekayaannya juga berasal dari mereka, makanya ia memutuskan menjadi Petualang karena tidak ingin terlibat dengan mereka.
Namun, Jean bingung kenapa saudaranya membawa Juliana juga, apakah keponakannya itu akan dilatih oleh Iblis? Itu menjadi tanda tanya dibenaknya.
Jean merasa terusik dengan kehadiran Gral, Iblis Level 75 yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
Dia hendak menghunus Pedangnya, tetapi ia teringat dengan ucapan Daendels Graham yang mengatakan agar mereka diam saja dan menuruti perintahnya sehingga Jean urung menghunus pedangnya.
Gral mengabaikan Daendels Graham yang hendak menyapanya, Gral langsung berjalan ke depan Juliana yang langsung terlihat gugup karena didekati oleh Iblis itu.
Juliana menatap ayahnya, tetapi Daendels Graham malah mengabaikannya dan Juliana menoleh ke arah Jean dibelakangnya. Namun, Jean juga berpura-pura melihat ke arah lain.
Juliana menarik napas dalam-dalam dan menaruh tangan kanannya di dada serta membungkukkan sedikit wajahnya, “Ju-juliana Graham—”
“Ritual?” Jean dan Juliana terkejut mendengarnya.
“Kakak! Apakah kau ingin mengorbankan Putrimu?” Jean berteriak keras pada Daendels Graham.
“Diammmmmm!” bentak Daendels Graham marah. “Bukankah sudah kukatakan agar kalian menuruti saja apa yang kukatakan dan tidak menyelanya!”
Jean tidak menyangka saudaranya akan menjadi seperti ini, dia sungguh gila mengorbankan Putri kandungnya sendiri sebagai tumbal dalam ritual Sihir.
Gral terusik dengan teriakan Jean, dia menatap Jean dengan tatapan tajam. “Ini adalah peringatan terakhir, jangan pernah berbicara lagi atau Aku akan membunuhmu serta seluruh Keluarga Graham, camkan itu!” ancamnya.
Jean berkeringat dingin mendengar ancaman Gral, dia segera diam walaupun ia sangat ingin menyelamatkan Juliana. Namun, ia tidak memiliki kekuatan melawan para Iblis ini dan dilain sisi ia juga tidak ingin seluruh Keluarga Graham dimusnahkan.
Juliana tersenyum hangat menatap Jean, sehingga detak jantung Jean berdegup kencang dan merasa bersalah karena tidak memiliki kekuatan untuk menolongnya.
__ADS_1
“Aku akan baik-baik saja, Paman Jean!” kata Juliana, kemudian ia menatap Daendels Graham dengan tatapan mata berbinar-binar, “Demi Keluarga Graham... aku akan melakukan ritual ini dengan sungguh-sungguh!”
Hati Daendels Graham terasa sakit mendengarnya, dia tidak menyangka dalam situasi seperti ini; senyum di wajah Juliana masih terpancar.
“Cepat berbaringlah di altar!” seru Gral tidak ingin membuang-buang waktu karena sebentar lagi suara detak Jam di Menara Kuil Cahaya akan berbunyi, yang menandakan waktu tengah malam telah tiba dan ritualnya segera di mulai.
Juliana sangat sedih Ayahnya tidak mengatakan sepatah katapun padanya, Daendels Graham malah menoleh ke arah lain, seolah-olah dia tidak peduli dengan nasib Putrinya itu.
Setelah Juliana berbaring di altar, Daendels Graham menyeka air matanya dan menggertak kan gigi karena sedih tidak dapat mengucapkan sepatah katapun pada Putrinya itu.
Gral mengeluarkan Botol kaca kecil dari Tas Sihirnya dan menuangkan darah itu Altar. Dia kemudian melantunkan mantera sihir dalam bahasa Iblis Kuno yang rumit.
Wajah Juliana tampak pucat karena melihat Kerangka Naga muncul dihadapannya.
“Ayah... Paman Jean... aku takut!” teriak Juliana sembari menangis tersedu-sedu.
Kerangka Naga itu membuka mulutnya lebar-lebar, Mana milik Juliana diserap dengan paksa keluar dari tubuhnya.
“Ayahhhhhhhhh!”
“Tolongngngng!”
“Sakitttttttttttttt!”
Jean memejamkan matanya dan menutup telinganya karena tidak tahan mendengar teriakkan penderitaan dari Keponakannya itu.
Daendels Graham terdiam mematung melihat putrinya kesayangannya mengalami penderitaan saat menjalani proses ritual menghidupkan kembali Naga Kuno tersebut.
Naga Kuno ini dulunya adalah Bos terakhir dalam Labirin di bawah Kuil Cahaya tersebut, tetapi ribuan tahun yang lalu; Party Pahlawan mengalahkannya sehingga Labirin itu secara alami tersegel dan Gral berusaha menghidupkannya kembali.
Bila ritual pembangkitan Naga Kuno ini berhasil, maka Gral akan menjadi tuannya dan itu akan membuat reputasi Gral meningkat di kalangan Iblis karena memiliki budak Naga Kuno Level 100. Tak menutup kemungkinan, Raja Iblis Eblirt akan menaikkan jabatannya apalagi dia juga berencana akan menangkap mantan Raja Iblis Zagralaas setelah berhasil menghidupkan Naga Kuno.
__ADS_1