DENDAM (Keysi S3 "Coming Soon") KEYSI S1 &S2 (End)

DENDAM (Keysi S3 "Coming Soon") KEYSI S1 &S2 (End)
Episode Spesial


__ADS_3


LOVE STORY


X


KEYSI, GADIS PSIKOPAT


Penulis: Erlita & Rama Atmaja


Prologue:


Metha,gadis tomboy dia punya watak dan berkepribadian egois!! Ingin menang sendiri apa bila dia belum merasa puas denggan tindakan yang dia lakukan,,masalah kecil akan berakibat lebih besar untuk siapapun yang coba coba ,mencari masalah dengan nya ,,metha pun anak klas 3 SMA d SMA DWI YAKSA,, umurnya 18 tahun dia cantik namun licik tapi dari kepribadian buruknya dia bisa luluh karna seorang laki" yang baru di kenalnya namanya REZA.


Keysi gadis pintar dan bertemam buku. Dia membunuh seseorang dengan trik khusus. Setiap yang dia bunuh tidak ada, seperti kecelakaan.


Dia pintar berhitung dan menyusun rencana.


Keysi SMA. lebih enerjik dan mudah berteman.


Sekarang bukan buku untuk jadi tuntunan dia. Tapi lewat smartphone dan laptop yang selalu dia bawa.


Selain suka membunuh, Keysi juga menjadi seorang hacker.


Sepulang sekolah Kesya diculik. Melalui smartphone dan laptop miliknya, Keysi menemukan keberadaan Keysa.


Sampai dilokasi Kesyi bertemu dengan Metha yang sedang mencari penjahat.


Terjadi salah paham dan perselisihan.


Apakah rencana Metha untuk mencari penjahat akan berhasil dan Apakah Keysi bisa menemukan penjahat yang menculik Keysa?


LOVE STORY


By. Erlita


"Sejak perkenalan pertama,METHA masih merasa angkuh dan bersikukuh untuk memperpanjang kesalah fahaman nya yang tidak di senggaja oleh seseorang laki" yang bernama,REZA..!!


REZA,adalah..anak pemilik dari sebuah sekolah.,yang POPULER di kota jakarta,ya "SMA DWI YAKSA"..


Nama sekolah itu sanggat populer di jajaran para mahasiswa mahasiswi,di sekitar sekolah itu berdiri..karna tidak sembarang orang bisa masuk dan bergabung untuk menjadi calon siswa,,ada kriteria" khusus untuk masuk ke sekolah ini,bukan cuma hanya anak orang MAPAN yang bisa masuk kesini namun etika,dan kecerdasan pun tak luput jadi sorotan,,lulus atau tidak layaknya siswa untuk masuk ke sekolah ini..


REZA,berkepribadian pendiam dan simple tak ingin ambil pusing karna dia tak suka denggan masalah.. inilah di mana METHA pertama kali menggenal REZA denggan kepribadiianya yang dinggin terhadap wanita..!!!


"Metha.. menggibaskan tas nya tepat di belakang punggung REZA,dengan sifat bar bar nya METHA menatap REZA,dengan senyum sinisnya...!!


REZA yang saat itu tenggah berdiri d samping motornya,menatap dinggin tanpa sepatah katapun..


"METHA,..terlihat kesal denggan tatapan mata REZA yang dinggin..membuat amarah METHA tak kunjung meredam...


"Hehh..knapa lo liat gue kaya gitu..?? Lo gk suka ??? (Kata METHA ketus)


REZA,hanya tersenyum simpul denggan tatapan dinginya..


"Ada yang salah.. ??(tanya REZA singkat)


"Malah nanya lagi..?? Nyadar gak sih hal apa yang lo lakuin tadi ??!??.


.(jawab METHA)..


METHA,.menatap REZA,denggan raut mukanya yang geram..!!!


"Menurut kamu apa yang salah !??..sepertinya tak ada masalah;!!..(jawab REZA,santai..)


"Denger ya siapapun yang berani berbuat masalah...sekecil apapun itu jangan harap hidup mu bisa tenang...!!!


(kata METHA bergegas pergi denggan sorot mata yang menyeringgai...!!!)


REZA,terlihat santai tanpa menanggapi,,kata" yang di lontarkan oleh METHA,!!


Penggenalan belum terlalu jauh namun tanpa sadar REZA,menemukan sebuah gelang ukiran NAMA,,di gelang itu tertera nama ."METHA"..!!


Denggan,kepribadian dingginya,REZA,sempat berniat ingin mengembalikan gelang itu kepada METHA,namun melihat prilaku METHA,yqng kasar membuat REZA,menggurungkan niatnya untuk menggembalikan gelang itu,,akhirnya REZA,berinisiatif,menyimpan gelang itu dan berniat mengembalikan gelang itu di saat waktu yang tepat..!!!


"METHA,yang tenggah masuk ke ruang kelas menerima panggilan..dari supir pribadi ayahnya,,


Supir ayahnya METHA, menjelaskan bahwa perusahaan,ayahnya sedang ada dalam ambang kebangkrutan,,aset" besar ayahnya di curi secara diam" dengan kedok inggin berkerja sama antar perusahaan..dari sinilah awal perjalanan METHA mencari bukti,untuk menggungkap tersangka yang telah merebut aset ayahnya,,jangan sebut metha ,,kalau dia hanya cuma bisa pasrah dengan ke adaan.. setelah mendengar cerita supir pribadi ayahnya yang sudah menjadi orang kepercayaan ayahnya,,tanpa ada yang tau METHA,berusaha mencari titik permasalahan.. dengan bantuan klubnya. Yang di sebut "GLADSEN"!!


Tanpa sepengetahuan ayahnya,METHA,membuat rencana untuk mensiasati masalah yang terjadi.. klub fanatik nya yang sanggat selektif,membuat METHA,selalu merasa terhormat karna masalah apapun,sekecil apapun baik buruknya CLUB GLADSEN tak pernah ada satupun personil yang mundur denggan tugas yang di rencanakan METHA,dukungan CLUB nya selalu membuat METHA,menuju ke arah kerkepribadian sigap..


Di sini awal perjalanan di mulai...


Ketika METHA,dan CLUBnya menuju area yang di tuju..seseorang dari CLUB GLADSEN, memberi kabar baik,,salah seorang dari CLUB mendapatkan bukti tentang keberadaan Anak sang pelaku penipuan.. denggan sigap METHA menuju tempat yang d sampaikan..!!


Di tenggah perjalanan METHA,dan CLUBnya di hadang oleh 10 orang penjahat,,METHA tak gentar,,meskipun anggota CLUBnya wanita,,mereka semua adalah kelompok petarung yang handal.. segala cara di lakukan untuk menggelabui sang musuh..denggan trik dan kelicikan yang dimiliki METHA,10 orang penjahat tumbang namun ada salah satudari mereka yang sempat melarikan diri,,denggan kegesitan CLUB GLADSEN.. METHA,bisa meringkus satu penjahat yang kabur secara singkat namun.. tindakan METHA dan CLUBNya teralihkan,,denggan kedatangan sekelompok orang yang tak di kenall..


Denggan sigap METHA,mendekati sekelompok orang itu,,karna salah satu grup GLADSEN memberi berita tentang anak perempuan dari sang pelaku,,!! METHA mencurigai salah seorang wanita yang sama saat itu berada di depannya denggan sorot mata tajamnya.. tanpa fikir panjang METHA,menyambut sekelompok orang itu denggan kata" yang lantang...!??


"Ohhh..jadi kalian yang sudah mencari gara" denggan ku..?! Apa kalian hanya bisa merenggek dan menggutuss para penjahat tolol ini,,untuk menghadang kedatanganku ?? (Kata METHA ketus)


Salah satu dari kelompok itu menyebutkan nama seseorang dari kelompoknya.. yang bernama KEYSI..


KEYSI, GADIS PSIKOPAT


By. Rama Atmaja


Sekelompok perempuan?


Apa benar, dia adalah dalang dibalik penculikan Keysa?


Salah satu perempuan dari kelompok tersebut mendekat.


'Hm,' rupanya dia menantangku! Baiklah, akan aku ladeni dia.


Mereka berjalan dan membentuk lingkaran.


Perkelahian tak bisa dihindari.


Kami adu jotos, sedangkan mereka menyoraki. Sial, kenapa aku malah terperangkap dengan pertarungan?!


Perempuan itu sangat kuat, dia bisa menghindari semua seranganku.


Aku pun tak mau kalah. Aku terus menyerangnya.


"Bet," Akhirnya, aku bisa mengenai wajahnya. Tapi, dia juga berhasil menghajarku.


"Boleh juga. Siapa namamu?"


"Metha. Kamu juga lumayan kuat untuk seorang penjahat. Siapa namamu?"

__ADS_1


" Keysi. Kalau kau punya dendam padaku, jangan libatkan Keysa!"


"Keysa? Siapa dia? Apa dia, orang yang menyuruhmu untuk menghancurkan perusahaan Ayah?"


Kami berhenti dan mengakhiri pertarungan ini.


Terasa ada kesalah pahaman yang terjadi.


Tiba-tiba ada yang menghajarku dari belakang. Mereka adalah orang yang mengadu aku dengan Metha.


Metha dan kelompoknya menolongku.


Terjadi peetarungan antar dua kubu. Aku hanya bisa diam. Tertunduk, memuntahkan darah segar.


Ternyata begini rasanya sakit terkena balok kayu? 'pikirku.'


Penjahat itu berhasil mereka lumpuhkan. Metha menyodorkan tangannya, membantuku berdiri.


"Sebenarnya siapa Kamu dan kenapa bisa ada disini?" tanya Metha.


Kemudian aku menjelaskan kepadanya....


(Penulis akan sedikit menjelaskan tentang Keysi yang sekarang. Sekarang Keysi berumur 18 tahun. Dia adalah siswi kelas 3 dan bersekolah di SMA CEMPAKA WUNGU)


Sehabis sekolah, aku dan Keysa hendak pulang.


Kami berpisah. Karena, Keysa menunggu Mang Cipto menjemputnya.


Sedangkan aku ke parkiran untuk mengambil motor gede yang biasa aku pakai.


Motor aku nyalakan dan aku melaju menuju gerbang keluar.


Riuh ramai orang memadati jalanan depan sekolah.


Aku berhenti dan mencoba bertanya kepada salah satu teman yang ada disitu.


Imron, teman sekelasku. Dia menjelaskan bahwa Keysa diculik.


Aku memutar tas dan mengambil laptop.


Aku mengkoneksikan laptop dengan wifi sekolah.


Melalui Command Prompt, aku memasukan IP dan DNS.


Dengan lincah jari-jariku mengetik keyboard dan memasukan bahasa coding untuk meretas CCTV ynag berada dipinggir jalan.


Aku berhasil masuk dan memutar mundur rekaman CCTV.


Terlihat Keysa sedang berdiri didepan gerbang menunggu jemputan.


Tak lama ada Mini Vans berhenti didepannya.


3 orang keluar dan langsung membius Keysa. 2 orang mengangkatnya dan 1 orang menodongkan pisau kearah orang-orang yang ada disekitar sambil berjalan mundur dan masuk mobil.


Terlihat nomor polisi kendaraan tersebut dan aku mencoba masuk ke beberapa CCTV yang ada dipinggir jalan.


Aku terus menyelusuri mobil tersebut dan akhirnya berhenti disuatu bangunan.


Bangunan bekas pabrik tua yang tak terpakai.


Aku memasukan kembali laptop ke tas dan menyalakan mesin motor.


Pabrik tua terlihat dan aku memilih kewat belakang.


Aku masuk. Terasa udara disini begitu pengap.


Aku berjalan mengendap dan melihat beberapa orang mondar-mandir berjaga.


Aku mengambil sarung tangan didalam tas.


Sarung tangan ini sudah aku rancang agar bisa memberikan efek pukulan yang lumayan keras.


"Woy," teriaku ke 3 orang yang berjaga disini.


Adu jotos tak dapat dihindari. Dengan cepat aku mampu melumpuhkan mereka bertiga.


Sial, sarung tanganku tiba-tiba rusak.


Aku membuang sarung tangan itu dan mencoba bertanya.


"Woy, dimana Kau menyembunyikan Keysa dan siapa yang menyuruhmu?" tanyaku kepada salah satu penjahat tersebut.


Tiba-tiba datang beberapa kelompok perempuan.


Penjahat itu menunjuk kearah mereka dan salah satu penjahat ini ada yang mengucapkan namaku, "Keysi."


Dan setelah itu kita saling adu jotos, 'terangku kepada Metha."


"Mungkin, orang yang sedang Aku kejar adalah orang yang sama?!" terang Metha.


Dia menyuruh temannya untuk pulang dan menjelaskan kalau mulai dari adalah urusan kami berdua.


Akhirnya kami bersepakat untuk kerja sama dan berjalan menuju ke salah satu ruangan.


Terlihat Keysa tengah diikat dikursi kayu yang berada ditengah ruangan tersebut.


'Prok prok prok,' "Hebat, ternyata kalian bisa sampai disini," ucap seseorang yang keluar dari balik sudut ruangan gelap.


"Sancoko...?" ujarku.


"Kamu mengenalnya?" tanya Metha.


"Ia Met. Kita harus berhati-hati!"


"Dia kan cuma sendiri. Biar Aku yang melawannya!"


"Jangan Met, Kita ha...."


Metha membantah ucapanku.


Dia mencoba melawan Sancoko sendirian. Aku tak bisa tinggal diam!


Aku mencoba melangkah mendekati mereka yang tengah bertarung.


Baru melangkah, Metha terpental kearahku.


"Sial, ternyata Dia begitu kuat dan tangannya panas!" ujar Metha sambil terengah dan memegang bagian perut yang terkena pukulan.


Baju Metha berbau gosong dan tangannya memerah seperti terkena panas.

__ADS_1


"Ayo Met, Kita bersama-sama menghadapi dia dan yang terpenting, jangan sampai terkena tangan kanannya!"


"Ada apa dengan tangan kanannya Key?"


"Dia pengguna Aji Brajamusti!"


"Aji Brajamusti? Apaan itu?"


"Sebuah ilmu kebatinan yang membuatnya kuat dan tangannya dapat melelehkan apa pun!"


"Aku tak mengerti! Tapi, Aku akan menurutimu!"


Aku memberikan sarung tangan kepada Metha. Walau, tak memberikan efek. Tapi, tangan Metha bisa terlindungi saat menangkis pukulan Sancoko.


Metha menyerang bagian kanan Sancoko, sedangkan aku menyerang bagian kirinya.


Kami berhasil memojokan Sancoko. Tapi, kami pun dibuat babak belur olehnya.


Melihat Sancoko yang kewalahan.


Aku dan Metha menendangnya.


Tubuh Sancoko terlempar menabrak dinding. Dia terduduk memuntahkan darah.


Metha mendatangi Sancoko sambil menggenggam baju miliknya dan bertanya.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Metha.


Sancoko berbisik.


Aku tak bisa mendengar apa yang dia ucapkan.


Matanya sekarang menatap kearahku. Tersenyum, sambil mengucapkan sesuatu.


"Nahsadewangsa teko o, teko..... Mlebu o nggon awaku!" (Nahsadewangsa datanglah, datang.... Masuklah kebadanku!)


Mataku menangkap sesosok makhluk yang dipanggil Sancoko.


Tinggi besar dengan wajah merah. Empat taringnya menjulur keluar. Berkumis dan berjenggot panjang. Mata dan telinganya besar. Kepala berhiaskan mahkota dengan rambut panjang tek beraturan.


Sosok tersebut merasuk kebadan Sancoko.


"Metha.... Awas...." teriakku.


Metha mencoba memalingkan wajahnya kearahku.


Dia belum sempat bertanya. Tapi, badannya terhempas bagai kapas.


Metha terlempar jauh, menabrak kursi yang menyekap Keysa.


Badan keduanya tergeletak di tanah. Metha memuntahkan darah.


Dia merangkak dan melepaskan ikatan Keysa lalu pingsan.


"Hahahahahaha," Sancoko tertawa dengan suara menggemah.


Matanya menatap tajam melihatku.


Keysa berlari mendekatiku.


"Kak, apa aku harus meminta bantuan Tante Vanessa?"


"Jangan Syi. Kalau Kamu meminta bantuannya lagi, tubuhmu akan dikuasai sama dia seperti dulu!"


"Ya sudah Kak, kalau urusan beginian, Aku serahkan padamu!"


Keysa mengangguk.


Dia mendekati Sancoko yang badannya telah diambil alih oleh Nahsadewangsa.


Sambil membaca ayat suci, Keysa menggerakan tangannya.


Sancoko mencoba menghajar Keysa. Tapi, dia terpental dengan sendirinya.


Keysa berusaha mengeluarkan Nahsadewangsa dari tubuh Sancoko.


Aku hanya bisa melihat sambil sedikit menunduk memegangi bagian perut.


Sancoko, mencoba menyerang Keysa. Tapi, serangannya tak ada yang bisa mengenai tubuh Keysa.


Sancoko mundur, dia terpojok didinding sambil berucap, "Panas... Panas...."


Keysa menarik keluar Nahsadewangsa melalui ubun-ubun Sancoko.


Seketika, tubuh Sancoko tergolek lemas.


Keysa berbalik dan mendekatiku.


Dia menuntunku menuju Metha yang tak sadarkan diri.


Metha berhasil disadarkan.


"Apakah sudah usai?" tanya Metha kearah kami dan melirik Sancoko.


Kami menjawab dengan senyuman. Keysa memapah kami.


Kita keluar dari ruangan tersebut.


"Met, wajahmu babak belur," ujarku sambil tersenyum.


"Apa lagi Kamu Key. Sudah tak terlihat muka." ucap Metha dan kita tertawa.


Setelah keluar dari ruangan, kami berpisah. Metha berjalan menuju pintu depan. Karena, kelompok dia sudah menunggu disana.


Aku dan Keysa keluar melalui pintu belakang dan mendekati motorku yang sudah terparkir.


"Sini Syi, biar Kakak saja yang bawah!"


"Memang Kakak bisa?"


"Tenang saja. Kak Andra pernah mengajariku untuk mengendarai sepeda motor."


Keysa menyetir dan aku duduk dibelakangnya.


Kami pulang, meninggalkan pabrik tua tersebut.


__Tamat__


(Disini tak ada adegan membunuh. Karena, Keysi dan Metha baru saja mengenal. Keduanya masih menutup jati dirinya).

__ADS_1


Tolong tinggalkan komentar, like, favorite, vote dan jangan lupa follow agar aku bersemangat untuk menulis.


__ADS_2