DENDAM (Keysi S3 "Coming Soon") KEYSI S1 &S2 (End)

DENDAM (Keysi S3 "Coming Soon") KEYSI S1 &S2 (End)
S2 Episode 10 (Vanessa & Adarrma)


__ADS_3

Ular tersebut, langsung melahap mereka satu persatu.


Tangis dan teriakan berkecamuk.


Mereka berlari dan menyebar, sampai tak menghiraukan rasa malu.


Hanya berpikir, bagaimana menghindar dan bisa selamat.


Bingung, dengan apa yang harus aku lakukan.


Terlintas dalam pikiran, tentang apa yang Mama ucapkan.


Aku berpikir, mungkin Tante Vanessa, mungkin Tante Vanessa dapat mengalahkan ulat tersebut.


Saat berbalik, aku dikagetkan oleh sosok yang menggeram.


Sosok itu, menatap penuh kebencian.


Tapi, ada sosok perempuan juga yang bersandar ditubuh sosok yang menyerupai singa yang terus menggeram saat menatapku.



"Adarrma, tenanglah! Dia tak jahat." pinta perempuan tersebut sambil mengelus-elus bulu halus sang Singa.


"Tante Vanessa?" tanyaku bingung, takut ada mahluk lain lagi yang menyerupai Tante.


"Kamu, siapa?" tanyanya balik sambil mengerutkan dahi.


"Aku, Keysi. Anak dari Vinesa." terangku membuat Tante Vanessa mengeluarkan air mata dan berlari memelukku.


"Bagaimana kabar ibumu?" tanya Tante Vanessa membuatku heran.


"Ibu? Bukannya kalian sudah bertemu disini? Yang memberitahukan kalau Tante ada disini pun, Ibu." jelasku dan Tante melepaskan pelukannya sambil menatapku tajam.


"Terakhir kali aku bertemu Vinesa, ketika Aku masih mengandung." jelasnya membuatku bingung.


"Apa, Kamu sudah meninggal dan tak bisa ke alam sana?" tanya Tante.


"Tidak! Aku belum mati!" jelasku dengan begitu yakin.


"Lantas, bagaimana caranya kau bisa ada disini dan melewati hutan ilusi?" tanya Tante sambil menggandengku mendekati Adarrma.


"Hutan ilusi?" tanyaku mengerutkan dahi sambil mengikuti langkah kakinya dari belakang.


"Duduklah dan lihaat dari mana Kamu datang!" pinta Tante menyuruhku duduk disampingnya sambil bersandar di tubuh Adarrma.


Aku duduk dan memutar tubuh.


Aku menatap tak percaya. Hutan manusia dan ular Raksasa tidak ada.


Hanya ada hutan biasa dengan kabut putih yang menutupi.


Apa, Mama Vinesa termasuk ilusi?


Tapi kenapa, dia memberitahu masa lalu dan memberitahukan kalau Tante Vanessa ada disini.


Aku mencoba menjelaskan setiap kata yang diucapkan sama Mama.


Tante mendengarkan dengan begitu serius.

__ADS_1


"Apa yang Kau ucapkan memang benar! Tapi, Aku tak melihat Vinesa sama sekali." ucapnya membela diri, kalau belum bertemu dengan adiknya.


"Jangan-jangan, Tante juga tak tahu, kalau Mama sudah meninggal." terangku sambil mendongakkan kepala ke atas.


"Apa? Vinesa meninggal?" ucapnya setengah kaget dengan tatapan mata tak percaya.


Kalau dipikir-pikir, apa yang Tante ucapkan mungkin benar. Karena tak mungkin, Mama ada disini. Apalagi, dia tahu siapa aku. Sedangkan, Mama meninggal sebelum kita (Aku dan Keysa) tumbuh.


Jadi, siapa sosok wanita yang mengaku Mama dan bagaimana caranya, dia bisa tahu masa lalu Mama dan Tante Vanessa?!


"Nanti akan Aku ceritakan!


Tapi sebaiknya, Kita keluar dulu dari tempat ini!" pintaku.


"Dari dulu, Kami pun ingin keluar. Tapi, gadis itu selalu menghalangi!" jelas Tante menundukkan kepala.


"Gadis?" tanyaku singkat.


"Gadis yang membuat ilusi di hutan tersebut dan menaruh oyod mingmang pada beberapa titik area. Sehingga, Kami tak bisa keluar dan selalu balik ke tempat ini." ucap Tante menjelaskan dengan nada sumbang dan tatapan mata yang mengambang.


"lalu, siapa Adarrma?" tanyaku sambil melihat kearah Singa yang tengah tertidur.


"Adarrma adalah sosok harimau milik Mbah Karuhun. Dia bukalah singa. Hanya saja, dia sedikit mirip dengan manusia dan mempunyai rambut bak seekor singa."


"Siapa Mbah Karurun?"


"Mbah Karuruh adalah salah satu penolong yang telah mengalahkan Cempaka Juah dan beberapa pengikut serta temannya.


Dan salah satu teman Cempaka Juah, membawaku. Lalu, Adarrma mengejar dan mencoba menyelamatkanku. Tapi, Kami malah terkurung disini."


Setelah tahu apa yang terjadi pada Tante Vanessa, aku langsung sedih dan memeluk tubuhnya seraya meminta maaf, karena telah berprasangka buruk terhadapnya.


Tanpa sadar, bajuku basah karena air matanya.


Tante juga bercerita, bagaimana dia bisa ada disini.


Jadi, waktu itu ... Istana Cempaka Juah kedatangan beberapa kelompok orang yang di pimpin oleh anak perempuan bernama Indah.


Dia meminta Cempaka Juah, agar menghentikan tindakannya yang menyesatkan para umat manusia. Apalagi, hampir semua pengikutnya menjadi orang yang brutal.


Indah juga tahu, kalau ada kelompok Cempaka Hitam yang mengagungkan sosok Cempaka Juah dan mereka sesat karenanya.


Tapi, Cempaka Juah menolak.


Kelompok Cempaka Hitam, selalu mengorbankan dua gadis pada malam satu suro. Hal itu, membuat nyali Cempaka Juah menjadi besar dan berpikir, kalau gadis tersebut hanya membual dan takkan bisa mengalahkan dia dan pasukannya.


Tapi, nasib berkata lain.


Gadis itu tak hanya punya pendamping yang bisa memanggil manusia pohon. Tapi juga, ada beberapa orang dan mahluk yang ikut serta dalam peperangan.


Walau Cempaka Juah sempat minta pertolongan dari para teman silumannya, tapi mereka semua berhasil dilumpuhkan.


Cempaka Juah dan Bellin (tangan kanannya) kabur ke alam lain, untuk memulihkan tenaga.


Sedangkan pasukan dan teman-temannya tunduk dan menjadi bawahan Mbah Karuhun.


Tapi, masih ada satu orang yang lolos dan membawa Tante Vanessa.


Mbah Karuhun tahu dan menyuruh Adarrma menolong Tante Vanessa.

__ADS_1


Si Nenek bertubuh gadis kecil membawa Tante ke alam ini dan Adarrma mencoba menyerangnya. Tapi, Adarrma bukanlah tandingannya dan mereka berdua, malah terkurung di alam ini.


Sebenarnya, aku belum melihat sosok Nenek yang memakai tubuh gadis kecil.


Apa mungkin, dia pergi ke suatu tempat?


"key, sebaiknya Kamu kembali! Mumpung dia belum datang." pinta Tante Vanessa.


"Dia siapa?" tanyaku.


"Dia! Si Nenek yang mengenakan tubuh anak kecil. Tak lama lagi, dia akan datang dan mengecek kondisi Kami." jelas Tante mendorong tubuhku ke depan agar meninggalkannya.


Aku terdiam beberapa langkah.


Adarrma terbangun dari tidurnya.


Aku melihat ke belakang, kearah Tante dan Adarrma.


Tante menganggukan kepala, sedangkan Adarrma meraung begitu hebat.


Aku lari meninggalkan mereka berdua.


Aku lari dan sempat terjatuh karena akar besar yang menyandung kakiku.


Aku menangis sambil memukul-mukul tanah.


Mana mungkin, aku membiarkan Tante Vanessa dan Adarrma terburu disana selamanya.


Aku membulatkan tekad sambil menggenggam tanah.


Aku akan kembali ke sana dan membawa pulang mereka.


Aku berdiri secara perlahan dan mendongakkan kepala keatas yang tiba-tiba hujan.


Hujan ini bukanlah air. Tapi, hujan darah.


Mungkin, ini adalah salah satu ilusi, namun terasa begitu nyata.


Aku kembali ke tempat mereka.


Lari dan lari.


Sampai ke luar hutan, tubuhku tak basah dan tak ada hujan darah.


Ternyata memang benar, hujan tersebut hanya sebuah ilusi.


Aku menatap dari kejauhan.


Ada anak kecil memegang buku yang melayang dan ada sosok mirip singa di belakangnya.


Besar singa tersebut, dua kali lebih besar dari Luhung Sewu milik Adrian.


Bukan hanya sosok itu saja, ada sosok Jerangkong juga yang berdiri di samping gadis berambut kepang.


Apakah, itu adalah Nenek yang memakai tubuh anak kecil?


Terus, apa yang akan mereka lakukan?


Bersambung ... .

__ADS_1


Tolong tinggalkan komentar, like, favorite, vote dan jangan lupa follow agar aku bersemangat untuk menulis.


__ADS_2