DENDAM (Keysi S3 "Coming Soon") KEYSI S1 &S2 (End)

DENDAM (Keysi S3 "Coming Soon") KEYSI S1 &S2 (End)
Episode 15 (Wit Mingmang)


__ADS_3


"Manusia pohon ...?


Apakah Aku masih terjebak di dalam ilusi?


Tapi, tak mungkin. Bukannya, sudah Aku kalahkan?!" tanyaku dalam hati.


"Hahahaaa ... Kau malah bingung. Bukannya tadi menantang Kami?" tanya salah satu dari mereka.


"Siapa kalian dan kenapa mengganggu?" teriaku bertanya balik.


"Kami, Wit Mingmang. Kami lah yang menyesatkan kalian berdua." jawabnya.


"Apa salah Ku, sehingga kalian menyesatkan Kami?" tanyaku lagi.


"Salah sendiri. Berani-beraninya masuk ke dunia Kami." jelasnya.


"Tunggu dulu! Siapa Kamu?" tanya salah satu dari mereka.


"Aku, Keysi dan Dia ...." ucapku terpotong.


"Aku tahu siapa Dia. Kami penasaran sama Kamu, yang memiliki Buku Sukmo Abiyasa?"  Sela nya bertanya.


"Aku ... Keturunan Resih Abiyasa." Sahut ku menjawab pertanyaannya.


"Kalau begitu, maaf kan Kami. Kami hanya menjalankan tugas yang di berikan Kendhari, untuk menjaga hutan ini." tutur nya menjelaskan seraya menunduk.


"Naiklah ke pundak Ku dan akan Kami antar sampai ujung hutan." pinta salah satu dari mereka, seraya mendekat.


"Cih ...." cetus salah satunya, yang mempunyai emosi lebih diantara keduanya.


Aku naik ke punggung nya dan Adarrma juga di bawa.


Mereka mengantar kita, agar bisa keluar dari hutan.


"Boleh kasih tahu, tugas apa yang Dia berikan pada kalian?" tanyaku.


"Sebelum Aku bercerita, alangkah baiknya Kami memperkenalkan diri.


Namaku, Arsana. Yang membawa Adarrma, Yudharna dan si pemarah, Wangsa."


"Oh iya, maaf. Aku lupa bertanya. Kalau begitu, Ki Arsana bisa menceritakan semuanya?" tanyaku.


"Jadi, begini ...." jawabnya seraya bercerita.


***


Sebelum menyerang istana Cempaka Juah.


Arsana ditugaskan oleh Kendhari, untuk mengamati istana tersebut.


Tapi sebelumnya, dia dan kedua temannya dengan sembunyi-sembunyi, menumbangkan satu pohon didepan Istana.


Yudharna dan Wangsa membawa batang pohon yang tumbang. Sedangkan Arsana, menggantikan tempat pohon tersebut, sambil mengamati.


Alunan suara gamelan tak kunjung berhenti dari dalam istana.


Yang memainkan alat musik tersebut, adalah para budak dari kalangan manusia yang sebelumnya pernah membuat perjanjian dengan Ratu Cempaka Juah.

__ADS_1


Sampai ada biduan, penyanyi dangdut dan beberapa orang terkenal semasa hidupnya dan kini ... Menjadi budak Ratu Cempaka Juah.


Beberapa budak ada yang bertugas menyiapkan makanan dan ada pula yang selalu memijit kaki ratu. Namanya, Vanessa.


Mereka tak pernah berhenti melakukan hal tersebut.


Sekalinya mereka lelah, bawahan Ratu Cempaka Juah akan menyiksanya.


Tangis dan teriakan kesakitan, tak membuat bawahan Ratu menghentikannya.


Bahkan, mereka menikmati, kala menyiksa para budak.


Arsana merasa simpati, saat mereka melakukan hal tersebut terhadap para manusia.


Tapi, ini adalah buah dari keserakahan mereka sendiri, yang telah bersekutu dengan setan.


Disini, Adarrma ikut andil sebagai pembawa pesan Arsana kepada tuannya.


Adarrma sempat ketahuan dan di kepung oleh beberapa pasukan Cempaka Juah.


Tapi untungnya, dia dibantu oleh Kathmandu dan berhasil di bawa terbang.


Disisi lain, Sasi Pramita atau Siska mendapatkan informasi dari Kendhari, yang sebelumnya sudah berinteraksi dengan Kathmandu melalui telepati.


Kathmandu dan Adarrma tak bisa langsung pulang, karena mereka terus di kejar.


Sedangkan Indah, sudah mendapatkan Kalung Wit Kendhari versi Dhohir nya, atau versi nyata. Tak seperti waktu di pegang Siska yang hanya versi gaib.


Dari sini, Siska memberikan semua kuasa kalung tersebut kepada Indah.


Siska mengajak Indah untuk masuk ke alam lain dan menjemput beberapa anak dari keturunan si pemegang pusaka-pusaka sebelumnya.


Yang dimana sebelumnya, Kathmandu sedang di kejar oleh beberapa pasukan.


Setelah itu, keduanya mendatangi Roy, keturunan dari Tumenggung Pujo Warseso, pemegang cincin Banyu Ambyaz.


Ambyaz menolak dan tak mau membantu mereka.


Tapi, dengan permohonan Wira yang merupakan sahabat dari majikannya (Roy), akhirnya Ambzay pun mau membantu dan dia langsung pergi ke sungai, tempat Istana Cempaka Juah untuk memantau Arsana dari kejauhan.


Dari sini, mereka langsung menemui Rizki (Izzie), keturunan Raden Jagat Diantra, pemegang Iket Lemah Awindya.


Awindya adalah sosok perempuan dengan wujud hitam yang sulit dimintai pertolongan. Walau tuannya sendiri yang meminta, namun Awindya masih enggan.


Cukup sulit membujuk Awindya dan malah ada pertarungan antara Kendhari melawan Awindya.


Kendhari hampir kalah. Namun, dia berhasil mengikat Awindya dengan ranting dan menghancurkan baju besi nya.


Dari sini, Awindya mau bergabung dan ikut membantu.


Lalu, mereka menemui Aisyah, keturunan Putri Lyliasih, pemegang Sumping Bayu Biantara.


Biantara adalah sosok perempuan setengah ikan. Dia langsung mau membantu, tanpa adanya keterpaksaan sama sekali.


Selanjutnya ... Indah, Wira, Roy, Izzie, Aisyah dan beberapa makhluk penunggu pusaka mereka menemui Kayla, keturunan dari Pangeran Abiseka, pemegang Anting Geni Sewu.


Geni Sewu adalah sosok Banaspati, dengan tubuh lebih tinggi dan besar, melebihi mahluk sebangsanya.


Dia adalah mahluk yang angkuh. Mau membantu, tapi tak mau di suruh.

__ADS_1


Dia akan melakukan apa pun sesuka hatinya.


Sedangkan Kayla sendiri, belum bisa menguasai emosinya yang kerap mengalami gangguan fisik dari kedua orang tua angkatnya.


Membuat Geni Sewu menjadi semakin kuat dan tak terkendali.


Bentuk fisik dari kelima pusaka ini belum didapatkan oleh kelima anak tersebut.


Selain Kalung Wit Kendhari yang sudah di pegang oleh Indah.


Tapi, senjata gaibnya sudah di pegang oleh tubuh astral mereka masing-masing.


Selain Indah dan kelima anak ini, ada beberapa orang yang siap membantunya.


Seperti, Ustaz Amir dan beberapa teman spiritualnya, seperti Kang Hussein dan kawan-kawannya yang lain.


Siska yang membawa Indah pun turut serta membawa beberapa makhluk. Satu diantaranya adalah, Mbah Karuhun.


Saat malam yang ditentukan tiba, penyergapan pun dimulai.


Tapi, Ratu Cempaka Juah sudah menyadarinya sejak awal.


Dia pun membawa beberapa manusia dan makhluk untuk membantunya.


Salah satu orang tersebut bernama, Nyai Danurdara.


Saat perang akan di mulai, Kathmandu dan Adarrma sudah ada di tempat, untuk ikut serta dalam peperangan.


Lalu, perang pun berkecamuk.


Anehnya, mahluk pertama yang di incar adalah Adarrma.


Ratu Cempaka Juah menyuruh Awul membawa Adarrma dan menyekapnya sebagai sandera.


Peperangan di menangkan oleh Cempaka Juah beserta sekutu dan bala tentaranya.


Tapi, tak mengusut kan niat Indah dan kawan-kawan.


Mereka kembali pulang, untuk menyusun strategi. Agar bisa membebaskan Adarrma dan bisa mengalahkan Cempaka Juah beserta sekutu dan bala tentaranya.


***


"Lalu, Kalian langsung kembali?" tanyaku.


"Tidak. Kami tidak langsung kembali." jawab Arsana.


"Terus, apa yang kalian lakukan?" tanyaku lagi.


"Kita pulang dan main game, serta bermalas-malasan." sela Yudharna.


"Masa main game?" teriakku bertanya dengan tatapan kecewa.


"Hahahahaa Yudharna memang begitu, Dia suka bergurau." jelas Arsana.


"Tidak seperti ...." ucapku terpotong sambil melihat kearah Ki Wangsa.


"Cih ...." gumam Wangsa melempar pandangannya.


Bersambung ... .

__ADS_1


__ADS_2